Ada banyak kiat penurunan berat badan yang bisa kamu simak. Baik itu melalui blog, artikel, video YouTube, akun Instagram, atau bahkan dari pengalaman orang-orang di sekitarmu. Namun, perlu disadari, tak semua kiat penurunan diet harus kamu ikuti.
Pasalnya, beberapa saran diet justru bisa menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan kita dari waktu ke waktu dan menyebabkan penuaan dini. Nggak mau, dong, kamu mengalami hal ini?
Lantas, kiat diet apa saja yang sebenarnya juga bisa membuat tubuh kamu menua? Dihimpun dari situs web Eat This, berikut ulasannya.
Menghitung Kalori
Sebagian besar pelaku diet terlalu fokus pada pengurangan kalori. Padahal, hal yang lebih penting dari menghitung kalori adalah mengonsumsi makanan yang seimbang.
"Salah satu perilaku yang lebih berbahaya yang saya lihat di bidang nutrisi adalah orang menghitung kalori mereka dengan sebagian besar makanan mereka masih diproses dan berkualitas rendah, tanpa cukup mengkonsumsi asam lemak omega-3, lemak tak jenuh, dan makanan berserat," kata ahli diet terdaftar Whitney Stuart, MS, RDN, CDE kepada Eat This.
"Makanan yang dikemas dengan nutrisi yang diperlukan tidak hanya akan memudahkan proses penurunan berat badan tetapi juga mendukung umur panjang," imbuhnya.
Tidak Memperhatikan Protein
Dalam sebuah program diet, kebanyakan orang berpikir bahwa kalori adalah hal terpenting, padahal, tanpa mendapatkan cukup protein kemungkinan gagal diet akan lebih besar dan dapat mempengaruhi proses penuaan.
"Kesalahan penurunan berat badan yang bikin kamu lebih cepat tua adalah karena kamu hanya fokus pada menciptakan defisit kalori tanpa memperhatikan komposisi kalori tersebut," kata Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, ahli diet terdaftar, pendiri Nutrition Starring YOU, dan penulis The Everything Easy Pre-Diabetes Cookbook.
Menurut Pincus, sangat penting untuk mengkonsumsi protein yang lebih tinggi saat sedang menjalani program penurunan berat badan dan mempertahankannya.
Mengganti Produk Makanan dengan Camilan
Ketika diet, beberapa orang juga turut mengeliminasi makanan tertentu yang dianggap dapat menaikkan berat badan dengan susu protein atau protein bar.
"Meskipun produk pengganti makanan seperti shake atau bar mungkin berguna untuk makanan rendah kalori atau camilan saat bepergian, banyak dari produk ini yang diproses tinggi dan mengandung gula tambahan," jelas Sara Chatfield, MPH, RDN, ahli diet terdaftar di Health Canal.
Lebih lanjut, menurut Chatfield, makan makanan olahan berhubungan dengan berbagai penyakit kronis. Selain itu, terlalu banyak gula juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis dan mempercepat proses penuaan.
Menghilangkan Karbo
Saat diet, karbohidrat seakan jadi musuh. Padahal, mengurangi karbohidrat kompleks seperti buah segar, sayuran bertepung, dan biji-bijian justru dapat menggagalkan upaya penurunan berat badan. Lebih dari itu, mengurangi karbohidrat bisa berkontribusi pada penuaan dini. Pasalnya, makanan ini adalah sumber serat.
"Asupan serat yang tinggi telah dikaitkan dengan rasa kenyang saat makan dan penurunan berat badan yang sukses, dan juga untuk mengurangi tanda penuaan," kata Chatfield.
Memilih Rendah Lemak
Selain karbohidrat, para pelaku diet juga kerap memusuhi lemak. Faktanya, para pelaku diet tidak harus menghindari lemak untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, tubuhmu tetap membutuhkan lemak sehat untuk bertahan hidup.
Lemak dibutuhkan untuk kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Lemak dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, minyak zaitun extra virgin, atau salmon, Beauties. Menurut Vandana Sheth, RDN, CDCES, FAND, ahli diet terdaftar, makanan tersebut memberikan manfaat untuk kesehatan jantung, kesehatan otak, dan juga menambah rasa dan kepuasan makanan.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi |