sign up SIGN UP

Kenali Dampak Negatif Kebiasaan Menyindir Anak dengan Sarkasme, Bikin Menjauhkan Diri dari Orangtua Salah Satunya!

Meuthia Khairani | Beautynesia
Sabtu, 14 May 2022 20:30 WIB
Kenali Dampak Negatif Kebiasaan Menyindir Anak dengan Sarkasme, Bikin Menjauhkan Diri dari Orangtua Salah Satunya!
Dampak negatif menyindir anak/Freepik/Peoplecreations

Beauties, pernah nggak sih melihat anak murung atau merasakan anak seperti menjaga jarak denganmu dan suami yang mana merupakan orangtuanya sendiri? Jangan-jangan itu karena kita sering menyindirnya dengan sarkasme.

Memang, Apa sih yang Disebut Menyindir dengan Sarkasme?

Dampak negatif menyindir anak/Freepik/Dexondee
Ilustrasi ibu dan anak/Freepik/Dexondee

Dilansir dari The Conversation, sarkasme adalah jenis majas atau gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir. Sarkasme merupakan bentuk sindiran melalui ucapan yang berbeda dengan yang dimaksud oleh seseorang. Seperti yang pernah kita pelajari di sekolah dulu ya? Nah, tujuannya tidak lain tidak bukan untuk memojokkan atau mengkritik secara tidak langsung. 

Bukannya berdampak positif, perilaku menyindir ini justru mampu menyakiti perasaan sang anak dan bukan tidak mungkin akan berdampak negatif terhadap perkembangan mentalnya lho.

Apalagi, jika dia sampai tersinggung karena tidak mengerti konteksnya. Meskipun anak-anak sebenarnya memiliki kemampuan berbahasa dan berpikir yang kuat, mereka belum cukup mampu untuk menangkap sindiran atau sarkasme. Anak-anak masih perlu memahami apa itu sarkasme dan alasan orangtuanya menggunakannya untuk menegur agar dia bisa mengenali dirinya dan mengetahui kesalahannya sendiri.

Dilansir dari Focus on The Family, orangtua harus lebih berhati-hati saat ingin mengkritik anak melalui sindiran. Karena hal itu mampu menusuk perasaannya saat mendengarnya, maupun di kemudian hari. Maka dari itu, sebaiknya Beauties dan suami menyampaikan teguran dengan bijaksana pada anak agar tidak merusak komunikasi antara orangtua dan anak.

Dikutip dari Modern Mrs Darcy, sarkasme dapat dipahami melalui nada bicara dan bahasa tubuh yang pengucapnya.  Sarkasme dapat menggambarkan kesinisan, hinaan, dan perilaku negatif. Sarkasme merupakan perilaku yang mengesankan kesinisan.

Oleh karena itu, jika Beauties ingin anakmu mengerti dan menyadari apa yang salah dari sikap atau perilakunya, sebaiknya pikirkan dulu matang-matang pilihan kata yang akan diucapkan dan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik dan jelas, agar anakmu pun bisa memahami maksudmu dengan baik.

Dampak Negatif Menyindir Anak

Dampak negatif menyindir anak/Freepik/Cookie_studio
Ilustrasi anak/Freepik/Cookie_studio
  1. Sarkasme bisa membuat perasaan anak lebih rentan dan sensitif.
  2. Memicu cara berpikir negatif pada anak.
  3. Menyakiti perasaan anak.
  4. Menimbulkan konflik antara anak dan orangtua. Beauties pasti tidak mau kan hal itu terjadi di keluarga kecilmu?

Cara Lain Menegur Anak Tanpa Menyindir atau Sarkasme

Yang perlu diingat adalah anak-anak berhak merasa dekat dan berhubungan erat dengan orangtuanya. Karena hanya dari orangtuanyalah yang mereka harapkan bisa memberikan rasa aman, perlindungan, penerimaan, pengertian, dan rasa dicintai.

Jika anak-anak tidak mendapatkan itu semua dari orangtuanya sendiri, mereka cenderung mencari rasa itu dari orang lain (teman sekolah, lawan jenis, maupun orang-orang yang di luar keluarga).

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa Beauties dan Suami terapkan untuk menegur anak tanpa menyindir, yakni:

  1. Mengutip dari Very Well Family, gantilah “Tumben, bangun jam segini" saat anak yang biasanya bangun kesiangan, justru bangun lebih pagi di hari itu. Gantilah respons "Masa gitu aja nggak bisa?" saat anak meminta tolong atau melakukan sesuatu dengan salah. Atau, ganti kalimat “Enaklah, wong tinggal makan. Tinggal masukin ke mulut!" dengan ucapan "terima kasih" ketika sang anak baru saja memuji lezatnya masakanmu.
  2. Dari Heysigmund: Tunjukkan tingkah laku yang Beauties harapkan dari anak, sehingga mereka belajar meniru dari situ.
  3. Fokus dalam mengevaluasi sikapnya, bukan pribadinya.
  4. Hindari pengecapan (labelling).
  5. Tidak membandingkannya dengan anak orang lain.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id