sign up SIGN UP

5 Penyebab Ngantuk Berlebihan di Masa Kehamilan, Waspada!

ira syafira | Senin, 05 Jul 2021 20:30 WIB
5 Penyebab Ngantuk Berlebihan di Masa Kehamilan, Waspada!
caption
Jakarta -

Tidur menjadi salah satu hal penting untuk menunjang kesehatan dan janin ibu hamil selama masa kehamilan. Setiap hari, ibu disarankan untuk tidur minimal tujuh jam perharinya, dan tidak lebih dari sembilan jam. Tidak disarankan untuk ibu hamil tidur terlalu lama karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan.

Dari beberapa risiko yang muncul akibat mengantuk berlebihan dan tidur terlalu lama saat hamil, di antaranya ada berkurangnya tekanan darah yang  disalurkan ke janin. Selain itu, kadar gula darah juga akan meningkat dan dapat berujung diabetes.

Sebaiknya, ibu hamil mulai mengenali lima faktor penyebab ngantuk berlebihan pada masa kehamilan agar bisa melakukan proses pencegahan sedini mungkin. Berikut beberapa penyebab yang harus di waspadai.

1. Sindrom Kaki Gelisah dan Beser

Foto: Kaki gelisah/freepik.com/@Dragana_Gordic
Foto: Kaki gelisah/freepik.com/dragana_gordic

Ibu hamil terkadang sering mengalami kekurangan asal folat dan besi dalam tubuhnya, hal ini rentan membuatnya untuk menggerakkan kaki terus-menerus. Perut yang semakin membesar juga memberi dorongan tekanan ekstra pada kandung kemih, sehingga ibu hamil mungkin menjadi lebih sering buang air kecil.

Dua hal tersebut akan sering mengganggu tidur hingga tidak jarang ibu hamil merasa sering mengantuk dan kurang tidur. Walaupun, pada kenyataannya mereka sudah tidur bahkan lebih dari sembilan jam sehari.

2. Adanya Peningkatan Metabolisme

Foto: Peningkatan metabolisme/freepik.com/@senivpetro
Foto: Peningkatan metabolisme/freepik.com/senivpetro

Konsumsi zat gizi seperti karbohidrat, lemak, dan protein pada ibu hamil lebih tinggi dibandingkan dengan saat sebelum hamil. Zat gizi ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang. Selain itu, ibu hamil juga mengalami peningkatan jumlah cairan dalam tubuh dan berdampak terhadap proses metabolisme yang semakin meningkat.

Pada kondisi ini, aktivitas jantung akan berlipat ganda karena cairan yang dipompa juga meningkat. Hal ini bisa mengakibatkan mual dan muntah dan akhirnya mendorong rasa lelah berlebihan, hingga ibu hamil merasa ingin tidur terus menerus.

3. GERD

Foto: GERD/freepik.com/@icomp
Foto: GERD/freepik.com/icomp

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi yang umum dialami perempuan yang memiliki cincin otot longgar di bagian bawah kerongkongan. Bagian ini akan membuat makanan serta cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut dapat naik kembali ke aras.

Kondisi ini akan sangat mengganggu waktu istirahat dan seringkali membuat ibu hamil merasa selalu kelelahan dan membutuhkan waktu tidur lebih lama dari seharusnya.

4. Rasa Tidak Nyaman dan Cemas

Foto: Tidak nyaman dan cemas/freepik.com/@gilitukha
Foto: Tidak nyaman dan cemas/freepik.com/gilitukha

Sangat normal bagi ibu hamil untuk merasa tidak nyaman dan cemas dalam proses penyesuaian diri dengan perubahan fisik selama kehamilan. Selain kesulitan tidur karena perut yang semakin membesar, cemas juga kerap membuat ibu semakin terjaga.

Hal ini menyebabkan ibu hamil menjadi cenderung tidur jauh lebih lama karena menolak untuk bergerak atau bangun ketika akhirnya dapat beristitirahat dengan nyaman.

5. Sleep Apnea

Foto: Sleep Apnea/freepik.com/@Dragana_Gordic
Foto: Sleep Apnea/freepik.com/dragana_gordic

Sleep Apnea adalah gangguan tidur yang cukup berbahaya, dimana pernapasan bisa berhenti berulang kali. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi karena perubahan hormonal dan fisiolis yang terjadi pada ibu hamil. Sleep Apnea yang terjadi terus menerus bisa membuat ibu hamil menjadi sulit untuk tidur dengan nyenyak dan merasa ngantuk seharian.

Apabila ibu hamil sering mendengkur keras dan merasa lelah sesudah tidur semalaman, bisa jadi ibu hamil mengidap sleep apnea. Sebaiknya, jika ibu hamil sudah merasakan gejala sleep apnea, segera konsultasikan kondisi ke dokter ahli.

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id