STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Mengenal Maya Ghazal, Perempuan Pengungsi Suriah Pertama yang Berhasil Menjadi Pilot

Diny Tiara Putri | Beautynesia
Minggu, 31 Jul 2022 22:00 WIB
Mengenal Maya Ghazal, Perempuan Pengungsi Suriah Pertama yang Berhasil Menjadi Pilot

Beauties, kamu pasti pernah mendengar kalimat “di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Kalimat tersebut faktanya memang benar adanya dan telah dibuktikan oleh banyak orang, salah satunya adalah Maya Ghazal.

Maya Ghazal adalah sosok perempuan pengungsi Suriah pertama yang mampu meraih mimpinya sebagai seorang pilot. Nah, berikut adalah ini beberapa fakta tentang perjalanan hidup Maya Ghazal yang inspiratif. Yuk, simak!

Mengungsi ke Inggris

Potret Maya Ghazal/Tangkapan Layar/Instagram: @ghazalmia
Potret Maya Ghazal/Tangkapan Layar/Instagram: @ghazalmia

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa Suriah merupakan wilayah konflik yang sampai saat ini belum juga usai. Maya Ghazal, sebagai salah seorang yang lahir di tanah Damaskus, Suriah harus menjalani hari-hari yang berat. Tidak mudah hidup dengan kekurangan sumber kehidupan seperti air, listrik, dan sebagainya. Karena itulah, pada tahun 2015, ia bersama ibu dan dua adik prianya menyusul sang ayah yang lebih dahulu mengungsi ke Inggris satu tahun sebelumnya, seperti dikutip dari Vogue.

Maya Ghazal yang saat itu berusia 16 tahun berpikir bahwa pergi ke Inggris merupakan awal kehidupan baru yang luar biasa baginya. Ia pikir hidupnya akan menjadi lebih baik, normal tanpa suasana mencekam karena adanya konflik. Namun, sebagai pengungsi yang hidup di negeri orang tentu saja ada berbagai kendala yang harus ia hadapi. Maya harus hidup dengan stigma dan stereotip negatif.

Pendidikan Menjadi Prioritas

Potret Maya Ghazal/Tangkapan Layar/Instagram: @ghazalmia
Potret Maya Ghazal/Tangkapan Layar/Instagram: @ghazalmia

Bukan hal yang mudah bagi Maya Ghazal yang datang ke Inggris tanpa menguasai bahasanya. Dalam wawancaranya bersama Vogue, ia menceritakan bahwa ia harus bekerja sangat keras untuk bisa mahir bahasa Inggris. Maya belajar bahasa tersebut melalui buku, mendengarkan musik, dan ia rajin menuliskan kata yang tidak diketahui untuk kemudian mencari artinya di kamus.

Pantang menyerah, Maya terus berusaha walaupun awalnya kualifikasi sekolah menengah yang ia dapatkan di Damaskus dianggap tidak berguna oleh sekolah-sekolah di Inggris. Hingga pada akhirnya, atas usahanya itu Maya dapat masuk ke Brunel University, London untuk belajar teknik penerbangan.

Berhasil Menjadi Pilot dan Ditunjuk Jadi Goodwill Ambassador UNHCR

Potret Maya Ghazal/Tangkapan Layar/Instagram: @ghazalmia
Potret Maya Ghazal/Tangkapan Layar/Instagram: @ghazalmia

Impian besar Maya Ghazal tidak berhenti setelah ia telah berhasil menjadi seorang pilot. Kepada Vogue, Maya berkata bahwa ia ingin menjadi seorang pilot komersil dan dapat mendaratkan pesawat di negeri kelahirannya suatu hari nanti.

Maya Ghazal yang ditunjuk menjadi Goodwill Ambassador untuk UNCHR pada tahun 2021 itu kini bergerak untuk memperjuangkan hak-hak kemanusiaan pengungsi sepertinya. Maya mengungkapkan bahwa anak-anak pengungsi, terutama anak perempuan lebih rentan terhadap pernikahan dini, diskriminasi, dan eksploitasi karena sulitnya akses ke pendidikan. Oleh karena itu, Maya memiliki misi untuk menyadarkan mereka tentang masalah tersebut. Dalam wawancara bersama Vogue tersebut, Maya berkata bahwa para pengungsi bisa meraih kesuksesan dengan bantuan dari komunitas baru mereka.

Itulah beberapa fakta menarik dan inspiratif dari seorang Maya Ghazal. Darinya kita belajar bahwa setiap perempuan yang memiliki kemauan kuat dan mau bergerak pasti akan bisa meraih mimpinya. Semoga menginspirasi ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE