sign up SIGN UP

Sempat Alami Pelecehan, Ini Kisah Inspiratif Perempuan Tunanetra Asal China yang Berhasil Jadi MUA Profesional

Siti Kholifatun Nadiah | Beautynesia
Kamis, 14 Jul 2022 11:45 WIB
Sempat Alami Pelecehan, Ini Kisah Inspiratif Perempuan Tunanetra Asal China yang Berhasil Jadi MUA Profesional
caption

Setiap orang, siapa pun itu, dari mana pun ia berasal, berhak dan bebas untuk bisa bermimpi dan meraih mimpinya. Sama halnya dengan Xiao Jia, perempuan tunanetra asal China yang berhasil meraih mimpinya sebagai seorang makeup artist (MUA) profesional.

Lika-liku kehidupan yang dilalui membuat Xiao Jia semakin bertekad dalam meraih mimpi. Berkat kegigihannya, ia berhasil membuktikan kepada semua orang bahwa menjadi seorang tunanetra bukanlah halangan. Dari yang tadinya hanya seorang terapis, kini Xiao Jia telah sukses menjadi MUA profesional. Bahkan dirinya telah mengajarkan ribuan perempuan tunanetra lainnya dalam merias wajah menggunakan indera peraba.

Wah, keren banget ya, Beauties? Kira-kira bagaimana kisah perjalanan hidup Xiao Jia dalam meraih mimpi hingga bisa menjadi seorang MUA? Penasaran? Melansir dari South China Morning Post, inilah kisah inspiratif MUA tunanetra asal China, Xiao Jia dalam meraih mimpinya menjadi seorang MUA.

Kehilangan Indera Melihat di Usia 14 Tahun

Xiao Jia
Xiao Jia/Foto: dok. South China Morning Post

Saat itu, usia Xiao Jia masih 14 tahun dan ia didiagnosis dengan distrofi retina bawaan yang secara bertahap menjadi kehilangan penglihatan. Saat penglihatannya mulai hilang, Xiao Jia belajar bagaimana merias wajahnya dengan memanfaatkan indera peraba.

Melalui bibirnya, ia bisa merasakan arah bulu mata palsu. Sementara, sentuhan jarinya, ia gunakan untuk memahami tekstur kulit dan fitur wajah sehingga ia tahu di mana harus mengaplikasikan kosmetik tertentu dan berapa jumlah yang dibutuhkan.

Dikirim Ke Sekolah Disabilitas untuk Belajar Menjadi Terapis

Xiao Jia tengah merias wajah kliennya
Xiao Jia tengah merias wajah kliennya/Foto: dok. South China Morning Post

Setelah sembilan tahun belajar di Jiangzi, Tiongkok Timur, sebuah sekolah lokal di kota kelahirannya, Xiao Jia pun dikirim ke sekolah disabilitas untuk belajar menjadi terapis. Sebagian besar siswa di sana adalah pria dan Xiao Jia termasuk beruntung bisa bersekolah karena hanya sedikit perempuan tunanetra di China yang mendapatkan kesempatan untuk bersekolah.

"Hanya ada sejumlah kecil anak perempuan selain saya di kelas saya yang dikirim dari panti asuhan karena mereka ditinggalkan oleh orang tua mereka setelah lahir," ucap Xiao Jia.

"Orang-orang cenderung berpikir bahwa seorang perempuan yang tunanetra tidak perlu sekolah, misinya hanya untuk menjadi dewasa dan menikah suatu hari nanti," lanjutnya.

Sempat Alami Pelecehan Seksual

Setelah lulus, Xiao Jia menjadi seorang terapis di panti pijat kampung halamannya. Ia bisa menghasilkan 2.000 yuan atau setara dengan 4 juta rupiah per bulannya karena kelangkaan pekerja perempuan di sana.

Namun, pekerjaan itu tidak membuat Xiao Jia bertahan lama. Ia memutuskan untuk keluar dari sana karena sering mengalami pelecehan seksual dari klien. Kasus pelecehan seksual sendiri merupakan kasus yang serius bagi terapis perempuan di China.

"Terapis perempuan tampaknya memiliki keunggulan dalam industri ini dalam hal bayaran. Namun, di balik itu ada bentuk ketidaksetaraan lainnya karena pekerja perempuan menghadapi risiko pelecehan seksual yang sangat tinggi," jelas Xiao Jia.

Berhasil Jadi MUA Profesional

Xiao Jia
Xiao Jia/Foto: dok. South China Morning Post

Pada usia 20 tahun, Xiao Jia memutuskan untuk merantau demi meraih mimpinya dan mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Namun sebelum merantau, keluarganya sempat menentang hal itu karena khawatir dengan Xiao Jia.

"'Bagaimana seorang gadis seperti saya akan bertahan hidup jika harus merantau?', tanya mereka. Namun, jika pria tunanetra ingin pergi merantau, mereka akan mendapatkan restu keluarganya," kata Xiao Jia.

Meskipun ditentang oleh keluarga, Xiao Jia tetap memutuskan untuk pergi ke Beijing dengan bantuan seorang teman yang juga tunanetra, di mana temannya itu telah menjadi suaminya. Xiao Jia bekerja sebagai stenografer (orang yang menguasai tulisan steno; orang yang dapat menulis cepat dengan huruf steno) di Beijing.

Kemudian, ia bergabung dengan sebuah LSM sebelum belajar teknik tata rias yang dapat diajarkan kepada orang lain pada tahun 2015. Ia memulai kursus tata rias sendiri untuk perempuan tunanetra lainnya pada tahun berikutnya. Kini, Xiao Jia telah berhasil menjadi MUA profesional bahkan ia telah mengajarkan ribuan perempuan tunanetra lainnya untuk merias wajah dengan indera peraba melalui kursus online dan tatap muka.

Nah, Beauties, itulah tadi kisah inspiratif MUA tunanetra asal China yang berhasil meraih mimpinya. Semoga menginspirasi, ya!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id