sign up SIGN UP

Sering Merasa Bersalah pada Pasangan? Jangan-jangan Kamu Korban Kekerasan Emosional dalam Hubungan!

Cynthia Claudia | Kamis, 25 Nov 2021 20:00 WIB
Sering Merasa Bersalah pada Pasangan? Jangan-jangan Kamu Korban Kekerasan Emosional dalam Hubungan!
Kenali Tanda-tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan/Foto: Freepik.com

Kekerasan emosional merupakan salah satu jenis kekerasan yang sulit dikenali dalam sebuah hubungan. Karena pada dasarnya, seseorang yang cenderung melukai pasangannya secara emosional biasanya menunjukkan perhatian dari awal. 

Namun, perlakuan perhatian ini biasanya hanya sementara. Ke depannya, pelakunya akan mencari berbagai cara untuk menunjukkan kekerasan emosional. Yuk, pelajari tanda-tanda dirimu jadi korban kekerasan emosional dalam hubungan berikut sebelum kamu mencari solusi yang tepat. 

1. Merasa Bersalah Ketika Pasangan Menyalahkanmu 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com

Tanda-tanda pertama kamu merupakan korban kekerasan emosional adalah ketika pasangan sering menyalahkanmu atau menuduhmu jika terjadi masalah. Meskipun bahwa ada kejadian buruk yang menimpa dirinya, ia cenderung menyalahkanmu mengenai apa yang dihadapinya. 

Ia juga cenderung melontarkan kata-kata seperti "Kenapa kamu nggak mengingatkanku?"atau "Apa diriku nggak cukup bagimu?"

2. Tidak Ingin Membicarakan Mengenai Hubungan 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/nathan cowley

Jika kamu termasuk yang jarang ingin membuka topik pembicaraan mengenai hubungan kalian di masa depan atau yang sekarang, maka ini merupakan sinyal bahwa kamu ingin menghindari suatu masalah karena alasan yang tidak ingin dibagikan. 

Ini merupakan tanda bahwa kamu merupakan korban kekerasan emosional dimana kamu merasa malu, dan meyakinkan diri bahwa jika kamu tidak membicarakannya, maka tidak akan ada yang tahu. 

3. Tidak Segan Dipermalukan di Depan Publik 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/ Liza Summer

Pasanganmu mungkin pernah memberi komentar kasar atau kritis dan dianggap sebagai lelucon. Ketika kamu tersinggung, maka kamu dianggap terlalu sensitif.

Meskipun kata-kata ini bersifat melucu, dan merendahkan seseorang, ia juga tidak segan melontarkannya di depan orang lain. Maka, ini sebuah tanda bahwa ke depannya ia tidak akan menghargai kamu di depan publik. Kamu juga sebaiknya berterus terang padanya bahwa perlakuan ini sangat mengganggu.

4. Meragukan Diri Sendiri 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/ Flora Westbrook

Kekerasan emosional bisa menyerang siapapun yang menjalani hubungan. Mungkin sebelumnya kamu merupakan seseorang yang percaya diri. Seiring berjalannya waktu, kamu merasa kepercayaan diri ini berkurang karena kamu tidak dihargai oleh pasanganmu. 

Maka, kamu juga akhirnya ikut merendahkan dirimu sendiri dan menganggap dirimu tidak pantas baginya. Ini menunjukkan bahwa dirimu merupakan seorang korban kekerasan emosional, terganggu karena pasangan yang terlalu kritis, sering menyalahkanmu, dan memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap dirimu. 

5. Merasa Layak Diabaikan Sebagai Hukuman 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/ engin aykurt

Pasanganmu bisa jadi sering menyalahkanmu, dan menghukummu dengan cara mendiamkanmu untuk beberapa saat. Ia tidak mau mendengarkan perkataanmu, bahkan menolak untuk menghabiskan waktu denganmu.

Ia juga menekankan bahwa sebaiknya kamu diberikan jarak untuk sementara waktu. Maka, kamu pun merasa terisolasi namun cenderung membenarkan perlakuan pasanganmu karena kamu merasa layak untuk "dihukum".

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id