sign up SIGN UP

Normal Tapi Masih Sering di Diskriminasi, Kenalan dengan Istilah Period Stigma yang Dialami Perempuan

Salsabila Pratiwi | Beautynesia
Rabu, 18 May 2022 19:00 WIB
Normal Tapi Masih Sering di Diskriminasi, Kenalan dengan Istilah Period Stigma yang Dialami Perempuan
caption

Siklus menstruasi yang rutin dialami perempuan hingga saat ini masih mendapatkan stigma yang buruk dan cenderung dikatakan sebagai aib dan bahkan perlu ditutupi. Mungkin kamu juga pernah merasa malu untuk membeli atau mengganti pembalut sehingga berusaha untuk menutupinya.

Well, contoh di atas adalah salah satu bentuk period stigma. Walaupun kata period stigma masih terdengar asing, tetapi bentuk perlakuan atau tindakannya mungkin saja pernah kamu alami. Lalu apa itu sebenarnya period stigma dan bagaimana cara menghentikannya, ya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Period Stigma?

Normal tapi Masih Sering di Diskriminasi, Mungkin Diantara Kita Masih Punya Period Stigma? Kenali Tandanya
Pengertian Period Stigma/Foto: pexels.com/Cliff Booth

Dikutip dari Very Well Mind, period stigma bisa juga disebut stigma menstruasi atau digunakan sebagai istilah luas untuk diskriminasi yang dihadapi oleh orang-orang yang mengalami menstruasi.

Dari masalah fisik hingga mempermalukan orang yang sedang menstruasi sebagai "kotor", masalah menstruasi masih diperdebatkan. Padahal, menstruasi adalah normal dan alami karena terjadi setiap bulan bagi perempuan yang memiliki rahim.

Period Stigma di Masyarakat

Normal tapi Masih Sering di Diskriminasi, Mungkin Diantara Kita Masih Punya Period Stigma? Kenali Tandanya
Persepsi Masyarakat/Foto: pexels.com/Keira Burton

Hal pertama adalah diskriminasi. Diskriminasi yang dialami oleh seseorang yang sedang menstruasi baik itu kecil atau besar, tetapi hal tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebagai lelucon, stigma menstruasi diungkapkan dengan tuduhan bahwa perempuan yang sedang PMS (premenstrual syndrome) atau menstruasi dianggap berperilaku sensitif atau agresif.

Selain itu, bentuk dari period stigma adalah menstruasi masih dianggap tabu, seperti contoh yang disinggung di atas. Ketika seseorang membutuhkan persediaan seperti pembalut, mereka umumnya bertanya kepada teman atau kolega dengan nada pelan agar tidak didengar oleh orang lain.

Jika berbicara kebutuhan akan menstruasi masih tabu, lalu bagaimana untuk hal yang lebih besar seperti berdiskusi secara lugas tentang periode menstruasi? Padahal, menurut satu studi, dengan menolak berbicara tentang menstruasi secara lugas, kita melanggengkan gagasan bahwa menstruasi itu sendiri tidak dapat diterima atau tidak dapat dibahas secara terus terang.

Cara Mengatasi Period Stigma Dimulai dari Diri Sendiri

faktor penyebab menstruasi datang terlambat/ Foto: Pexels/ Sora ShimazakiIlustrasi menstruasi/Foto: Pexels/ Sora Shimazaki/ Foto: Raudiya Nurfadilah

Menghentikan period stigma bisa dimulai dari diri sendiri. Tindakan paling sederhana yang bisa dilakukan seseorang untuk mengakhiri period stigma adalah dengan tidak ikut membahasnya secara samar. Hal ini bisa dilakukan dengan teman, keluarga, rekan kerja, kenalan, atau dalam skala yang lebih luas.

Jika kamu tidak menggunakan kata-kata sebagai pengganti menstruasi, orang-orang di sekitar akan terbiasa mendengar tentang menstruasi sebagai fungsi biologis yang normal dan alami.

Menghilangkan stigma menstruasi akan memiliki dampak emosional yang positif bagi setiap orang yang mengalami menstruasi, seperti berkurangnya stres dan khawatir ketika mereka perlu mendiskusikannya. Ingat, menstruasi itu adalah hal yang alami dan normal!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id