sign up SIGN UP

LIFE

Jangan Hanya Sedih, Ini 5 Cara Pintar Hadapi Online Bullying

Jovita | Kamis, 08 Oct 2020 19:00 WIB
Jangan Hanya Sedih, Ini 5 Cara Pintar Hadapi Online Bullying
caption

Media sosial telah merevolusi dunia. Perubahan ini telah memberikan suara kepada yang tidak bersuara, platform bagi mereka yang kurang terwakili dan komunitas untuk yang terisolasi.

Tapi, ada sisi lain dari dunia ini Ladies, utamanya menyoal body shaming (tindakan mengomentari bentuk fisik seseorang). Sifat media sosial yang serba inklusif dan mudah diakses adalah daya tarik terbesarnya, namun dalam beberapa kasus, juga merupakan sebuah kelemahan.

Itu karena media sosial memberikan pengguna yang biasanya anonim (tanpa nama) kesempatan untuk menganiaya, melecehkan, dan mengejek orang sepanjang waktu dengan komentar body shaming di setiap pos dan update. Khususnya jika kamu adalah seseorang yang hidup dalam spotlight, kamu mungkin memiliki pengalaman langsung dengan betapa mengganggu dan menjengkelkannya online bullying ini.


Meskipun bukan seorang selebriti, kamu mungkin pernah mengalami online bullying. Mendapat komentar tentang tubuh yang dinilai terlalu gemuk atau terlalu kurus, terlalu tinggi atau terlalu pendek. Kamu mungkin juga pernah mendapat kritik soal warna kulit, pakaian yang kamu kenakan, gaya rambut, makeup, dan sebagainya.

Online bullying dapat menyakiti dan membuatmu mempertanyakan diri sendiri, yang pada akhirnya menyebabkan dampak lebih parah, seperti depresi dan gangguan makan. Karena dampaknya besar, kamu perlu tahu cara pintar menghadapinya, Ladies. Yuk, simak di bawah ini informasinya!

Kenali musuhmu

Body Shaming/ Foto: Pexels.com
Body Shaming/ Foto: Pexels.com

Body shaming tidak selalu terang-terangan seperti orang menyebutmu "gemuk" atau "jelek", Ladies. Tindakan body shaming ini bisa dilakukan dengan sangat halus dan bisa datang dari orang yang kamu anggap teman. Meskipun sangat halus, komentar body shaming ini pasti kamu sadari lewat berbagai cara penyampaiannya.

Misalnya, seseorang mungkin mengatakan sesuatu seperti, "Kamu enggak bakal pernah punya pacar kalau bentukmu begini," atau, "Yakin kamu makan itu?". Komentar semacam itu mungkin tidak dimaksudkan untuk menyakiti, tapi percayalah, orang yang mengatakannya punya satu tujuan jelas, yaitu untuk membuatmu merasa buruk tentang diri sendiri.

Kamu enggak perlu punya toleransi soal body shaming ini, Ladies. Kamu boleh menerapkan prinsip bahwa jika seseorang tidak bisa mengatakan sesuatu yang baik, mereka lebih baik tidak mengatakan apa-apa sama sekali.

Membersihkan media sosialmu bisa jadi awal yang sangat baik untuk menghadapi body shaming. Singkirkan orang-orang, bahkan jika mereka adalah teman dekat, yang secara langsung atau tidak langsung mendukung budaya beracun body shaming.

Abaikan

Online Bullying/ Foto: Pexels.com
Online Bullying/ Foto: Pexels.com

Enggak ada orang yang suka diabaikan, dan seringkali cara terbaik untuk menghadapi pelaku body shaming adalah menganggap mereka tidak ada. Dengan kata lain, abaikan saja mereka.

Tukang bully hanya mem-bully untuk mendapatkan reaksi. Itu karena reaksi memvalidasi negativitas mereka yang mengakar dan membuktikan bahwa mereka telah membuatmu kesal. Jika kamu memilih untuk memperlakukan mereka sebagai sesuatu yang tidak penting dan enggak pantas mendapat balasan atau reaksi, kemungkinan besar mereka akan segera beralih ke target berikutnya, Ladies.

Ambil tindakan secara terencana

Hadapi dengan Dewasa/ Foto: Pexels.com
Hadapi dengan Dewasa/ Foto: Pexels.com

Jika mengabaikan body-shamers tidak berhasil, sekarang saatnya mengambil tindakan. Jika kamu ingin mengambil tindakan, jangan marah dan bertindak secara impulsif karena itulah yang mereka inginkan.

Coba ambil pendekatan yang keren dan terukur, Ladies. Latih dengan tepat apa yang ingin kamu katakan dan mengapa kamu ingin mengatakannya.

Jangan pernah memadamkan api dengan api atau merendahkan diri ke levelnya. Mungkin kamu tergoda untuk mengamuk saat seseorang bersikap jahat kepadamu, namun kamu akan merasa jauh lebih baik dalam jangka panjang jika kamu mengambil cara dewasa. Ingat, pendapatmu tentang diri sendiri tidak harus bergantung pada pandangan orang lain.

Bersikaplah proaktif dan positif

Tenang/ Foto: Pexels.com
Tenang/ Foto: Pexels.com

Body shaming hanya akan berhasil jika mereka yang melakukan tindakan body shaming berpikir kamu punya pikiran negatif mengenai diri sendiri atau kamu merasa insecure (tidak aman) dengan tubuhmu. Buktikan bahwa kamu tidak seperti itu.

Jika seseorang mengkritik berat badanmu, kamu bisa memposting foto dirimu dengan caption, "Bahagia menjadi diriku sendiri" atau, "Hidup sesuai keinginanku". Tubuhmu adalah tubuhmu, jadi milikilah. Jangan biarkan mereka yang suka berkomentar jahat mendikte syarat kebahagiaanmu, ya.

Belajar mencintai diri sendiri

Mencintai Diri Sendiri/ Foto: Pexels.com
Mencintai Diri Sendiri/ Foto: Pexels.com

Terakhir, dan yang paling penting, belajarlah untuk mencintai setiap aspek dirimu, kekurangan dan semuanya, jika kamu ingin berhasil body shamers. Kita masing-masing cantik, dan tidak ada yang berhak mengatai kita sebaliknya.

Jika ada orang yang melakukan body shaming sama kamu, bukan berarti kamu memang seperti yang mereka katakan Ladies, lebih mungkin itu karena mereka orang jahat yang hanya melihat orang dari sisi negatif. Mereka adalah orang-orang yang merasa cemas dan insecure dengan dirinya sendiri, dan mereka hanya mencoba membuatmu merasakan hal yang sama. Jangan sampai kamu jadi seperti mereka, ya!

Semoga tips di atas bermanfaat!

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id