4 Ciri Spons Makeup yang Menjadi Sarang Bakteri, Jangan Lagi Dipakai!

Ayu Novia | Beautynesia
Selasa, 26 May 2026 18:30 WIB
3. Mengeluarkan Bau Meski Sudah Dibersihkan
Spons makeup/Freepik.com

Beauties, spons makeup adalah salah satu alat yang hampir tidak pernah absen dalam rutinitas makeup sehari-hari. Kehadirannya sangat diandalkan untuk menghasilkan tampilan complexion yang halus dan flawless.

Namun, tahukah kamu bahwa spons tersebut bisa berubah menjadi sarang bakteri berbahaya tanpa kamu sadari? Spons makeup yang sering bersentuhan langsung dengan wajah ini ternyata menyimpan risiko tersembunyi jika tidak dirawat dengan benar.

Mengenali ciri-ciri spons yang sudah terkontaminasi adalah langkah paling penting untuk menjaga kesehatan kulitmu dari ancaman masalah jerawat hingga iritasi. Biar kamu tidak salah langkah, yuk simak sederet ciri spons makeup yang sudah menjadi sarang bakteri berikut ini. Jangan sampai dilewatkan, ya!

1. Spons Menyimpan Kelembapan Berlebih dan Tidak Kering Sempurna

Ampuh Banget, Ini Tips Mudah Bersihkan Spons Makeup

Spons makeup/Foto: beautynesia

Alasan utama spons makeup rentan menjadi sarang bakteri adalah karena sifatnya yang menyerap air. Ketika spons tidak dikeringkan dengan benar setelah digunakan atau dicuci, kelembapan yang tertinggal di dalamnya menciptakan kondisi ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Menyimpan spons dalam kondisi lembap di dalam pouch makeup tertutup semakin memperparah kondisi ini karena sirkulasi udara terhambat.

2. Tampak Bercak Gelap atau Perubahan Warna yang Tidak Wajar

Perhatikan permukaan spons milikmu. Jika muncul bercak-bercak gelap kecil atau warna spons berubah secara tidak merata meski sudah dicuci, itu bisa menjadi tanda pertumbuhan jamur. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena jamur pada spons makeup dapat memicu iritasi kulit, jerawat, hingga komplikasi kulit lainnya. Spons yang mengalami perubahan warna seperti ini sebaiknya segera dibuang.

3. Mengeluarkan Bau Meski Sudah Dibersihkan

Spons yang berbau tidak sedap, bahkan setelah dicuci bersih adalah tanda bahwa bakteri sudah berkembang di dalam serat spons.

Spons makeup/Freepik.com

Spons yang berbau tidak sedap, bahkan setelah dicuci bersih adalah tanda bahwa bakteri sudah berkembang di dalam serat spons. Saat hal ini terjadi, spons tidak bisa sepenuhnya dihilangkan hanya dengan pembersihan biasa.

Spons bisa benar-benar "membusuk" jika tidak rajin dibersihkan, mengingat kombinasi minyak kulit, sisa produk makeup, dan kelembapan adalah media pertumbuhan mikroorganisme yang sangat ideal. Alat makeup ini lebih mudah menyimpan bakteri dibandingkan kuas biasa, sehingga bila tidak rutin dibersihkan, spons dapat benar-benar rusak dari dalam.

4. Tekstur Spons Mulai Retak, Robek, atau Rapuh

Spons yang sudah lama digunakan dan tidak diganti akan mengalami kerusakan fisik, seperti permukaan yang mulai retak, robek, atau mudah hancur saat ditekan. Kondisi ini bukan sekadar masalah estetika, tetapi retakan pada permukaan spons menciptakan celah-celah kecil yang menjadi tempat bagi bakteri dan sisa produk untuk bersembunyi dan berkumpul.

Selain itu, riasan yang diaplikasikan menggunakan spons rusak tidak akan menyebar rata dan justru berpotensi mengiritasi kulit. Para ahli kecantikan menyarankan untuk mengganti spons makeup setiap tiga hingga empat bulan sekali, atau lebih awal jika ditemukan tanda-tanda kerusakan fisik maupun bau tidak sedap.

Beauties, itu dia sederet ciri spons makeup yang sudah menjadi sarang bakteri. Penting untukmu memerhatikannya agar kesehatan kulitmu tetap terjaga ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE