sign up SIGN UP

Nggak Cuma Begadang, Ini 4 Kebiasaan Buruk Anak Muda yang Bisa Memperpendek Umur, Jangan Diabaikan!

Putri Rizki Aulika | Beautynesia
Kamis, 26 May 2022 23:00 WIB
Nggak Cuma Begadang, Ini 4 Kebiasaan Buruk Anak Muda yang Bisa Memperpendek Umur, Jangan Diabaikan!
caption

Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern, kebanyakan banyak anak muda sering kali melakukan kebiasaan buruk yang tanpa disadari bisa memperpendek umur. Salah satu kebiasaan buruk yang selalu dilakukan anak muda adalah begadang, yang membuat kamu akhirnya kurang tidur hingga mengganggu kualitas istirahat.

Ketika tubuh tak kunjung mendapatkan waktu istirahat yang cukup, maka akan berdampak pada kesehatan. Apalagi jika kamu sudah menyadari kebiasaan buruk ini, tetapi malah mengabaikannya.

Namun tidak hanya begadang, ternyata ada beberapa kebiasaan buruk anak muda lainnya yang sebaiknya kamu hindari untuk mengurangi risiko umur pendek. Dirangkum dari Eat This, Not That!, yuk simak ulasannya!

Tidak Mencuci Tangan

Kebiasaan baik mencuci tangan perlu diterapkan/Foto: Freepik.com/Freepik
Kebiasaan baik mencuci tangan perlu diterapkan/Foto: Freepik.com/Freepik

Membatasi jumlah bakteri dan virus dengan menjaga kebersihan tangan sangat penting dilakukan. Sayangnya, masih banyak anak muda yang menyepelekan kebiasaan mencuci tangan.

Padahal mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri dan virus, karena biasanya bagian sensitif pada tubuh seperti mata, hidung dan mulut sering bersentuhan langsung dengan tangan. Terlebih di era pandemi Covid-19 seperti ini, rajin mencuci tangan adalah hal yang wajib dilakukan.

Cukup luangkan waktu selama 20 detik untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah beraktivitas sebagai bentuk pencegahan dari berbagai bakteri dan virus. Jangan sampai tidak mencuci tangan, ya, Beauties.

Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula

Mengonsumsi asupan gula hingga melebihi batas harian/Foto: Freepik.com/wayhomestudio
Mengonsumsi asupan gula hingga melebihi batas harian/Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Kesalahan umum yang biasanya dilakukan banyak anak muda adalah meremehkan jumlah gula yang mereka makan setiap hari. Contohnya dari aneka minuman rasa hingga makanan ringan yang diiklankan sebagai camilan sehat yang ternyata memiliki jumlah gula harian melebihi batas harian.

Jika seseorang sudah mengalami kelebihan gula dalam darah, maka dapat menyebabkan resistensi insulin dan pra-diabetes. Diabetes dapat merusak jaringan sensitif seperti ginjal dan pembuluh darah di mata.

Inilah pentingnya membaca label nutrisi dan melihat berapa banyak kadar gula yang kamu konsumsi setiap hari. Sebaiknya kamu mulai mencoba membatasi asupan gula agar meminimalisir risiko kelebihan gula.

Menghirup Polusi Udara

Bahaya polusi udara/Foto; Freepik.com/wirestock
Bahaya polusi udara/Foto; Freepik.com/wirestock

Bukan hanya merokok yang bisa menyebabkan berbagai penyakit pernapasan dan kanker yang berujung dengan kematian, polusi udara juga turut berperan memperpendek umur. Dari asap kendaraan hingga asap pabrik dapat memicu masalah kesehatan yang serius untuk ditangani, seperti gangguan kesehatan paru-paru, asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan kanker paru-paru. Bahkan polusi udara memberikan dampak kurangnya kadar oksigen di dalam tubuh manusia.

Menghindari polusi udara dengan memakai masker bisa menjadi kebiasaan baik yang harus kamu lakukan. Jangan abaikan kebiasaan memakai masker agar dapat mengurangi ancaman penyakit pernapasan. Pastikan kamu juga menjaga kesehatan kulit karena bahan pencemar udara bisa masuk lewat pori-pori kulit.

Mengabaikan Potensi Serangan Jantung

Anak muda juga memiliki potensi terkena serangan jantung/Foto: Freepik.com/jcomp
Anak muda juga memiliki potensi terkena serangan jantung/Foto: Freepik.com/jcomp

Secara umum, penyakit jantung terjadi ketika plak arteri yang terbuat dari lemak, kolesterol, dan bahan lainnya, terbentuk di dinding arteri. Lesi tersebut menjadi berbahaya karena terus menumpuk di pembuluh darah yang mensuplai jantung (arteri koroner). Pada akhirnya penumpukan plak akan pecah seperti lepuh ke pembuluh dan menyebabkan serangan jantung atau infark miokard, yang kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada jantung atau kematian mendadak.

Seorang dokter asal Amerika Serikat, Dr. Yale R. Smith MD dari Center for Antiaging, Aesthetic and Rejuvenation Medicine menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen pasien yang menderita penyakit jantung substansial tidak mengalami gejala sebelum divonis. Tidak hanya menyerang orang tua, potensi serangan jantung juga bisa dialami anak muda, apalagi dengan kebiasaan dan gaya hidup buruk. Smith menyarankan untuk menjaga kondisi jantung tetap baik, lakukanlah deteksi dini dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Smith juga mengingatkan kepada semua orang untuk waspada terhadap penyakit jantung, mengingat yang paling berisiko terkena serangan jantung yakni seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita penyakit jantung, diabetes, kegemukan dan penyakit radang.

Menerapkan gaya hidup sehat memberikan potensi panjang umur dan terhindar dari berbagai penyakit. Jika kamu terus melakukan kebiasaan lamamu yang buruk, potensi terserang penyakit bisa terjadi hingga memperpendek umur. Yuk, jaga kesehatan, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id