3 Kebiasaan "Nggak Sehat" Orang Eropa yang Justru Bikin Panjang Umur
Harapan hidup di beberapa negara Eropa kerap berada di tingkat yang lebih tinggi dibanding wilayah lain meskipun gaya hidup masyarakatnya sering dianggap tidak sehat oleh standar umum. Persepsi tersebut sendiri muncul dari mitos bahwa pola hidup sehat harus selalu sempurna, padahal realitanya, rahasia umur panjang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sosial, budaya, dan kebiasaan yang jarang disadari.
Dilansir dari Gamin Traveler, berikut 3 kebiasaan orang Eropa yang terlihat seperti kebiasaan nggak sehat, tetapi justru berkaitan dengan kualitas hidup mereka yang lebih baik. Jika kamu ingin memahami bagaimana pola sederhana ini bisa memberikan dampak besar, lanjutkan membaca sampai akhir!
Tidur Larut dan Bangun Lebih Siang
![]() Kebiasaan orang Eropa sering melibatkan makan malam larut dan aktivitas santai di malam hari/Foto: Freepik |
Di banyak negara Eropa Selatan, aktivitas harian berjalan lebih lambat dibandingkan negara lain yang menjunjung tinggi prinsip “tidur lebih awal dan bangun lebih pagi”. Di Spanyol, makan malam pada pukul 9 atau 10 malam dianggap wajar dan banyak toko baru beroperasi mulai pukul 10 pagi. Kebiasaan seperti berjalan-jalan pada sore hari, menghabiskan waktu untuk percakapan panjang, dan menikmati makan malam keluarga hingga larut sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Meskipun ritme ini mungkin tampak tidak produktif bagi sebagian orang, pendekatan tersebut justru mendukung interaksi sosial yang lebih hangat, waktu makan yang lebih tenang, dan malam yang santai. Tentu, mereka tetap mementingkan tidur yang cukup, hanya saja tidak harus dimulai sedini mungkin.
Tidak Terobsesi Pada Olahraga Berlebihan
Banyak kebiasaan orang Eropa yang mendorong gerak tubuh tanpa harus mengikuti kelas kebugaran intensif/Foto: Freepik/prostooleh
Di banyak negara, budaya kebugaran cenderung berfokus pada pencapaian target melalui kelas kebugaran intensif dan berbagai aplikasi pelacak kebugaran. Namun, masyarakat Eropa memasukkan gerak tubuh ke dalam rutinitas harian tanpa perlu menyebutnya sebagai olahraga.
Orang Eropa terbiasa berjalan kaki ke berbagai tempat, mulai dari pasar hingga perkumpulan sosial, dan lebih memilih tangga daripada lift. Tidak ada dorongan berlebihan untuk menghitung langkah atau merasa bersalah jika tidak berolahraga.
Kebiasaan berjalan, bersepeda, dan tinggal di lingkungan yang mendukung aktivitas fisik ini justru yang membuat tingkat obesitas dan penyakit kronis menjadi lebih rendah di banyak negara Eropa. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kebiasaan ini adalah salah satu rahasia panjang umur dari orang Eropa.
Tidak Takut Menua
Kebiasaan orang Eropa menekankan penerimaan terhadap proses penuaan/Foto: Freepik/katemangostar
Pandangan terhadap penuaan juga berbeda antara banyak negara di Eropa dan negara-negara di belahan benua lain. Di negara selain Eropa, penuaan sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari dengan berbagai produk dan prosedur perawatan, mulai dari krim anti-aging hingga operasi kosmetik.
Sebaliknya, masyarakat di banyak wilayah Eropa memandang penuaan sebagai proses yang wajar. Orang yang lebih tua tetap aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial; kehidupan multigenerasi berlangsung secara alami; dan standar kecantikan lebih menekankan pada vitalitas dan presensi alih-alih usia semata. Cara pandang tersebut membuat kecemasan terhadap penampilan dan bertambahnya usia menjadi lebih rendah.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
