sign up SIGN UP

Dari Asia Hingga Eropa, Ini 5 Negara yang Melegalkan Ganja

Galih Konain Tata | Beautynesia
Sabtu, 02 Jul 2022 09:00 WIB
Dari Asia Hingga Eropa, Ini 5 Negara yang Melegalkan Ganja
caption
Jakarta -

Ganja disebut-sebut memiliki manfaat untuk kesehatan, meski demikian, penjualan dan penggunaan tanaman ini belum legal di banyak negara. Beauties, berikut 5 negara dari Asia hingga Eropa yang melegalkan ganja, baik untuk keperluan medis sampai tujuan rekreasi.

Thailand

Thailand menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan penanaman dan penjualan ganja. Pengesahan ini dilakukan pemerintah sebagai langkah yang akan memulai industri senilai $2 miliar.

Legalisasi ganja di Thailand sementara ini masih digunakan untuk keperluan medis alias penggunaan tanaman untuk rekreasi masih dilarang. Apabila turis atau warga datang untuk perawatan medis atau produk yang berhubungan dengan kesehatan, maka hal itu nggak menjadi masalah.

Pengesahan Ganja/ Foto: Pexels.com/ Mart Production
Pengesahan Ganja/ Foto: Pexels.com/ Mart Production

Melansir The Bangkok Post, di bawah hukum Thailand, siapapun yang tertangkap mabuk di depan umum dianggap dapat menyebabkan gangguan dan akan dikenakan hukuman hingga 3 bulan penjara atau denda sekitar $720.

Kanada

Penggunaan ganja untuk rekreasi dilegalkan di Kanada pada tahun 2018. Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2020, konsumsi ganja harian hanya meningkat sekitar 1% untuk semua kelompok umur. Konsumsi harian remaja, yang sebelumnya dikhawatirkan banyak orang akan melonjak setelah disahkan, naik sekitar 3%.

Tetapi adanya legalisasi tersebut membuat perbedaan yang signifikan dalam mengurangi jumlah penangkapan terkait penggunaan ganja. Pada 2018, menurut Statistics Canada, polisi mencatat 26.402 kasus kepemilikan hingga legalisasi berlaku pada pertengahan Oktober. Di tahun 2019, atau satu tahun setelah pengesahan, jumlah tersebut turun menjadi 46 kasus saja. Kepemilikan lebih dari 30 gram ganja tetap merupakan tindak kriminal.

Austraiia

Berselang satu tahun dari Kanada, pada 2019, Canberra menjadi wilayah pertama di Australia yang melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi dan budidaya. Melansir CNN, penduduk Canberra yang berusia di atas 18 tahun diizinkan untuk memiliki total 50 gram ganja kering per orangnya.

Ganja Untuk Medis/ Foto: Pexels.com/ Tima Miroshnichenko
Ganja Untuk Medis/ Foto: Pexels.com/ Tima Miroshnichenko

Sebelum mengesahkan penggunaan ganja untuk rekreasi, Australia terlebih dulu melegalkan ganja untuk keperluan medis di tahun 2016. Bagi penduduk yang memiliki resep dari dokter, bisa menggunakan pengobatan ganja untuk keperluan medisnya.

Pemerintah Australia juga mengizinkan warganya untuk menanam dua empat tanaman ganja dalam satu rumah tangga, atau dua tanaman per orang. Meski memberikan cukup banyak kebebasan, memasok ganja besar-besaran juga masih menjadi tindakan ilegal dengan ancaman hukuman pidana.

Jerman

Pada tahun 2017, Jerman mengesahkan penggunaan ganja untuk keperluan medis. Melansir US News, saat ini pemerintah Jerman sedang menjalankan rencana untuk melegalkan penjualan ganja untuk tujuan rekreasi. Pemerintah sedang menyiapkan undang-undang di akhir tahun 2022 ini.

Lebih dari 200 pakar terkemuka Jerman dan internasional akan bertukar pandangan tentang legalisasi tersebut. Menurut Forbes, audiensi yang direncanakan akan fokus pada kesehatan dan perlindungan konsumen, perlindungan dan pencegahan anak di bawah umur, rantai pasokan, masalah ekologi dan ekonomi, pertanggungjawaban pidana, tindakan pengendalian, dan perizinan untuk menyertai pengenalan penjualan ganja terkontrol untuk tujuan rekreasi dan pengalaman internasional.

Legalitas Ganja di Berbagai Negara/ Foto: Pexels.com/ Nataliya Vaitkevich
Legalitas Ganja di Berbagai Negara/ Foto: Pexels.com/ Nataliya Vaitkevich

Afrika Selatan

Sama seperti Kanada, Afrika Selatan melegalkan penggunaan ganja untuk pribadi di tahun 2018. Akan tetapi, legalisasi ini memicu pertentangan dari beberapa departemen pemerintah Afrika Selatan, seperti kementrian kesehatan dan kehakiman.

Maka dari itu, pemerintan Afrika Selatan terus bergulat dengan beberapa regulasi yang dapat mengatur pengesahan tanaman ganja. Nggak hanya itu, pemerintah melihat adanya potensi ganja untuk meningatkan perekonomian negara. Karena, tanaman satu ini bisa dijual sebagai obat untuk tidur yang berkualitas, mengurangi rasa sakit, dan baik untuk perawatan kulit.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id