sign up SIGN UP

Jangan Langsung Marah, Lakukan 3 Teknik Perapasan Ini Saat Ada yang Bikin Emosi di Bulan Puasa

Cica Rahmania | Beautynesia
Rabu, 20 Apr 2022 11:30 WIB
Jangan Langsung Marah, Lakukan 3 Teknik Perapasan Ini Saat Ada yang Bikin Emosi di Bulan Puasa
caption
Jakarta -

Bernafas bukan sekadar menghirup oksigen dan menghembuskan karbon monoksida. Lebih dari itu, bernapas bisa menentukan tingkat fokus, suasana hati, dan bahkan bagaimana kehidupanmu selama seharian.

Ya, latihan pernapasan atau breathwork dikatakan sangat efektif untuk merasakan kesadaran dan kontrol napas untuk mengubah keadaan fisik, mental, dan emosional seseorang. Breathwork sendiri kerap dikaitkan dengan yoga. Padahal, teknik pernapasan juga merupakan bagian penting dari banyak jenis praktik kebugaran.

Lebih lanjut, belajar mengatur pernapasan itu artinya kamu juga belajar olahraga dengan sistem saraf otonom atau ANS, yang merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk fungsi yang tidak disengaja.

ilustrasi menahan napas/foto: unsplash.com/@elidefariaIlustrasi bernapas. (Foto: unsplash.com/@elidefaria)

Biasanya, saat stres, sistem saraf simpatik bekerja, meningkatkan detak jantung dan kecepatan pernapasan kita. Sadar atau tidak, mempercepat napas bisa membuat kamu merasa lebih cemas dan waspada.

Sedangkan jika kamu memperlambat napas, hal tersebut bisa membuat kamu merasa lebih tenang dan lebih fokus pada saat ini. Semakin banyak kamu berlatih, semakin banyak manfaat penyembuhan diri dari waktu ke waktu.

Melakukan latihan pernapasan dengan tarikan napas dalam menjadi trend kesehatan dalam mengembalikan kedamaian sekaligus mengurangi stres.Ilustrasi bernapas. (foto: freepik.com/yanalya)

Berikut ini, ada tiga teknik pernapasan yang bisa kamu praktikkan untuk menenangkan diri saat sedang stres dan hal-hal di luar kendali. Apalagi di bulan puasa begini. Biar emosi kamu tetap terjaga, kamu bisa melakukan teknik pernapasan yang dihimpun dari Better Up berikut ini.

Pernapasan Diafragma

Diafragma atau pernapasan perut merupakan teknik pernapasan yang membuat kamu menarik napas sepenuhnya, mengembangkan perut sebanyak yang kamu bisa dan kemudian melepaskan seluruhnya.

Jenis pernapasan ini konon sangat baik bagi pemula untuk membantu meningkatkan koneksi pikiran dan tubuh. Pernapasan ini juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Pasalnya, orang-orang dengan PPOK sering memiliki diafragma yang lemah.

Terakhir, fokuslah pada pernapasanmu saat mengalami serangan panik. Tarik napas panjang melalui hidung dan biarkan perutmu mengembang.Ilustrasi bernapas. (Foto: freepik/wayhomestudio)

Caranya: Cobalah duduk atau berbaring dengan satu tangan di perut dan letakkan tangan yang lain di samping atau di dada. Rasakan perut yang mengembang saat kamu menarik napas. 

Pernapasan Holotropik

Teknik pernapasan ini konon dikembangkan sebagai alternatif obat pengendali suasana hati. Pernapasan holotropik juga dipercaya membuat kesadaran yang meningkat lebih baik, sehingga kamu bisa berpikir mengatasi hambatan dan trauma yang akan sulit diatasi.

Jika emosi mulai terasa memuncak, cobalah untuk menarik napas beberapa kali dan atasi masalah dengan tenang.Ilustrasi bernapas. (Foto: Freepik.com)

Caranya: Sesi latihan pernapasan holotropik hanya bisa dilakukan oleh praktisi pernapasan yang terlatih dan bersertifikat. Ada empat komponen pernapasan holotropik, yaitu pernapasan yang dalam dan berirama melalui mulut, iringan musik, menyelami pengalaman yang muncul dari alam bawah sadar, dan analisis serta ekspresi dari pengalaman lewat gambar atau proses kreatif lainnya.

Pranayama

Pranayama diambil dari bahasa Sansekerta yaitu prana, yang berarti "kekuatan hidup," dan ayama, yang berarti "memperpanjang". Praktik pernapasan ini konon memperpanjang hidup seseorang.

Biasanya, teknik ini dipraktikkan pada kelas yoga dan meditasi. Fungsinya adalah untuk membantu memperdalam postur dan mengendalikan energi seseorang.

Lions breath menjadi salah teknik pernapasan untuk meredakan kecemasanIlustrasi napas. (Foto: Freepik.com)/ Foto: Anisalestari

Caranya: Cobalah duduk tegap dan ambil beberapa napas normal. Lalu, cobalah membuat suara "haaaaahhhhh" saat menghembuskan napas. Lakukan lagi kamu bisa dengan nyaman. Untuk memperdalam efek teknik pernapasan, coba tutup mulut dan paksakan suara melalui hidung.s

Selamat mencoba, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id