STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Mengapa Ada Orang yang 'Kebelet' Viral? Ini Penjelasan Menurut Psikologi!

Martatillah Nikita Karin | Beautynesia
Senin, 22 Aug 2022 20:00 WIB
Mengapa Ada Orang yang 'Kebelet' Viral? Ini Penjelasan Menurut Psikologi!

Beauties, kata viral kini begitu erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata viral adalah menyebar luas dengan cepat. Ada begitu banyak fenomena hingga kejadian yang bisa menjadi viral berkat bantuan media sosial saat ini.

Menjadi viral artinya menjadi tenar, terlepas positif atau negatif. Bagi sebagian orang, ketenaran adalah hal yang ingin didapatkan. Bahkan, beberapa orang menggunakan cara yang terbilang konyol dalam membuat konten agar bisa viral.

Lantas, mengapa, sih, seseorang ingin menjadi viral? Berdasarkan sudut pandang psikologi, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa seseorang ingin agar dirinya viral. Simak penjelasan ini, yuk!

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya adalah penyebab seseorang ingin viral agar dianggap keberadaannya
Bahagia/foto: pexels.com/andrea-piacquadio

Ada sebuah teori psikologi  yang membahas mengenai kebutuhan dasar manusia. Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow, seorang tokoh psikologi. Melansir dari Psychology Today, menurut Maslow, ada 5 kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan makanan, tidur, tempat tinggal
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan sosial, yang meliputi perasaan cinta, kasih sayang, dan perasaan memiliki
  4. Kebutuhan harga diri (self-esteem) yang berkaitan dengan penghargaan yang dicapai seseorang dan apresiasi penghargaan terhadap orang lain
  5. Aktualisasi diri, berkaitan dengan keinginan seseorang untuk mengaktualisasikan dirinya berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

Melansir dari Simply Psychology, aktualisasi diri adalah tujuan akhir dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan dalam dirinya. Aktualisasi dapat diperoleh apabila kebutuhan dasar yang lain sudah terpenuhi.

Ada beberapa penyebab mengapa seseorang ingin mengaktualisasikan dirinya. Seseorang yang sedang dalam proses itu akan secara aktif mengeksplorasi potensi dan kemampuan yang dimilikinya, meskipun dengan berbagai macam cara.

Tren Media Sosial

BANGKOK, THAILAND- 26 June 2019 : Hands of man use Iphone 7 plus with social media application of facebook, youtube, google search, instagram, twitter, linked in, line whatsapp, and pinterest on black backgroundMedia sosial/ Foto: Getty Images/stnazkul

Melansir dari Very Well Mind, internet dan media sosial telah menjadi tempat bagi banyak orang untuk mencari peran di masyarakat. Bahkan, ada kecenderungan perasaan bangga yang akan dirasakan apabila seseorang bisa mengikuti tren apa yang sedang berkembang di sosial media dan menjadi viral. Popularitas online dapat meningkatkan ego dan memunculkan perasaan dihargai dan diterima di masyarakat.

Mencari Perhatian

Close up of a depressed Caucasian young woman sitting at home, reading some bad news on her smart phone, feeling sad and worriedIlustrasi menggunakan media sosial/ Foto: Getty Images/Ivan Pantic

Menjadi viral bisa dengan cara positif atau negatif. Kamu pasti sering menemukan ada sebagian orang yang menggunakan cara agar bisa viral, termasuk cara yang negatif hingga mendulang hujatan dari netizen.

Dilansir dari Wolipop, psikolog Meity Arianty STP., M. Psi, mengungkapkan alasan seseorang rela dihujat agar bisa viral di media sosial bisa jadi karena ingin mencari perhatian atau tenar.

"Terlepas yang menjadi korban sengaja atau tidak atau dengan maksud lain, rasanya hanya orang tersebut yang tahu. Bisa jadi ia mencari perhatian atau ingin tenar atau karena hal lain. Yang jelas setiap perilaku tentu disertai motif. Sebenarnya sangat disayangkan jika ada orang yang menjadikan dirinya bahan bullying dan menikmatinya," ungkap Mei.

Siapa yang Paling Ingin Viral?

Scrolling sosial media /Foto: Anna Shvets/PexelsIlustrasi anak muda /Foto: Anna Shvets/Pexels

Beauties, apakah kamu sering memperhatikan siapa yang paling sering ikut berperan saat ada sebuah tren di media sosial dan menjadi viral? Paling banyak, pesertanya adalah remaja serta beberapa usia dewasa awal. Melansir dari Very Well Mind, di usia remaja, rasa keingintahuan masih cenderung tinggi. Bahkan, tidak bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan.

Dari sisi psikologi, di usia tersebut banyak juga yang beranggapan ingin selalu mengikuti tren yang sedang terjadi agar bisa diterima di masyarakat. Apalagi, dengan melesatnya perkembangan teknologi juga bisa menjadi jalur yang bisa dilewati agar bisa viral. Akan timbul suatu kebanggaan sendiri saat berhasil menjadi terkenal dan mendapatkan popularitas yang dapat memunculkan perasaan diterima di masyarakat.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE