sign up SIGN UP

Mahasiswi Unesa Diduga Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen, Pihak Kampus Buka Suara

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 10 Jan 2022 16:45 WIB
Mahasiswi Unesa Diduga Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen, Pihak Kampus Buka Suara
caption
Jakarta -

Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan kampus. Kali ini, seorang dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diduga melakukan pelecehan seksual pada beberapa mahasiswi.

Dugaan pelecehan seksual ini pertama kali terungkap melalui akun Instagram @dear_unesacatcallers. Akun tersebut memaparkan seorang dosen dengan inisial "H" yang diduga melecehkan mahasiswi saat bimbingan skripsi. Simak faktanya berikut ini.

Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa

Kenali tingkatan pelecehan seksual agar lebih waspadaIlustrasi pelecehan seksual/ Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Akun Instagram @dear_unesacatcallers membagikan kronologi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen H saat bimbingan skripsi. H merupakan dosen di jurusan Hukum.

Kejadian bermula saat A (korban 1) bimbingan skripsi di sebuah ruang lantai 2 gedung K1 (gedung eks pascasarjana) yang saat itu dipakai sebagai gedung jurusan Hukum pada awal 2020 lalu. Saat itu, hari sudah sore. Memang pada umumnya, bimbingan skripsi dilakukan saat dosen memiliki waktu senggang.

Hanya ada korban A dan dosen H di ruangan. Bimbingan skripsi berjalan seperti biasanya dengan melibatkan diskusi dan tanya jawab. Namun, ungkap akun @dear_unesacatcallers, sepertinya situasi ruangan yang sepi dimanfaatkan oleh H untuk melancarkan aksinya.

Dugaan pelecehan seksual di UnesaDugaan pelecehan seksual di Unesa/ Foto: Instagram/dear_unesacatcallers

""H" mulai mendekar pada korban A, dan ketika jarak semakin dekat, "H" berkata pada korban A, "kamu cantik". Tidak lama setelah berkata demikian, "H" mencium korban A," tulis akun tersebut.

Sejak kejadian tersebut, korban A selalu merasa ketakutan untuk bimbingan skripsi dengan dosen H. Padahal, ia harus segera menyelesaikan revisi skripsi sebelum tanggal terakhir SPK (Surat Penetapan Kelulusan).

Bahkan, diduga dosen H juga sering berusaha menghubungi korban A melalui panggilan video WhatsApp. Korban A berusaha untuk mengabaikan panggilan tersebut. Ia juga merasa takut dan dilema; di satu sisi ia harus segera menyelesaikan kuliahnya. Namun, ia juga sangat ketakutan jika harus bertemu dosen H dan khawatir jika H kembali melancarkan aksinya.

Tanggapan Unesa

pelecehan seksualIlustrasi korban pelecehan seksual/Foto: Pexels.com/polina zimmerman

Pihak kampus Unesa buka suara atas dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan dosen dan mahasiswi. Pihak kampus Unesa mengaku tengah mengusut kasus ini dan telah membentuk tim yang berasal dari jurusan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum.

"Betul. Kasus ini, sedang diusut tim dari Jurusan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unesa," kata Humas Unesa, Vinda Maya, Senin (10/1), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Tim tersebut sedang melakukan investigasi dan menghimpun bukti-bukti terkait kasus ini agar dugaan pelecehan yang dilakukan dosen kepada mahasiswinya segera terungkap.

"Tim melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti terhadap dugaan tindakan kekerasan seksual ini," ucapnya.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id