sign up SIGN UP

Mengenal Arti dan Perbedaan antara Fast Fashion dengan Slow Fashion

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 22 Oct 2021 12:00 WIB
Mengenal Arti dan Perbedaan antara Fast Fashion dengan Slow Fashion
caption

Perbincangan mengenai sustainability tidak pernah ada habisnya, apalagi di saat genting di mana semua orang mendesak pembaharuan energi dan gaya hidup yang menerapkan sistem berkepanjangan. Mengedepankan material daur ulang dan biodegradable kian dipropagandakan, termasuk dalam bidang fashion yang menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar.

Rumah mode mulai menerapkan sustainability dalam koleksinya, seperti koleksi Stella McCartney yang mengolah bahan dasar tas dari jamur. Protes yang mendadak muncul di show Louis Vuitton pada Paris Fashion Week Selasa (5/10) juga dilatarbelakangi sustainability––seorang pemrotes membawa spanduk bertuliskan ‘Overconsumption = Extinction’ yang berarti konsumsi berlebihan = kepunahan.

Pemrotes di fashion show Louis Vuitton PFW/
Pemrotes di fashion show Louis Vuitton PFW/ Foto: instagram.com/bof

Sustainable fashion tidak lepas dari produksi fast fashion dan slow fashion yang menentukan jumlah limbah tekstil di kemudian hari. Namun, perilaku masyarakat dalam mengonsumsi produk fashion, baik fast fashion maupun slow fashion juga sangat mempengaruhi kelestarian alam, seperti yang pemrotes di peragaan busana Louis Vuitton utarakan. Jika Beauties masih bingung mengenai konsep fast fashion dan slow fashion, yuk simak artikel berikut ini untuk memberikan pencerahan akan keduanya.

Fast Fashion

Fast fashion/
Fast fashion/ Foto: unsplash.com/hannah morgan

Fast fashion merupakan sebuah model bisnis di mana industri fashion memproduksi pakaian trendy secara cepat. Biasanya koleksi diperbaharui setiap minggu dan menghadirkan pakaian-pakaian terkini berdasarkan tren yang muncul di panggung peragaan busana. Hal ini menjadi jawaban dari permintaan konsumen akan pakaian yang sesuai tren didapatkan secara instan dan terjangkau.


Apa saja keuntungan fast fashion?

Sebagai seorang yang menyukai fashion, Beauties pasti ingin mengikuti tren yang ada atau hanya sekadar menambah koleksi pakaian di lemari agar tidak membosankan. Fast fashion akan membawa kemudahan bagimu oleh karena variasi pilihan yang banyak dan up-to-date. Fast fashion juga memiliki harga relatif terjangkau karena kualitas material yang dipilih dan produksi massal yang dikerahkan.

Lalu, bagaimana dengan dampak negatifnya?

Konsumsi material fashion berlebihan yang dilakukan, baik dari industri fashion dan konsumennya, meninggalkan sampah tekstil berlimpah. Seperti yang kita ketahui, sampah kain tidak mudah terurai dan akan mengotori bumi hingga puluhan tahun. Selain itu, fast fashion terkadang tidak awet digunakan bertahun-tahun.

 

Slow Fashion

Slow fashion/
Slow fashion/ Foto: unsplash.com/s-o-c-i-a-l-c-u-t

Slow fashion adalah sebuah konsep di mana rumah mode memprioritaskan material yang berkepanjangan, kelestarian lingkungan, dan desain versatile yang tak lekang waktu. Slow fashion tidak dibuat secara massal sehingga kuantitas yang tersedia pun terbatas.


Apa saja keuntungan slow fashion?

Dengan mengonsumsi slow fashion, kamu mendapatkan pakaian yang antimainstream dan awet digunakan bertahun-tahun dengan pemakaian yang benar. Bahan yang digunakan, seperti katun organik, tencel, dan linen merupakan bahan yang biasa digunakan karena tahan lama dan memberikan dampak minimal bagi lingkungan.

Bagaimana dengan hal negatif dari slow fashion?

Karena mengutamakan kualitas tinggi agar dapat awet bertahun-tahun, harga dari produk slow fashion relatif mahal untuk dibeli. Opsi pakaian yang tersedia juga tidak banyak dan kurang variasi jika dibandingkan fast fashion

 

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Fast fashion VS Slow fashion/
Fast fashion VS slow fashion/ Foto: unsplash.com/Sarah Brown

Fast fashion dan slow fashion mempunyai nilai positif dan negatifnya masing-masing. Preferensi bisa disesuaikan dengan banyak hal, mulai dari selera hingga nilai yang dimiliki setiap individu. Contohnya, jika Beauties suka mengikuti tren, maka fast fashion bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika kamu lebih menyukai pakaian yang cenderung serbaguna dan menjunjung tinggi ke-ramah lingkungan suatu produk, kamu bisa memilih slow fashion

Pada akhirnya, sustainability dipengaruhi bagaimana kita mengonsumsi produk fashion tersebut. Jika kita membatasi pembelian, baik fast fashion maupun slow fashion, dan memaksimalkan pemakaian apa yang kita punya seperti menerapkan upcyling, maka kita turut berkontribusi untuk menjaga bumi, Beauties.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id