sign up SIGN UP

Sering Dianggap Aman, 3 Kondisi Ini Ternyata Malah Jadi Pemicu Sunburn yang Bahaya Buat Kulit!

Cica Rahmania | Beautynesia
Sabtu, 25 Jun 2022 09:00 WIB
Sering Dianggap Aman, 3 Kondisi Ini Ternyata Malah Jadi Pemicu Sunburn yang Bahaya Buat Kulit!
caption
Jakarta -

Sinar matahari adalah energi alami yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di dunia. Kendati dibutuhkan, tapi pada beberapa kesempatan, matahari justru bersifat merusak dan menghancurkan.

Sebut saja ketika seseorang mengonsumsi atau mendapat sinar matahari terlalu banyak untuk kulitnya, ia akan mengalami sunburn. Namun, berkat teknologi yang canggih, seseorang bisa mencegah atau memperkecil risiko kulit terbakar. Sunscreen, misalnya.

Manfaat biji wijenIlustrasi sunburn. (Foto: Freepik.com/gpointstudio)

Sayangnya, belakangan diketahui bahwa hal-hal yang diketahui melindungi kulit dari sengatan sinar matahari justru malah merusak kulit. Dokter kulit bersertifikat, Dr. Lindsey Zubritsky, M.D. dan Dr. Jenny Liu, M.D., menjelaskan kepada Bustle. Berikut ulasannya

Taning Melindungi Kulit dari Sunburn

Beberapa orang menganggap taning bisa melindungi kulit karena memiliki warna gelap yang berfungsi sebagai pelindung. Padahal, pengaplikasian tan masih sangat membuka peluang kulit terbakar sinar matahari.

Ilustrasi sunscreen.Ilustrasi sunscreen. / Foto: Getty Images/AleksandarGeorgiev

"Memakai tan hanya menawarkan perlindungan sekitar SPF 3 atau 4, dan kamu pasti masih bisa terbakar sinar matahari bahkan dengan tan," kata Zubritsky kepada Bustle.

Kulit Gelap Nggak Bisa Sunburn

Masih berhubungan dengan poin di atas, dokter kulit bersertifikat, Dr. Ryan Turner, M.D., menjelaskan jenis kulit yang lebih gelap masih bisa mengalami sengatan matahari. Lebih dari itu, kulit gelap juga bisa menerima efek negatif dari paparan UVB yang berkepanjangan, seperti kanker kulit.

kulit gelapIlustrasi kulit gelap. / Foto: pexels.com/Godisable Jacob

"Sementara kulit gelap menawarkan beberapa perlindungan alami, perlindungan matahari disarankan untuk semua warna kulit," kata Turner.

Cuaca Berawan Tidak Bikin Sunburn

Beberapa orang percaya bahwa dampak buruk matahari hanya akan terjadi pada saat ia berpijar. Sebaliknya, ketika matahari meredup, maka dampak pun akan semakin kecil.

Tips Tubuh Wangi di Cuaca Panas/ pexels.com/ Min AnIlustrasi cuaca berawan. (Foto: pexels.com/Min An)/ Foto: Sri Widia

Namun, Dr. Liu menjelaskan bahwa cuaca berawan tidak langsung membuat efek negatif matahari jadi berkurang. Peluang berbahaya itu tetap ada. 

"Orang-orang merasa lebih aman ketika cuaca berawan dan cenderung tidak memakai tabir surya, tetapi, ironisnya, saya melihat banyak orang terbakar pada hari berawan," katanya.

Lebih lanjut, Dr. Liu juga mengatakan bahwa sengatan matahari dapat terjadi di musim dingin. Dengan demikian, menggunakan tabir surya adalah harga mati untuk melindungi kulit dari efek buruk sengatan matahari.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id