sign up SIGN UP

5 Cara Mengatasi Trauma akibat Pernah Mengalami Pelecehan Seksual

Ratih Dewi | Kamis, 09 Sep 2021 06:45 WIB
5 Cara Mengatasi Trauma akibat Pernah Mengalami Pelecehan Seksual
caption

Trauma yang dialami oleh korban akibat pelecehan seksual dapat menyebabkan depresi, rasa cemas, malu, menyalahkan diri sendiri, dan tidak mudah untuk proses pemulihannya.

Pada tahun 2017, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat sebanyak 2500 kasus pelecehan seksual pada perempuan.

Pelecehan seksual bisa terjadi di mana pun, kapan pun, dan tidak memandang usia atau pun gender. Bagi korban yang pernah mengalami pelecehan seksual, jelas tidak mudah dan meninggalkan rasa trauma mendalam.

Berikut beberapa cara yang sudah Beautynesia rangkum dari beberapa sumber untuk mengatasi trauma:

1. Bertemu dengan Konselor

Bertemu dengan Konselor
Bertemu dengan Konselor/Foto : pexels.com/SHVETS production

Rasa trauma yang dialami memang membutuhkan proses yang tidak sebentar untuk penyembuhannya. Temuilah konselor yang berspesialisasi dalam menangani pelecehan seksual supaya kamu bisa ditangani dengan baik. 

Kalau kamu mengalami pelecehan seksual seperti di kantor, sekolah, maupun kampus, dalam kasus ekstrem, beberapa di antara mereka akan melindungi citra instansi mereka dibandingkan korban, demikian dilansir dari laman Very Well Mind.

2. Menulis Kejadian yang dialami

Menulis Kejadian yang dialami
Menulis Kejadian yang dialami/Foto : pexels.com/Michael Burrows

Beberapa penelitian menunjukkan kalau menulis bisa membantu mengatasi kesedihan, rasa trauma, PTSD (post-traumatic stress disorder), insomnia, dan akan merasa lebih lega setelah menulis kejadian yang mereka alami dan bisa lebih optimis berbulan-bulan setelahnya. 

Dilansir dari laman Lean In, tuliskan pengalaman kamu selama 15 menit tentang pelecehan seksual yang dialami lalu renungkan sejenak. Mungkin kamu akan merasa kesal dan sedih ketika menulisnya, tetapi setelah meluapkan semua yang dialami, kamu akan merasa lebih baik setelahnya. 

3. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri
Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri/Foto : pexels.com/Andrea Piacquadio

Berhenti untuk menyalahkan diri sendiri. Apa yang terjadi itu bukan salah kamu dan orang yang harus disalahkan adalah pelakunya. Kalau kamu terus menyalahkan diri sendiri maka akan memperlambat proses penyembuhan. 

Bicaralah dengan orang yang terpercaya dan mintalah dukungan lebih untuk membuat kamu lebih percaya diri dan kuat kalau apa yang terjadi pada diri kamu, bukan salah kamu dan bukan kamu penyebabnya. 

4. Bicara dengan Orang yang Terpercaya

Bicara dengan Orang yang Terpercaya
Bicara dengan Orang yang Terpercaya/Foto : pexels.com/SHVETS production

Sebaiknya tidak memendam sendiri hal yang kamu alami akibat pelecehan seksual, beberapa kasus kalau memendam sendiri hal yang mengganggu kamu, maka akan mengakibatkan hal buruk seperi depresi yang berat, hingga keinginan untuk bunuh diri. 

Dilansir dari laman Help Guide, bicarakan dengan orang yang kamu percaya seperti teman, keluarga, atau konselor untuk membantu kamu mengatasi rasa trauma. Mereka akan memberikan bantuan dan dukungan untuk membuat kamu merasa lebih baik dan terlindungi.

5. Bergabung dalam Support Group

Bergabung dalam Support Group
Bergabung dalam Support Group/Foto : pexels.com/Tima Miroshnichenko

Bergabung dalam support group juga salah satu bentuk penyembuhan, karena kelompok tersebut berisi orang-orang yang pernah mengalami hal atau masalah yang serupa dan saling memberikan dukungan satu sama lain agar tidak merasa sendirian. 

Dilansir dari laman CNN Indonesia, kamu juga bisa bergabung dalam kegiatan sosial untuk belajar bersosialisasi kembali dan membantu orang lain. Rasa bahagia dan lega karena membantu orang lain, seperti menjadi relawan diketahui bisa membantu dalam proses penyembuhan trauma akibat pelecehan seksual. 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id