sign up SIGN UP

4 Situasi Ini Menuntutmu Ikut Membantu, Bukan Hanya Diam dan Merekam! Apa Saja?

Meuthia Khairani | Beautynesia
Minggu, 24 Jul 2022 12:00 WIB
4 Situasi Ini Menuntutmu Ikut Membantu, Bukan Hanya Diam dan Merekam! Apa Saja?
caption
Jakarta -

Saat berada di tempat umum dan melihat peristiwa berbahaya, mungkin terkadang kita memilih untuk menjadi saksi bisu atau passive bystander. Alasannya beragam, mulai tidak mau ikut campur urusan orang, takut terlibat di dalamnya lebih jauh, hingga takut kegiatan diri sendiri jadi terganggu. Misalnya, karena ikut diinterogasi polisi, atau bahkan turut menjadi korban.

Ketakutan akan hal-hal tersebut memang wajar. Akan tetapi, kamu bisa memilih untuk membiarkan peristiwa itu terjadi dan semakin merajalela, atau menjadi pencegah suatu tindakan kejahatan atau penderitaan orang lain.

Berikut ini adalah beberapa situasi yang menuntutmu ikut membantu, bukan hanya diam dan merekam agar bisa membantu dan menyelamatkan korban. Yuk, simak!

1. Pelecehan Seksual

Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands pressed against a glass window. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the 'woman' is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.Ilustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: Getty Images/iStockphoto/coldsnowstorm

Dilansir dari Global Citizen, untuk mencegah tindakan pelecehan seksual, kamu bisa melakukan gimmick agar pelaku sadar ada yang memperhatikan gerak-geriknya yang mencurigakan. Alih-alih berinteraksi dengan pelaku, kamu lebih disarankan untuk mengajak bicara sang korban.

Misalnya, dengan pura-pura mengenali mereka sambil membuat jarak antara korban dan pelaku. Kamu bisa mengajak korban menjauhi pelaku dengan memberitahu bahwa ada yang sedang merapatkan, menggesek bagian tubuhnya, atau menyentuhnya dari belakang korban. Setelah itu, kamu dan korban bisa duduk atau berdiri dekat dengan petugas keamanan atau jauh dari jangkauan pelaku.

Tak hanya itu, kamu juga bisa menegur bila terjadi catcalling pada dirimu atau orang lain agar pelaku sadar bahwa tindakannya salah dan tidak sepatutnya dilakukan.

2. Kekerasan dalam Rumah Tangga

Cropped shot of a young woman trying to protect herself from a man's clenched fist. Brunette woman is the victim of aggressive man. Stressful woman trying to defend herself from a clenched fisted.Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Jelena Stanojkovic

Dikutip dari NHS, jika kamu melihat tindak kekerasan atau mendengar orang terdekatmu mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kamu perlu mendorong mereka untuk bercerita. Setidaknya, upaya ini bisa bantu menenangkan perasaannya.

Namun, hati-hati ya, Beauties. Kapasitasmu hanya sebagai pendengar, dan usahakan tidak ikut campur terlalu dalam. Kamu bisa menawarkannya untuk menemani ke rumah sakit atau klinik untuk mengobati luka atau cedera fisik, ke rumah orangtuanya, dan melapor ke kantor polisi terdekat. Yang perlu diingat, biarkan mereka memutuskan sendiri antara ingin menenangkan diri terlebih dahulu, kembali pulang, atau berencana berpisah atau tidak dengan pasangannya.

3. Orang Lemas atau Pingsan

Aries rentan terserang sakit kepala/Foto: Pexels/Andrea PiacquadioIlustrasi/Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Mengutip dari Mayo Clinic, jika sedang berada di jalan, tempat publik, atau kendaraan umum, dan kamu melihat orang di dekatmu begitu pucat dan lemas, atau bahkan pingsan, kamu bisa membantunya dengan memapahnya ke tempat yang aman.

Lalu, baringkan dan angkat kakinya hingga lebih tinggi dari kepala, kendurkan pakaiannya, mengoleskan minyak angin untuknya, dan hubungi panggilan terakhir atau saudaranya dengan ponselnya (bila diizinkan). Atau, kamu bisa menghubungi pusat kesehatan terdekat dengan ponselmu sendiri.

4. Pengendara Motor dalam Bahaya

Motor merupakan kendaraan yang praktis dan lincah, bisa menyelip di antara kendaraan lain, hingga masuk di jalan-jalan sempit. Namun, di sisi lain, keamanan saat mengendarai motor mungkin cenderung tidak seaman mobil akibat tidak adanya perlindungan dari kap dan pintu yang bisa melindungi pengendaranya dari kendaraan lain dan orang jahat di jalanan.

Meskipun demikian, kamu bisa menyadarkan pengendara atau penumpang motor yang posisinya berdekatan denganmu. Misalnya, jika ada pengendara motor lainnya yang menggunakan baju panjang yang berisiko membuat kain tersebut terlilit di gerigi roda motor, kamu bisa memberitahunya agar ia tidak terjatuh.

Jika ada barang yang terjatuh, seperti uang, kertas, kantong plastik, dan barang lainnya, kamu juga bisa menegur orang tersebut agar dia tidak kehilangan barangnya dan meminimalisir risiko kecelakaan karena tersangkutnya barang di roda kendaraan lain. Kamu juga bisa mengingatkan pemotor yang sedang asyik menyetir sambil bermain ponsel demi keselamatan dan keamanan masing-masing.

Memang bukan tugas yang mudah untuk membantu orang lain saat dalam bahaya. Namun, perlu kamu ingat bahwa satu tindakan kecil saja bisa menyelamatkan nyawa satu sama lain. Yuk, saling membantu!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id