sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Mengenal 4 Fakta Obsessive Love Disorder, Kenali dari Awal!

Lifia Mawaddah Putri | Rabu, 24 Feb 2021 20:00 WIB
Mengenal 4 Fakta Obsessive Love Disorder, Kenali dari Awal!
caption
Jakarta -

Terkadang, cinta dan obsesi memang sulit untuk dibedakan. Padahal, kedua hal ini sangat amat berbeda. Jonathan Marshall, seorang psikolog dan pakar asmara menganggap bahwa cinta buta di awal kisah percintaan adalah hal yang wajar.

Namun, ketika perasaan tersebut mengambil seluruh fokus utama seseorang, artinya orang tersebut telah terobsesi dengan objek cintanya. Kondisi ini disebut dengan Obsessive Love Disorder. Apakah kamu mengalaminya? Yuk coba cek faktanya berikut ini!

Definisi Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder (OLD) adalah suatu kondisi di mana seseorang menjadi sangat terobsesi dengan satu orang lainnya yang sangat ia cintai.
Pasangan Kekasih/freepik.com

Obsessive Love Disorder (OLD) adalah suatu kondisi di mana seseorang menjadi sangat terobsesi dengan satu orang lainnya yang sangat ia cintai. Ia memiliki keinginan obsesif yang luar biasa untuk memiliki dan melindungi orang tersebut.

Seseorang yang mengalami kondisi ini enggak menerima sebuah penolakan cinta atau kegagalan dalam urusan percintaan. Mereka merasa harus melindungi orang yang sangat dicintainya, seolah-olah orang yang dicintainya sudah menjadi miliknya.

Penyebab Obsessive Love Disorder

Kondisi ini biasanya menyerang bersamaan dengan jenis gangguan lainnya.
Pasangan Kekasih/freepik.com

Kondisi ini biasanya menyerang bersamaan dengan jenis gangguan lainnya. Misalnya seperti Erotomania yang merupakan interaksi antara Delusional dan Obsessive Love Disorder.

Penyebab lainnya adalah kurangnya kasih sayang seperti empati pada orang lain atau memiliki gangguan kesehatan mental yang cukup buruk. Gangguan kepribadian seperti Borderline Personality Disorder dan Bipolar juga bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya kondisi ini.

Perbedaan Obsesi dan Cinta

Ada beberapa perbedaan di antara cinta dan obsesi. Cinta akan membutuhkan kompromi dan negosiasi terhadap pasangan.
Pasangan Kekasih/freepik.com

Ada beberapa perbedaan di antara cinta dan obsesi. Cinta akan membutuhkan kompromi dan negosiasi terhadap pasangan. Sedangkan obsesi justru akan menuntut objek kasih sayangnya untuk tunduk dengan semua tuntutan orang tersebut.

Cinta juga memprioritaskan kesejahteraan pasangan dan menerima dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Sementara obsesi enggak mau mengakui kekurangan pada diri pasangan.

Gejala Obsessive Love Disorder

Gejala yang dialami oleh seseorang yang mengidap OLD adalah merasa tertarik luar biasa pada objek cintanya, merasa harus
Pasangan Kekasih/freepik.com

Gejala yang dialami oleh seseorang yang mengidap OLD adalah merasa tertarik luar biasa pada objek cintanya, merasa harus "melindungi" objek cintanya, memiliki pikiran serta melakukan tindakan posesif, merasa cemburu secara ekstrem, dan tingkat kepercayaan diri yang rendah.

Pada beberapa kasus, gejala ini bisa memburuk. Tanda lain yang bisa dikenali misalnya seperti mengirim pesan, email, dan panggilan telpon berulang kali. Selain itu, mereka juga akan memiliki kebutuhan konstan untuk diyakinkan, kesulitan menjalin pertemanan atau kontak dengan anggota keluarga karena obsesi pada seseorang, serta mengendalikan objek cintanya agar menuruti segala keinginannya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id