sign up SIGN UP

Masih Muda Sudah Osteoporosis? Bisa Jadi Mengidap Juvenile Osteoporosis, Ini Gejalanya!

Zeyra Haya | Beautynesia
Senin, 30 May 2022 22:30 WIB
Masih Muda Sudah Osteoporosis? Bisa Jadi Mengidap Juvenile Osteoporosis, Ini Gejalanya!
caption

Pola hidup tidak sehat yang sering kita abaikan dapat memicu timbulnya penuaan dini. Tak hanya pada kulit dan rambut, efek penuaan dini pada anak muda juga bisa menyerang tulang dan persendian.

Salah satu gangguan pada kesehatan tulang adalah osteoporosis. Osteoporosis merupakan suatu kondisi dimana tulang kehilangan kekuatannya. Pada kondisi ini, tulang akan lebih mudah patah daripada tulang normal.

Osteoporosis umumnya dialami para lansia akibat menurunnya fungsi kinerja tulang pada tubuh. Namun, bukan berarti para remaja bebas dari ancaman osteoporosis. Osteoporosis di usia muda nyatanya juga dapat terjadi, kondisi ini kemudian dikenal dengan istilah Juvenile Osteoporosis atau osteoporosis remaja.

Tak Hanya Menyerang Lansia, Waspadai Gejala Osteoporosis Remaja!

tulangJuvenile Osteoporosis/ Foto: thinkstock

Banyak anak muda kerap menyepelekan kesehatan tulang karena mengira penyakit tulang hanya dapat menyerang para lansia. Faktanya, osteoporosis di usia muda ternyata bisa terjadi dan dapat menyerang siapapun.

Kondisi langka ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis dan obat-obatan tertentu. Lebih jarang, osteoporosis akan terjadi karena alasan yang tidak diketahui yang kemudian disebut sebagai osteoporosis remaja idiopatik.

Beauties, penting bagi kita untuk mengetahui penyebab osteoporosis remaja agar dapat mewaspadai penyakit yang satu ini. Melansir dari Better Health, berikut adalah ulasan mengenai osteoporosis remaja dan bagaimana gejala serta cara mencegahnya.

Mengenal Juvenile Osteoporosis atau Osteoporosis Remaja

Waspadai juvenile osteoporosis, pengeroposan tulang yang terjadi pada usia muda/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska
(Waspadai juvenile osteoporosis, pengeroposan tulang yang terjadi pada usia muda/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska)

Osteoporosis remaja terjadi karena adanya hambatan pertumbuhan tulang pada tubuh atau terlalu banyak tulang yang keropos. Sehingga tulang menjadi kurang padat, kehilangan kekuatan dan lebih mudah patah.

Dalam kebanyakan kasus, osteoporosis remaja disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Namun, tak sedikit pula yang terjadi akibat faktor pola hidup yang tidak sehat.

Adapun penyebab lainnya adalah arthritis idiopatik remaja, osteogenesis imperfekta, diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme, sindrom Cushing, penyakit radang usus, cystic fibrosis, dan anoreksia nervosa.

Gejala Osteoporosis Remaja

Sering tak bergejala, ini yang harus diwaspadai dari ciri-ciri penderita osteoporosis remaja/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska
(Sering tak bergejala, ini yang harus diwaspadai dari ciri-ciri penderita osteoporosis remaja/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska)

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang jarang atau bahkan tidak sama sekali menimbulkan gejala. Oleh sebab itu, terkadang osteoporosis sulit terdeteksi sebelum adanya pemeriksaan lebih lanjut.

Namun dari hasil penelitian, beberapa remaja yang terindikasi osteoporosis kerap mengeluhkan mudah lelah, tubuh lemas dan tak kuat mengangkat beban berat. Seseorang yang terkena osteoporosis juga akan sangat mudah mengalami patah tulang.

Cara Mencegah Osteoporosis Remaja

Untuk mencegah resiko juvenile osteoporosis, mulailah perbaiki gaya hidup sedini mungkin/Foto: pexels.com/Kindel Media
(Untuk mencegah resiko juvenile osteoporosis, mulailah perbaiki gaya hidup sedini mungkin/Foto: pexels.com/Kindel Media)

Selain suatu kondisi medis, faktor gaya hidup dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk turut menjadi penyebab osteoporosis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih memperhatikan keseharian kita mulai dari pola makan, pola tidur dan rutinitas olahraga.

Osteoporosis dapat terjadi apabila tulang kekurangan kalsium dan vitamin D. Untuk itu, pastikan tubuh selalu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Kalsium bisa kita dapatkan dengan memperbanyak minum susu dan mengkonsumsi makanan tepung, terutama tepung tapioca. Sementara vitamin D bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran, serta rutin berjemur karena sinar matahari juga dapat memberikan vitamin D bagi tubuh.

Apa yang Harus Kita Hindari Untuk Mengurangi Risiko Osteoporosis Remaja?

Minimalisir resiko osteoporosis remaja, hindari hal-hal berikut ini/Foto: pexels.com/cottonbro
(Minimalisir resiko osteoporosis remaja, hindari hal-hal berikut ini/Foto: pexels.com/cottonbro)

Olahraga berlebihan yang menyebabkan terganggunya siklus menstruasi, terlalu lama berbaring atau mengalami periode imobilitas yang lama dan asupan makanan yang tidak memadai dapat menjadi faktor pemicu osteoporosis dini. Oleh karena itu, sebaiknya hindari pola olahraga yang salah dan mulai konsumsi makanan sehat.

Merokok dan alkohol juga dapat menyebabkan osteoporosis remaja. Cara mencegah osteoporosis juga dapat dilakukan dengan memperbaiki kebiasaan dan menjalani pola hidup yang lebih sehat.

Beauties, itulah beberapa penyebab osteoporosis remaja serta cara mencegahnya. Sepanjang masa kanak-kanak hingga usia 30 tahun, tubuh kita membangun massa tulang puncak kita. Semakin banyak massa tulang yang kita miliki, maka semakin kuat tulang kita dan semakin rendah risiko osteoporosis di kemudian hari.

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id