STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Perjalanan Karier Yayoi Kusama, Seniman Legendaris Asal Jepang yang Terkenal dengan Karya Motif Polkadot

Nur Amalina Izzati | Beautynesia
Selasa, 23 Aug 2022 18:15 WIB
Perjalanan Karier Yayoi Kusama, Seniman Legendaris Asal Jepang yang Terkenal dengan Karya Motif Polkadot

Beauties, semua mimpi dapat terwujud jika kita yakin dan terus berusaha! Nah, hal itu sama seperti kisah perjuangan yang dialami oleh Yayoi Kusama. 

Yayoi Kusama adalah seorang seniman asal Jepang yang terkenal dengan karya-karya bermotif polkadot. Ia menggunakan media lukisan, pahatan, performance art, dan instalasi dengan berbagai gaya. Aliran khas Yayoi Kusama saat merepresentasikan karya seninya yaitu dengan gaya kontemporer, pop dan minimalis.

Nah, penasaran dengan kisah dari Yayoi Kusama hingga sukses menjadi seniman terkenal? Yuk, simak selengkapnya!

Awal Kehidupan Yayoi Kusama

Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_
Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_

Yayoi Kusama lahir dari keluarga yang cukup berada di Kota Matsumoto, Jepang pada 22 Maret 1929. Ia menempuh pendidikan seni yang singkat di Kyoto City Specialist School of Arts tahun 1948-1949.

Melansir dari The Art Story, Kusama mengidap penyakit halusinasi yang membuat apa pun saat dilihatnya selalu berbentuk pola polkadot. Karena kecintaanya pada seni sudah ada sejak dini, halusinasi tersebut menjadi inspirasi untuk dituangkan dalam lukisan atau karya lainnya.

Kusama kecil juga tak luput dari pengalaman buruk, karena ia pernah menjadi saksi mata tingkah laku tidak terpuji ayahnya saat berselingkuh. Sehingga, hal itu membuat Kusama mengalami trauma pada seks.

Mengagumi Sosok Georgia O'Keeffe dan Memutuskan untuk Pindah ke Amerika

Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_
Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_

Sebagai perempuan muda yang bercita-cita tinggi, Kusama bermimpi berkarier di Amerika Serikat dan ingin kabur dari keluarga yang tak mendukungnya untuk menjadi seorang seniman.

Dilansir dari The Guardian, saat melihat sebuah buku dengan lukisan Georgia O'Keeffe, Kusama pun kagum dan menjadikan Georgia O'Keeffe menjadi sosok panutan. Kusama menulis surat untuk O'Keeffe dan mendapat balasan yang sangat positif. Pada tahun 1957, Kusama memutuskan untuk pindah ke New York.

Pernah Tinggal di Rumah Sakit Jiwa

Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_
Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_

Yayoi Kusama kembali ke Jepang pada tahun 1973. Ia memutuskan untuk mengikuti pengobatan dan tinggal di Rumah Sakit Seiwa, Tokyo pada tahun 1977. Hal tersebut tak menghalangi Kusama untuk tetap berkarya, ditambah studionya pun dekat dengan rumah sakit.

Perjalanan Karier Yayoi Kusama sebagai Seniman

Perjalanan karir Yayoi Kusama sebagai seniman/Foto: instagram.com/@yayoikusama_
Yayoi Kusama/Foto: instagram.com/@yayoikusama_

Dalam mencapai kesuksesan, Yayoi Kusama tak luput dari perjuangan dan proses yang panjang untuk menciptakan karya seni yang inovatif, unik, dan kreatif. Melansir dari Britannica, karya pertama Yayoi Kusama saat di Amerika yaitu Infinity Net atau lukisan dengan titik kecil yang tak terbatas jumlahnya. 

Pada 1989, koleksi karyanya ditampilkan di Pusat Seni Kontemporer Internasional, New York. Empat tahun kemudian, Kusama mewakili Jepang di Venice Biennale pada tahun 1993. Ia menampilkan Miror Room Pumpkin berpola polkadot yang menjadi signature-nya.

Tahun 1998-1999, karyanya dipajang di Museum Seni Los Angeles County, Museum of Modern Art di New York (MoMA), Walker Art Center di Minneapolis, Minnesota, dan Museum Seni Kontemporer Tokyo. Pada tahun 2006, ia menerima penghargaan Praemium Imperiale dari Asosiasi Seni Jepang.

Pada tahun 2012, karyanya menjadi subjek retrospektif di Whitney Museum of America Art. Pameran Kusama di Hirshhorn Museum and Sclupture Garden, sukses menarik perhatian di tahun 2017.

Karya-karya penting dari Yayoi Kusama seperti Sex Obsession Food Obsession Macaroni Infinity Nets & Kusama (1962), Narcissus Garden (1966), Pumpkin (1994), Obliteration Room (2002), dan Infinity Mirrored Room - The Souls of Millions of Light Years Away (2016).

Yayoi Kusama Juga Menjadi Penulis

Karya sastra Yayoi Kusama/Foto: lesspressesdureel.com & goodreads.com
Karya sastra Yayoi Kusama/Foto: lesspressesdureel.com & goodreads.com

Selain berprofesi sebagai seniman, Yayoi Kusama juga menjadi seorang penulis. Kusama menerbitkan beberapa buku seperti Manhattan Suicide Addict (edisi pertama tahun 1978), The Hustlers Grotto of Christopher Street (1983) yang memenangkan penghargaan dengan kategori penulis baru, Infinity Net: The Autobiography of Yayoi Kusama (2003), Hi, Konnichiwa: Yayoi Kusama Art Book (2012) dan masih banyak lagi.

Pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN, Jakarta

Karya-karya dari Yayoi Kusama di Museum Macan, Jakarta/Foto: instagram.com/@museummacan
Karya-karya dari Yayoi Kusama di Museum Macan, Jakarta/Foto: instagram.com/@museummacan

Karya Yayoi Kusama seperti Infinity Mirrored Room, Obliteration Room, seri epos "My Eternal Soul”, The Spirits of the Pumpkins Descended into the Heavens dan karya-karya lainnya pernah dipamerkan di Museum MACAN, Jakarta.

Pameran bertajuk Life is the Heart of a Rainbow itu bertujuan untuk menjelajahi perkembangan motif dan tema ikonik dari Yayoi Kusama selama tujuh dekade. Dimulai di Jepang pada awal 1950-an, saat berkarir di New York pada 1960-an, dan kembali ke Jepang pada 1973, di mana Kusama hidup dan berkarya hingga saat ini.

Semoga cerita dari Yayoi Kusama tersebut dapat memberikan inspirasi untuk terus berkarya dan berusaha mewujudkan mimpi ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

RELATED ARTICLE