sign up SIGN UP

Tidak Ingin Berisiko, Negara Ini Tunda Penggunaan Vaksin Moderna untuk Usia Muda, Termasuk Indonesia?

Rini Apriliani | Senin, 11 Oct 2021 15:30 WIB
Tidak Ingin Berisiko, Negara Ini Tunda Penggunaan Vaksin Moderna untuk Usia Muda, Termasuk Indonesia?
caption
Jakarta -

Berbagai negara di dunia sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi. Jenis vaksin Covid-19 terbaru dengan tingkat efikasi terbaik pun terus dihadirkan, salah satunya penggunaan vaksin Moderna.

Vaksin Moderna adalah vaksin jenis mRNA yang cara kerjanya adalah dengan mengajarkan sel-sel tubuh untuk menghasilkan protein tertentu untuk membentuk respons imun. Setelah respons imun tersebut terbentuk, maka akan hadir antibodi yang menjadi tameng untuk melindungi tubuh jika terinfeksi virus.

Vaksin moderna digunakan untuk menangani covid-19 di Indonesia/foto:instagram.com/nakes_majalengkaVaksin Moderna/Foto: Instagram.com/nakes_majalengka

Adapun vaksin Covid-19 yang satu ini dikembangkan oleh Moderna, Inc. dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Amerika Serikat. Beberapa negara sat ini telah turut menggunakan vaksin Moderna untuk masyarakatnya, tak terkecuali Indonesia.

Namun sayangnya, kabar terbaru hadir dari beberapa negara di Eropa. Meningkatnya kasus peradangan jantung usai vaksinasi Moderna, membuat sejumlah negara mulai berhenti melakukan jenis vaksin yang satu ini, untuk usia 30 tahun ke bawah.

Daftar Negara yang Menunda Penggunaan Vaksin Moderna

Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna.Vaksin Moderna/ Foto: Pradita Utama

Kejadian membahayakan ini terjadi pada usia remaja, setelah mereka menerima vaksin Moderna dosis kedua. Karena hal ini, menyusul negara Eropa yang melakukan pemberhentian, kini beberapa negara lain pun turut menunda penggunaan vaksin Moderna. Simak deretannya di sini yuk!

1. Islandia

Saat beberapa negara ramai melakukan penyetopan vaksin Moderna, Islandia pun akhirnya memilih vaksin Pfizer sebagai jalan keluar terbaik untuk masyarakatnya. Selain karena menghindari risiko yang terus meningkat, hal ini pun dilakukan karena memang vaksin Pfizer masih memiliki banyak stok tersedia.

2. Finlandia

Saat vaksin Moderna ditangguhkan keamanannya, Mika Salminen selaku Direktur Institut Kesehatan Finlandia menegaskan jika akan memberikan vaksin Pfizer kepada pria yang lahir tahun 1991 dan setelahnya. 

Bukan tanpa alasan, ternyata kasus peradangan jantung yang meningkat ini banyak terjadi pada pria. Selain itu, mereka juga akan memberikan vaksin Pfizer pada kelompok usia 12 tahun ke atas.

3. Swedia

Swedia dengan tegas menghentikan vaksin Moderna yang diberikan untuk usia dewasa muda. Mereka mengungkapkan jika ada adanya kaitan jelas antara vaksin Moderna dengan kasus peradangan jantung ini.

Apalagi setelah melakukan dosis kedua. Menghindari efek samping Moderna, Swedia menjadi negara yang pertama kali menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 yang satu ini.

4. Denmark

Seperti yang dilansir dari Detik Health, negara Denmark ternyata sempat menggunakan vaksin Moderna untuk usia anak hingga remaja, yaitu 12-17 tahun. Namun, setelah laporan mikoarditis yang meningkat, mereka memilih ikut menunda penggunaan vaksin Moderna untuk masyarakatnya dan menggantinya dengan vaksin Pfizer. 

Bagaimana dengan Indonesia?

Orang dengan riwayat imunisasi lain kurang dari 1 bulan dilarang vaksin Covid-19/Foto: pexels.com/FRANK MERINOVaksin Moderna/Foto: Pexels.com/Frank Merino

Untuk Indonesia sendiri, belum ada kabar terbaru apakah jenis vaksin Moderna ini akan dihentikan seperti beberapa negara lain atau tidak.

Namun, Vito Damay selaku Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah mengungkapkan jika memang ada beberapa orang yang melakukan suntik vaksin dengan jenis mRNA yang mungkin akan mengalami peradangan jantung. Tapi tak perlu khawatir karena ini berisiko sangat kecil dan bisa disembuhkan. 

Ia pun kembali menambahkan jika miokarditis pada usia muda rentan terjadi karena respons imun yang lebih aktif dan responsif. Terakhir ia mengatakan untuk masyarakat agar tidak takut dengan risiko ini, karena yang tidak melakukan vaksinasi Covid-19 akan jauh lebih berisiko.

"Sekarang jangan takut divaksin karena ada risiko ini, karena yang tidak divaksin jauh lebih berisiko terkena miokarditis saat terkena Covid-19," ujar Vito Damay, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Senin (11/10).

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id