STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Tidak Hanya di Dunia Nyata, Catcalling Juga Mengintai Perempuan di Media Sosial! Ini Cara Menghadapinya

Ullya Muflihatin | Beautynesia
Selasa, 22 Nov 2022 18:15 WIB
Tidak Hanya di Dunia Nyata, Catcalling Juga Mengintai Perempuan di Media Sosial! Ini Cara Menghadapinya

Sejak pandemi COVID-19, jumlah pengguna internet semakin meningkat. Efek berkepanjangan dari fenomena ini adalah semakin maraknya cyberbullying atau perundungan di dunia digital yang salah satunya mengarah pada pelecehan. Catcalling di dunia digital merupakan bentuk cyberbullying yang terjadi di dunia virtual.

Cyberbullying adalah perilaku perundungan yang menargetkan korban, baik kelompok atau individu, dengan menggunakan media digital seperti media sosial yang berbentuk fitnah, kata-kata kasar, pelecehan, hinaan, dan ancaman. Banyak perempuan yang belum sadar bahwa selain di dunia nyata, pelecehan secara verbal atau catcalling juga dapat terjadi ketika bermain media sosial atau platform lainnya.

Tidak lagi mengenal tempat, catcalling di dunia digital ini justru dapat membuat psikologis korban lebih memburuk dibandingkan yang terjadi di dunia maya. Pasalnya, rekaman digital bisa disimpan lama, baik oleh media sosial tersebut atau pengguna lainnya yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena pelecehan verbal di ruang virtual ini kerap kali terjadi di ranah privasi, misalnya chatting atau direct message. Pelaku kebanyakan adalah pengguna akun palsu yang memberikan pesan-pesan berbau vulgar dan seputar seksual sehingga penerima pesan menjadi tidak nyaman.

Nah, Beauties, apabila mengalami catcalling di media sosial, simak cara menghadapinya di ulasan berikut!

1. Putuskan Komunikasi dengan Pelaku Catcalling

Putuskan komunikasi dengan pelaku catcalling/ Foto: unsplash.com/asiandelight
Putuskan komunikasi dengan pelaku catcalling/ Foto: unsplash.com/asiandelight

Memang, pelaku biasanya dilakukan oleh akun-akun palsu yang tidak bertanggung jawab sehingga cukup sulit untuk mendeteksi identitasnya. Namun, kamu bisa mulai block akun-akun tersebut yang memberikan informasi yang tidak sepantasnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejahatan-kejahatan lainnya yang bisa menyerang kapan saja.

2. Simpan Bukti Pelecehan

Simpan bukti pelecehan/ Foto: unsplash.com/Jakob Owens
Simpan Bukti Pelecehan/ Foto: unsplash.com/Jakob Owens

Sebelum melakukan tindakan pemblokiran akun pelaku, screenshot dan simpan percakapan di tempat penyimpanan yang aman. Kamu bisa menggunakan bukti ini sebagai bahan untuk membalik keadaan pada pelaku agar ia jera dan enggan melakukannya kembali.

3. Tingkatkan Literasi Digital

Tingkatkan literasi digital/ Foto: unsplash.com/ Andrey Popov
Tingkatkan literasi digital/ Foto: unsplash.com/ Andrey Popov

Bermain media sosial dengan literasi digital menjadi kunci untuk menekan kasus catcalling yang dialami perempuan di dunia digital. Salah satu cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga privasi diri di media sosial, misalnya tidak membatasi mengunggah foto dan menjadikan akun media sosial menjadi privat. Dengan tidak sembarangan posting, ini akan memperkecil celah pelaku untuk melakukan catcalling pada perempuan.

Itulah cara dalam menghadapi catcalling di media sosial. Kamu tetap harus berhati-hati dalam menggunakan platform digital. Ingat, siapa pun bisa menjadi orang yang berbeda ketika di dunia virtual. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE