STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Fenomena Netizen yang Gemar Merekam Tanpa Izin dan Membagikan Informasi Tanpa Cek Fakta: Bisa Dipidana!

Camellia Quinita Ramadhani | Beautynesia
Senin, 27 Jun 2022 19:00 WIB
Kebenaran Dibalik Video Viral OB vs Pengunjung Mall

Fakta Sebenarnya dari Video OB yang Membersihkan Sepatu Pengunjung Mall

Menurut klarifikasi sang ibu, kedua pengunjung mall yang duduk di bangku yang sama merupakan kakak beradik. Sang adik tidak sengaja menginjak kotoran anjing di mall yang memang memperbolehkan pengunjung membawa hewan peliharaan. Kebetulan, seorang petugas kebersihan mall melintasi meja mereka.

Kakak beradik ini kemudian bertanya di mana tempat keran air untuk mencuci sepatu. Petugas itu mengatakan bahwa tidak ada keran di sekitar situ dan menawarkan diri untuk membersihkan sepatu perempuan itu dengan sikat dan air dari ember yang ia bawa. Ketika perempuan berbaju putih itu hendak melepas sepatu dan ingin membersihkannya sendiri, petugas tersebut justru memintanya untuk tetap memakai sepatunya agar tidak susah payah membersihkan sendiri. Dengan sigap, petugas tersebut kemudian membersihkan bagian bawah sepatu tersebut.

Tidak hanya itu, petugas kebersihan tersebut juga menolak tanda terimakasih berupa uang dari si pengunjung. Disamping menceritakan kejadian sebenarnya, Wanda juga membeberkan informasi bahwa perekam dan pengunggah video tersebut ternyata adalah salah satu penjaga toko di mall tersebut. Keluarga dari pengunjung mall tersebut sedang berusaha mendapatkan bukti rekaman CCTV agar anaknya berhenti dirundung oleh warganet.

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai tindak lanjut kasus ini. Namun, ditinjau dari segi hukum, tindakan merekam dan menyebarluaskan tanpa izin yang berpotensi mencemarkan nama baik ternyata ada hukumnya lho, Beauties!

Merekam Tanpa Izin dan Mencemarkan Nama Baik Dapat Dipidana

Ilustrasi Palu Hakim/Foto: Pexels/ Ekaterina Bolovtsova
Ilustrasi Palu Hakim/Foto: Pexels/ Ekaterina Bolovtsova

Dalam kasus ini, perekam video yang ternyata tidak melakukan crosscheck dan asal mengunggah beserta spekulasinya sendiri, bisa dikatakan melakukan misinformasi. Menurut publikasi UNESCO yang berjudul “Journalism, Fake News and Disinformation” tahun 2018, misinformasi adalah informasi yang memang tidak benar atau tidak akurat, namun orang yang menyebarkannya berkeyakinan bahwa informasi tersebut valid dan dapat dipercaya.

Ketika seseorang merekam tanpa izin dan menyebarkannya sehingga mencemarkan nama orang yang bersangkutan, orang tersebut dapat dipidana dengan UU ITE Pasal 27 ayat (3) yang bunyinya:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Dan pasal 45 ayar (3) UU ITE yang bunyinya:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Merekam tanpa izin dan menyebarkannya di media sosial demi ketenaran memang tampak sepele, padahal ia dapat mempengaruhi kehidupan banyak orang bahkan bisa mengantarkannya sendiri pada penjara. Oleh karenanya, jangan biasakan membuat kesimpulan sebelum tahu kebenarannya ya, Beauties.

Bijaklah dalam bermedia sosial. Penuhi lingkungan digital kita dengan hal-hal positif dan edukatif.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE