Peringati Hari Prematur Sedunia: Hindari 3 Kebiasaan Ini untuk Cegah Persalinan Prematur

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Jumat, 17 Nov 2023 06:45 WIB
3. Stop Merokok dan Jauhkan Diri dari Paparan Asap Rokok
Kandungan karbon monoksida pada rokok mampu menghambat asupan nutrisi ke janin/foto: iStock/dragana991

Siapa sih yang ingin melahirkan bayi dalam kandungan secara prematur? Pasti banyak ibu yang ingin melahirkan normal, bukan? Banyak faktor yang membuat ibu hamil melakukan kelahiran prematur. 

Sebenarnya pada usia kehamilan ke berapa bayi disebut mengalami kelahiran prematur? Bayi dianggap lahir prematur saat usianya kurang dari 37 minggu. 

Guna menghindari bayi lahir prematur, Beauties perlu memperhatikan betul-betul kondisi kesehatan. Baik dari segi kebiasaan hingga pemenuhan nutrisi untuk janin dan ibunya.

Nah, untuk memperingati Hari Prematur Sedunia yang jatuh pada 17 November, berikut terdapat 3 kebiasaan yang bisa Beauties terapkan agar terhindar dari persalinan prematur.

1. Hindari Stres: Usahakan Selalu Bahagia

Stres yang berlebih bisa membuat bumil mengalami kelahiran prematur/foto: iStock/DJelicS

Stres memang hal yang normal tapi bukan hal yang baik apalagi jika kondisi Beauties sedang hamil.

Fase kehamilan memang menyebabkan adanya perubahan hormon, psikologis, dan fisik ibu hamil. Kondisi itulah yang terkadang mampu membuat bumil menjadi mudah stres.

Jurnal bertajuk 'Effect of Maternal Stress during Pregnancy on the Risk for Preterm Birth' melaporkan, dalam penelitiannya sebanyak 20% bayi yang lahir prematur disebabkan karena adanya perasaan stres yang dialami oleh ibunya. 

Disamping itu, NIH (National Institutes of Health) mengatakan bahwa ibu hamil yang mengalami stres berlebih akan meningkatkan tekanan darahnya. Seperti yang kita tau, tekanan darah yang tinggi berpotensi membuat bayi dalam kandungan harus dilahirkan secara prematur. 

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), tekanan darah ibu hamil seharusnya berkisar atau kurang dari 120/80 mm Hg. Namun tidak sampai di angka 90/60 mm Hg.

Tekanan darah yang tinggi saat kehamilan dikenal dengan hipertensi gestasional. Mengutip Medical News Today, hipertensi ini terjadi jika pada 20 minggu pertama masa kehamilan tekanan darah masih normal dan kemudian meningkat 140/90 mm Hg atau lebih pada pertengahan masa kehamilan.

2. Jangan Asal Minum Obat Tanpa Resep Dokter

Konsumsi obat tertentu dalam masa kehamilan tanpa didampingi anjuran dokter sangat berbahaya bagi janin/foto: pexels.com/artem podrez

Sudah bukan hal yang tabu lagi, seorang ibu hamil tidak boleh sembarang minum obat. Jika diperlukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter supaya tidak salah langkah kedepannya.

Ibuprofen adalah salah satu obat pereda nyeri untuk sakit gigi atau nyeri setelah operasi gigi, sakit kepala, hingga nyeri haid. Mengutip Healthline, beberapa ahli menyatakan ibuprofen yang dikonsumsi dengan dosis kecil di masa awal kehamilan masih dalam kategori aman untuk kesehatan bumil dan janin.

Namun, saat memasuki trimester ke-3 ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi ibuprofen. Dalam fase kehamilan ini, ibuprofen berpotensi menimbulkan kelainan jantung pada bayi yang sedang berkembang.

Obat kedua, warfarin (Coumadin). Warfarin adalah obat pengencer darah yang berfungsi untuk mengatasi dan mencegah agar gumpalan darah tidak semakin membesar dan menyumbat pembuluh darah. Jika mengonsumsi obat ini dalam masa kehamilan bisa menyebabkan cacat lahir bayi. 

Jadi, penggunaan warfarin perlu dihindari kecuali risiko penggumpalan darah lebih berbahaya daripada risiko terhadap kesehatan bayi.

3. Stop Merokok dan Jauhkan Diri dari Paparan Asap Rokok

Kandungan karbon monoksida pada rokok mampu menghambat asupan nutrisi ke janin/foto: iStock/dragana991

Bagi perempuan yang suka merokok, stop dulu kebiasaan satu ini saat menjalani masa kehamilan. Selain itu, menjauhlah dari jangkauan paparan asap rokok. Lho apakah konsumsi dan terpapar asap rokok bagi bumil berbahaya, kenapa?

Rokok mengandung zat yang berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar. Kandungan karbon monoksida yang ada di dalam asap rokok dapat menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi ke janin. Alhasil dapat membuat pernapasan dan denyut jantung janin terganggu bahkan bisa berakibat fatal yaitu keguguran.

CDC (Center for Disease Control and Prevention) dalam laporannya mengungkapkan, bahwa merokok pada masa kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Selain itu juga mampu menyebabkan kerusakan jaringan pada bayi yang belum lahir, terutama pada jaringan paru-paru dan otak.

Itulah 3 kebiasaan yang perlu diperhatikan saat Beauties sedang hamil. Semoga bermanfaat!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE