sign up SIGN UP

Kisah Sonita Alizadeh, Berhasil Lolos dari Pernikahan Dini dengan Ciptakan Lagu 'Daughters for Sale'

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Minggu, 03 Jul 2022 19:30 WIB
Kisah Sonita Alizadeh, Berhasil Lolos dari Pernikahan Dini dengan Ciptakan Lagu 'Daughters for Sale'
caption

Pernikahan seharusnya menjadi hal yang membahagiakan bagi kedua mempelai. Sayangnya, masyarakat di beberapa negara ternyata justru masih menilai ikatan suci ini sebagai ‘bisnis’, dengan perempuan sebagai komoditasnya. Hal inilah yang dirasakan oleh rapper muda Sonita Alizadeh.

Perempuan berdarah Afghanistan ini hampir menjadi korban pernikahan dini yang dipaksakan oleh keluarganya. Dia pun mengajukan protes dengan menulis lagu berjudul Daughters for Sale, yang akhirnya menarik perhatian banyak orang. Seperti apa kisah Sonita Alizadeh? Berikut penuturannya pada Rolling Stone.

Mengenal Sonita Alizadeh

Sonita Alizadeh/Foto: Instagram.com/sonitalizadeh
Sonita Alizadeh/Foto: Instagram.com/sonitalizadeh

Sonita Alizadeh lahir pada tahun 1996, dan menghabiskan masa kecilnya di Herat, Afghanistan. Masyarakat hidup sesuai aturan Taliban, di mana perempuan dianggap tak punya hak bersuara atau mengenyam pendidikan. Selain itu, masyarakat sudah terbiasa dengan tradisi menjodohkan anak perempuan demi mendapat uang dari pihak pria.

Sonita hampir saja dinikahkan saat usianya masih 10 tahun. Namun rencana itu gagal lantaran saat itu keluarganya terlibat krisis sehingga memutuskan melarikan diri dari Taliban. Setelah pindah ke Iran, dia bekerja seperti petugas kebersihan kamar mandi sembari belajar baca tulis.

Dalam waktu tersebut, dia mulai mengenal musik rap, dan menggemari karya-karya para rapper seperti Yas dan Eminem. Walaupun tak terlalu paham artinya, namun dia merasa menyatu dengan lantunan dan lirik lagu mereka. Dia pun mulai belajar membuat lagu sendiri. Pada tahun 2004, dia pergi ke Amerika Serikat untuk mengikuti kompetisi dan memenangkan hadiah senilai 1.000 USD.

Terjebak dalam Budaya ‘Daughters for Sale

Sonita Alizadeh/Foto: YouTube.com/Sonita Alizada
Sonita Alizadeh/Foto: YouTube.com/Sonita Alizada

Sempat lolos dari budaya ‘brides for sale’, Sonita kembali menghadapi hal yang sama sepulang dari Amerika Serikat. Sang ibu mengatakan bahwa keluarga telah menemukan seorang pria yang akan dinikahkan dengan Sonita yang saat itu baru berusia 16 tahun.

Tujuan pernikahan itu tak lain adalah untuk mendapat uang mahar yang nantinya akan digunakan untuk menikahkan kakak pria Sonita. Karena calon istri kakak Sonita meminta uang senilai 9.000 USD, sang ibu juga berencana ‘menjual’ putrinya dengan harga yang tak jauh berbeda.

Usaha Bebas dari Kekangan

Sonita Alizadeh/Foto: Instagram.com/sonitalizadeh
Sonita Alizadeh/Foto: Instagram.com/sonitalizadeh

Sonita tidak senang mendapati dirinya menjadi komoditas pernikahan. Dia pun kemudian menggandeng sutradara Iran bernama Rokhsareh Ghaemmaghami untuk membuatkan video berisi rekaman dokumenter kehidupannya. Sonita sendiri kemudian menulis lagu Daughters for Sale sebagai bentuk protes. Lagu dan video klip itu kemudian diunggah di YouTube dan meraih banyak simpati.

"Kukira, sepertinya, berbagai wawancara dan kata-kataku telah mempengaruhi pemikiran ibuku. Sekarang, dia berpikir bahwa nilai seorang perempuan bukan hanya sebagai istri atau ibu, tapi lebih dari itu. Karenanya mereka tak lagi menekan saudara perempuan," ungkapnya pada Rolling Stone.

Tak hanya warga Afghanistan saja yang terpesona dengan isi video itu, namun juga seluruh dunia. Sebuah perusahaan nonprofit bernama Strongheart Group kemudian membantu Sonita dengan membawanya ke Amerika Serikat dan menerima pendidikan formal. Pada akhirnya, dia berhasil mendapatkan pendidikan layak seperti yang dia inginkan.

Aktivitas Saat Ini

Sonita Alizadeh/Foto: Instagram.com/sonitalizadeh
Sonita Alizadeh/Foto: Instagram.com/sonitalizadeh

Film dokumenter yang diunggahnya di YouTube terus mendapat perhatian. Dia sempat meraih pengakuan dan penghargaan dalam ajang film bergengsi, seperti Sundance Film Festival, World Cinema Jury Prize, dan lain-lain. Sonita Alizadeh tinggal di New York dan mengenyam pendidikan di Bard College. Dia masih terus menulis lagu dan aktif dalam kegiatan anti pernikahan dini dan perjodohan anak di bawah umur.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id