Perut Buncit Konon Bisa Mengecil Karena Paparan Sinar Matahari, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya!
Berat badan ideal tentu menjadi impian banyak orang. Selain alasan kesehatan, tubuh yang proporsional juga memudahkan kita dalam beraktivitas.
Sayangnya, sebagian besar orang mengalami kesulitan untuk mendapat berat tubuh yang proporsional. Paling banyak di antaranya karena persoalan perut buncit yang menghantui.
Pasalnya butuh effort yang ekstra untuk mengatasi perut buncit. Selain olahraga rutin, kamu juga harus menjaga pola makan. Tapi Beauties pernah nggak sih mendengar bahwa sinar matahari bisa mengecilkan perut buncit?
![]() Perut buncit /Foto: Towfiqu Barbhuiya/Pexels |
Paparan Sinar Matahari Bisa Membakar Lemak
Sebuah studi dari University of Alberta di Edmonton, Kanada mengungkapkan efek sinar matahari terhadap lemak tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Peter Light dan timnya ini mendapati bahwa cahaya biru sinar matahari dapat menembus kulit dan mengurangi ukuran lipid di bawahnya.
Studi yang sama juga menjelaskan mengapa di musim dingin yang nggak banyak terkena paparan sinar matahari, membuat kebanyakan orang mengalami kenaikan berat tubuh. Kurangnya sinar matahari di bulan-bulan tertentu yang lebih gelap saat musim dingin tiba, dapat meningkatkan penyimpanan lemak.
Meski begitu, Light juga memperingatkan untuk nggak mengadopsi temuan ini secara mentah-mentah. Artinya nggak serta merta kamu menjadikan paparan sinar matahari sebagai satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan.
![]() Berjemur di bawah matahari /Foto: Andrea Piacquadio/Pexels |
Ini disebabkan masih banyak variabel yang masih belum diketahui. Misalnya saja seperti intensitas dan durasi cahaya yang diperlukan untuk mendapati hasil pembakaran lemak tersebut. Demikian yang dilansir pada laman Medical News Today.
Manfaat Kesehatan dan Risiko Paparan Sinar Matahari
Sinar matahari memang memiliki beberapa manfaat kesehatan Beauties. Saat kamu menyempatkan diri berjemur di pagi hari, sinar ultra violet yang terpancar bisa berdampak langsung pada kemampuan kulitmu, untuk secara alami menghasilkan vitamin D.
Vitamin D ini memainkan peran kunci dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Nggak hanya itu, vitamin D juga dapat meningkatkan kepadatan tulang yang lebih kuat.
![]() Menggunakan sun block /Foto: Armin Rimoldi/Pexels |
Meski begitu, tetap ada risiko yang bisa dialami jika terlalu lama terpapar sinar matahari secara langsung. Risiko utamanya ialah meningkatnya peluang terkena kanker kulit.
Sebenarnya, hal ini bergantung pada seberapa besar intensitas paparan sinar matahari tersebut dan seberapa sensitif kulitmu terhadap sinar UV A dan UV B. Karenanya profesional medis merekomendasikan agar kamu membatasi paparan sinar matahari langsung tanpa perlindungan sekitar 15 menit sehari. Demikian yang dilansir pada laman Total Shape.
So, sebelum berjemur di bawah terik matahari pagi, pastikan kamu menggunakan perlindungan diri dulu seperti sunscreen atau sun block ya Beauties!
---
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


