sign up SIGN UP

Ketika Anak Lapor Jadi Korban Pelecehan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Sabtu, 06 Aug 2022 14:30 WIB
Ketika Anak Lapor Jadi Korban Pelecehan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?
Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/Anastasiia Korotkova

Maraknya kasus pelecehan terhadap anak belakangan ini tentu menjadi kekhawatiran bagi para orangtua. Bahkan tindakan pelecehan seksual pun tak luput terjadi di institusi pendidikan, tempat orangtua mempercayakan anak-anak untuk dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan.

Anak yang menjadi korban dan penyintas pelecehan dan kekerasan seksual akan mengalami trauma secara psikis dan fisik. Selain itu, hal lainnya yang juga dikhawatirkan dari dampak pelecehan yang dialami oleh anak yakni kemungkinan ia juga menjadi pelaku pelecehan seksual di masa depan. Beberapa tanda yang menunjukkan jika anak telah mengalami tindakan pelecehan seksual di antaranya, murung atau stres, ketakutan, hingga depresi.

Memang langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar anak terhindari dari pelecehan seksual dengan cara memberikan edukasi sejak dini kepada anak, misalnya tentang bagian tubuh yang tak boleh disentuh orang lain. Namun, jika pelecehan seksual terjadi dan anak telah melapor, bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan oleh orang tua? Yuk, simak jawabannya berikut ini!

Berikan Kepercayaan Tanpa Syarat

Tetap berikan kepercayaan tanpa syarat pada anak
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/lokstudio

Saat anak berani untuk menyampaikan bahwa ia telah mengalami tindakan pelecehan seksual, berikan rasa percaya kepada anak. Sebab tak semua anak memiliki keberanian untuk menyampaikan pengalaman buruk tersebut. Dilansir dari Psychology Today, beberapa alasan anak tak berani menyampaikan telah menjadi korban pelecehan seksual di antaranya perasaan bersalah, ketakutan jika tidak ada yang mempercayainya, kurangnya pemahaman, dan takut dengan ancaman pelaku yang dikenalnya. 

Melansir dari Moms.com, kamu dapat memulainya dengan mengatakan "Mama percaya kamu" saat anak mulai menceritakan apa yang telah dialaminya. Rasa percaya tersebut dapat menunjukkan bahwa mereka penting dan mengartikan bahwa kamu mendukungnya dalam kondisi apapun. Sebab sudah selayaknya orangtua menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak. 

Berikan Ruang Cerita dan Pahami Kondisi Anak

Caring mother calming and hugging crying upset little daughter, sitting at desk together, loving mum expressing support, comforting offended preschool girl, children psychologist conceptIlustrasi ibu dan anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

Memberikan ruang untuk anak bercerita dengan leluasa dan perasaan yang tenang serta nyaman juga perlu dilakukan saat anak menceritakan bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual. Melansir dari Moms.com, anak bisa saja menceritakannya pada orang lain bahkan memendamnya sendirian. Namun saat anak memutuskan untuk menceritakannya kepadamu, itu artinya dia telah memilihmu sebagai tempat yang paling aman untuk menceritakan hal tersebut tanpa adanya penghakiman.

Kamu pun juga bisa mengucapkan terima kasih kepada anak sebagai tanda telah diberi kehormatan dan kepercayaan. Meskipun begitu, penting untuk memahami kondisi anak, baik perasaan atau pikirannya. Sebab hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena anak harus mengingat dan menjelaskan kembali kejadian tersebut dengan jelas.

Maka orangtua pun juga harus menunjukkan rasa simpatinya. Agar anak semakin nyaman dalam menceritakannya, kamu pun dapat membawanya ke tempat favoritnya serta berikan pelukan terbaik.

Menjalani Rehabilitasi di Psikolog

Rehabilitadi dengan psikolog untuk pemulihan trauma
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/freepik

Dilansir dari Hai Bunda, jika trauma anak terlalu berat sehingga menyebabkannya tak mampu menceritakan dengan jelas kronologis pelecehan seksual yang diterimanya, kamu dapat membawanya ke psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab trauma berat yang dialami oleh anak erat kaitannya dengan konsep diri dan harga diri.

Jika hal ini tidak tertangani dengan baik, maka trauma anak dapat berlanjut dan mengganggu pertumbuhan serta perkembangannya pada fase remaja hingga kehidupan dewasannya, serta bagaimana lingkungannya bersikap.

Laporkan Jalur Hukum

Langkah terakhir yang dapat dilakukan orangtua ketika anak mengalami tindakan pelecehan seksual adalah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak yang berwajib. Dilansir dari Hai Bunda, selain menuntut keadilan bagi orang tua dan anak, hal ini juga bertujuan agar peristiwa demikian tidak terjadi pada anak lainnya. Sebelum menempuh jalur hukum, kamu dapat meminta bantuan perlindungan serta pengarahan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id