STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Miris! Ada 3 Kasus Bullying Sesama Pelajar Viral di Medsos dalam Sepekan, Salah Satunya Berakhir Damai

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 24 Nov 2022 12:00 WIB
Kasus Bullying di Kendari: Dianiaya Senior Saat Diklat Organisasi

Kasus Bullying di Kendari: Dianiaya Senior Saat Diklat Organisasi

Kasus ini bermula dari sebuah utas yang dibuat oleh akun @YenniSeptianiS melalui Twitter pada Senin (22/11) dan kemudian menjadi viral. Ia menceritakan kasus perundungan yang dialami oleh adik sepupunya hingga mengakibatkan wajahnya menjadi lebam.

"Hi guys, disini aku mau cerita soal perlakuan yg ga mengenakkan terjadi sm adik sppu kandungku yg buat wajahnya lebam, awalnya dia ga mau mengaku habis tapi setelah dipaksa sm tanteku dia mengaku sampai menangis gemetar kalo dia habis Di Bully. Jadi kejadiannya bgini," tulis Yenni.

Perundungan tersebut terjadi di salah satu SMA di Kendari. Saat itu, sepupunya sedang mengikuti diklat Komite Keamanan Sekolah (K2S). Dia mengatakan sepupunya dianiaya oleh seniornya dengan cara ditampar oleh 4 orang.

"Adik saya mendapat perlakuan tindakan penganiayaan oleh kakak kelasnya di panitia kegiatan ini, Adik saya di tampar kurang lebih 4 orang," tuturnya, dilansir dari detikSulsel.

Selanjutnya, Yenni menceritakan pipi sepupunya bengkak namun tidak ingin mengakui karena sudah diancam oleh seinornya. Namun pada akhirnya siswi SMA itu mengaku setelah dipaksa berbicara.

"Pas adik saya di jemput pulang sekitar jam 12 siang hari minggu pipinya sudah bengkak. Awalnya dia nda mau jujur karena takut dan sudah di ancam untuk tidak angkat bicara. Ttapi tadi kami paksa dia untk bicara.Setelah dia bicara kami lgsg bawa untuk divisum & buat lpran polisi," ungkapnya.

Dalam postingan itu, Yenni turut melampirkan sejumlah bukti video dan gambar percakapan pesan singkat.

Dilansir dari detikSulsel, saat dikonfirmasi, kakak kandung korban berinisial ART, Jesika mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/11). Namun pihak keluarga baru mengetahuinya pada Selasa (22/11) setelah korban dipaksa untuk mengaku.

"Baru kemarin kami ngeh kenapa wajahnya ini bengkak sebelah. Setelah itu dia ditanya masih tidak mengaku. Nanti kakak saya nadanya agak sedikit keras baru dia gemetaran dia mengaku," ujar Jesika kepada detikcom, Rabu (23/11).

Woman bondage image blur , stop violence against Women, international women's dayIlustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

"Dia bilang ternyata dia habis ditampar sama kakak-kakak seniornya waktu diklat K2S. Terus dia dikasih tahu untuk jangan kasih tahu siapa-siapa," sambungnya.

Jesika mengatakan bahwa sang adik ditampar oleh 4 orang seniornya. Saat itu, ART disebut melihat sejumlah orang namun tidak ada yang menolongnya ketika ditampar.

"Pengakuan adik saya itu 4 orang. Soalnya ada yang (saat) ditampar ditutup matanya, jadi yang dia lihat cuma 4 orang. Pada saat dia ditampar ada orang di sekelilingnya yang lihat juga itu tidak ditolongin, cuma dilihat aja. Jadi kayak dijadikan bahan perpeloncoan," tuturnya.

Atas peristiwa yang dialami adiknya itu, Jesika mengatakan pihak keluarganya langsung melaporkan para terduga pelaku ke polisi. Adiknya ART juga sebelumnya telah melakukan visum.

"Kami bilang sepertinya ini harus pergi visum dan buat laporan polisi," ucapnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE