sign up SIGN UP

Trikotilomania: Kebiasaan Mencabut Rambut yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental, Bahaya!

Aulia Septia Wati | Beautynesia
Kamis, 05 May 2022 07:00 WIB
Trikotilomania: Kebiasaan Mencabut Rambut yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental, Bahaya!
caption

Pemahaman akan kesehatan mental adalah sebuah keharusan. Terutama di masa sekarang, ketika munculnya pandemi yang mengejutkan sebab cukup memberi efek serius terhadap kejiwaan manusia. Setuju, Beauties?

Berbicara tentang kesehatan mental, kamu mungkin pernah mendengar istilah anxiety, bipolar, dan schizophrenia yang merupakan beberapa jenis kondisi gangguan mental. Namun, di samping itu masih banyak jenis gangguan mental lain yang kurang dikenal masyarakat, seperti trikotilomania.

Mengenal Trikotilomania
Anxiety sebagai gangguan kesehatan mental/pexels/anna shvets

Lantas, apa sebenarnya trikotilomania?

Trikotilomania yaitu kondisi di mana seseorang mempunyai kebiasaan untuk mencabut rambut-rambut di berbagai bagian tubuh misalnya rambut kepala, ketiak, alis, dan sebagainya. Meskipun terdengar biasa saja, ternyata trikotilomania berhubungan dengan gangguan mental yang cukup berbahaya bagi kesehatan.

Mengenal Trikotilomania

Dilansir dari healthline.com, trikotilomania (TTM) merupakan gangguan mental di mana seseorang merasakan dorongan yang kuat untuk menarik/mencabut rambutnya sendiri. Menurut sebuah penelitian, 0.5 sampai 2 persen orang mengalami trikotilomania.

Trikotilomania biasanya terjadi pada masa remaja. Sekali bermula, kebiasaan ini dapat berlanjut sampai masa dewasa. Meskipun dapat dialami oleh laki-laki dan perempuan, beberapa sumber menyebutkan potensi yang lebih besar bagi perempuan untuk mengalami trikotilomania.

Gejala Trikotilomania

Mengenal trikotilomania
Hasrat untuk mencabut rambut/freepik.com

Melansir dari Medical News Today, orang yang mengalami Trikotilomania mempunyai kebiasaan tertentu antara lain:

  • Sering mencabut rambut secara berulang, biasanya tanpa sadar.
  • Baru menyadari setelah melakukannya.
  • Kesulitan untuk berhenti mencabut rambut meskipun telah berusaha.
  • Kerontokan/kebotakan sebagian karena. rambut terus dicabut.
  • Cemas dan stres karena perilaku ini

Selain itu, gejala lainnya yang dialami oleh penderita trikotilomania berupa tindakan menempelkan/menggesekkan rambut yang dicabut ke bagian tubuh lain misalnya bibir.

Penyebab Trikotilomania

Sementara itu, beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya trikotilomania yaitu:

  • Faktor genetik, dimana riwayat orang tua atau keluarga berperan untuk menyebabkan seseorang mengalami trikotilomania.
  • Trauma masa kecil, yang biasanya menyebabkan seseorang mengalihkan traumanya dengan mencabuti rambut.
  • Gangguan stres dan anxiety, menjadi sebab orang mengalami trikotilomania dengan cara yang sama seperti trauma

Bahaya Trikotilomania

Selain bisa mengindikasikan gangguan mental tertentu, kebiasaan mencabut rambut yang dibiarkan terus menerus dapat merugikan keadaan fisik  berupa kebotakan sebagian. Jika hal itu terjadi, dampak lainnya yang tidak bisa dihindari adalah semakin parahnya kondisi mental akibat stress akan kebotakan, menurunnya kepercayaan diri, sampai kerusakan kulit kepala.

Mengenal Trikotilomania
Kebotakan sebagian/freepik.com

Pengobatan Trikotilomania

Karena masih minimnya informasi mengenai kondisi trikotilomania, biasanya orang-orang yang mengalami gejala tidak menyadarinya sebagai gangguan, apalagi mencari bantuan medis untuk kondisi ini.

Melansir dari WebMD, pengobatan trikotilomania bisa melalui terapi maupun medis. Pengobatan terapi, dalam taraf gangguan yang masih bisa dikendalikan, bisa berupa terapi penerimaan dan komitmen untuk tidak mencabut rambut, mengganti kebiasaan mencabut rambut dengan kebiasaan lain, dan terapi kognitif.

Jika pengobatan melalui terapi tidak memungkinkan, penderita bisa meminta bantuan dokter untuk perawatan medis.

Mengenal trikotilomania
Menahan hasrat mencabut rambut dengan mengepalkan tangan/pexels/lukas


Nah Beauties, setelah tahu mengenai trikotilomania, kita harus semakin waspada mengenai kesehatan mental. Jika kalian mempunyai kondisi dan gejala ini, kalian bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id