Geger Tentara Perempuan AS Ditemukan Tewas Usai Beritahu Keluarga Alami Pelecehan Seksual

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 24 Mar 2023 11:30 WIB
Geger Tentara Perempuan AS Ditemukan Tewas Usai Beritahu Keluarga Alami Pelecehan Seksual
Geger Tentara Perempuan AS Ditemukan Tewas Usai Beritahu Keluarga Alami Pelecehan Seksual/Foto: Getty Images/iStockphoto/coldsnowstorm

Seorang tentara perempuan Meksiko-Amerika Serikat (AS) ditemukan tewas di pangkalan militer Fort Hood di Texas, AS, usai memberi tahu keluarganya bahwa ia alami pelecehan seksual. Bikin geger, tewasnya tentara perempuan bernama Ana Basaldua Ruiz memicu kemarahan baru dan seruan untuk pertanggungjawaban di pangkalan militer yang memiliki sejarah tingkat pelecehan seksual yang tinggi.

Ana Basaldua Ruiz, asal Long Beach, California, telah bertugas selama 15 bulan terakhir sebagai insinyur tempur di Divisi Kavaleri ke-1 setelah bergabung dengan Angkatan Darat pada tahun 2021. Pejabat Fort Hood mengatakan perempuan berusia 20 tahun itu meninggal pada 13 Maret 2023. Namun, pangkalan militer itu tidak merilis informasi apa pun tentang penyebab kematiannya.

Departemen Divisi Investigasi Kriminal Angkatan Darat menegaskan bahwa "tidak ada bukti pelanggaran" terkait kematian Ana. 

"CID Angkatan Darat akan terus melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengumpulkan semua bukti dan fakta untuk memastikan mereka menemukan apa yang sebenarnya terjadi," bunyi pernyataan Fort Hood, dilansir dari The New York Times.

Woman bondage image blur , stop violence against Women, international women's dayIlustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

"Informasi yang terkait dengan kemungkinan pelecehan akan ditangani dan diselidiki sepenuhnya," lanjutnya.

Kasus ini bukan pertama kalinya terjadi di Fort Hood. Pangkalan militer tersebut berada  di bawah pengawasan ketat sejak pembunuhan Vanessa Guillen, seorang spesialis Angkatan Darat, yang dilaporkan hilang dari pangkalan di Killeen, Texas, pada April 2020.

Guillen yang berusia 20 tahun menghilang-tewas setelah memberi tahu teman-temannya bahwa ia telah dilecehkan secara seksual. Jaksa federal mengatakan dia dibunuh oleh tentara lain yang kemudian pada tahun 2020 bunuh diri dengan pistol, beberapa hari sebelum dakwaan diumumkan.

Ibu Korban: Putri Saya Curhat Merasa Sangat Sedih dan Alami Hal Sulit

Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: Unsplash/Danie Franco)

Geger Tentara Perempuan AS Ditemukan Tewas Usai Beritahu Keluarga Alami Pelecehan Seksual/Foto: Unsplash/Danie Franco

Ibu korban, Alejandra Ruiz Zarco, mengatakan kepada Telemundo News bahwa putrinya telah memberitahunya beberapa minggu yang lalu bahwa seorang atasan Angkatan Darat "melecehkannya" dan bahwa dia menjadi sasaran rayuan seksual berulang kali di pangkalan itu.

Alejandra, yang tinggal di Meksiko, mengaku terakhir kali berbicara dengan sang putri pada 8 Maret. Ana bercerita kepada sang ibu bahwa ia merasa sangat sedih dan mengalami hal-hal yang sulit.

"Bahwa keadaan tidak senormal yang dia kira, bahwa dia tidak bisa memberi tahu saya banyak hal, tetapi akan ada saat ketika kami akan bersama dan dia bisa memberi tahu saya segalanya,” kata Alejandra.

Ayah Ana, Baldo Basaldua, yang tinggal di California, mengungkapkan bahwa putrinya baru-baru ini mengatakan kepadanya, "Seluruh hidupnya terasa salah, bahwa dia ingin mati." 

HELP, Teenager with help sign. girl holding a paper with the inscription. Homeless person with help sign. teenage girl in casual clothes holding sheet of paper. Girl holding sheet of paper with word HELP on grey wall backgroundIlustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991

Alejandra diberitahu secara resmi bahwa Ana tewas karena 'gantung diri', namun ia tidak mempercayainya. Meski pangkalan militer mengatakan tidak ada bukti pelanggaran, penyelidik akan mengumpulkan semua bukti dan fakta untuk memastikan mereka menemukan dengan tepat apa yang terjadi.

Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2021 oleh RAND Arroyo Center, sebuah kelompok penelitian yang didanai pemerintah federal, menemukan bahwa perempuan di Fort Hood memiliki risiko pelecehan seksual yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata perempuan di Angkatan Darat.

Para peneliti menemukan bahwa total risiko serangan seksual terhadap perempuan Angkatan Darat di Fort Hood pada 2018 adalah 8,4 persen, dibandingkan dengan risiko 5,8 persen untuk semua perempuan di Angkatan Darat.

Woman hand sign for stop abusing violence,  human trafficking, stop violence against women, Human is not a product. Stop women abuse, Human rights violations.Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

Para peneliti menemukan usia yang lebih muda juga dikaitkan dengan peningkatan risiko mengalami kekerasan seksual, seperti tingkat pendidikan yang rendah dan peringkat junior. Fort Hood dan Fort Bliss—instalasi lain di Texas dengan tingkat penyerangan di atas rata-rata— dilaporkan memiliki sejumlah besar prajurit muda berpangkat junior.

Bagi sebagian orang, kematian tentara Ana Basaldua Ruiz menunjukkan bahwa tidak banyak yang berubah di pangkalan. Bahkan, setelah Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang dimaksudkan untuk merombak cara militer menanggapi laporan pelecehan seksual. Langkah itu diambil untuk menghormati Vanessa Guillen, tentara Meksiko-Amerika berusia 20 tahun, ditemukan tewas setelah mengecam pelecehan seksual.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE