STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Nggak Pernah Sakit, BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan dalam Bentuk Uang Nggak Sih? Ini Faktanya!

Tim Redaksi detikHealth | Beautynesia
Senin, 19 Sep 2022 15:30 WIB
Nggak Pernah Sakit, BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan dalam Bentuk Uang Nggak Sih? Ini Faktanya!

BPJS Kesehatan merupakan layanan kesehatan dari pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan perawatan terkait penyakit atau kondisi kesehatan yang dikeluhkan. Kehadiran BPJS Kesehatan ini bisa menjamin biaya saat kita atau keluarga sedang sakit.

Yang mana, nantinya saat kita jatuh sakit, tak perlu lagi membayar secara penuh karena ada 'uang' yang tersimpan dalam BPJS Kesehatan tersebut. Bisa disebut juga, layanan yang satu ini sebagai 'penyelamat' saat sakit. 

Tapi, bagaimana nasib BPJS Kesehatan jika kita tidak pernah sakit? Bisakah iuran yang selama ini kita bayarkan berubah jadi segepok uang? Simak lengkapnya di sini yuk!

BPJS Kesehatan Tidak Bisa Dicairkan

Bupati Ipong Setuju BPJS NaikBPJS Kesehatan/ Foto: Charolin Pebrianti/detikcom

Menurut keterangan yang diterima detikcom, dari pihak BPJS Kesehatan, ternyata peserta yang sudah membayar iuran kepesertaan setiap bulannya, tidak bisa mencairkan uang atau dana tersebut. 

Meskipun Beauties belum pernah menggunakan atau klaim, iuran BPJS Kesehatan tak bisa dicairkan

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, untuk BPJS Kesehatan tidak ada program pencairan dana. Terimakasih," ujar pihak BPJS Kesehatan, Jumat (16/9).

Peserta Harus Rutin Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Ilustrasi wanita dirawat di rumah sakit atau BPJS KesehatanIlustrasi dirawat di rumah sakit/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Amorn Suriyan

Saat kita mengaktifkan BPJS Kesehatan, berarti sudah menjadi kewajiban untuk kita sebagai peserta rutin membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya, meski sekali pun kamu tak pernah sakit atau pakainya, Beauties. 

Iuran BPJS Kesehatan dilakukan paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulannya. Jika terlambat bayar, tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuaran.

Namun, denda akan dikenakan apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap. 

Berdasarkan Perpres No 64 Tahun 2020, besaran denda pelayanan sebesar 5 persen dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak, dengan ketentuan:

  1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan
  2. Besaran denda paling tinggi Rp30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)
  3. Bagi peserta PPU pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja. 

Lantas berapa iuran BPJS Kesehatan terkini? Baca selengkapnya di sini. 

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE