Lebih dari 4.800 Orang Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Portugal Selama 70 Tahun

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 15 Feb 2023 18:15 WIB
Lebih dari 4.800 Orang Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Portugal Selama 70 Tahun
Lebih dari 4.800 Orang Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Portugal Selama 70 Tahun/Foto: Getty Images/markgoddard

Selama 70 tahun terakhir, diduga lebih dari 4.800 orang telah menjadi korban pelecehan seksual anak di Gereja Katolik di Portugal. Sebanyak 512 orang yang diduga menjadi korban telah melaporkan kejadian tersebut, berdasarkan laporan dari panel ahli yang menyelidiki pelecehan bersejarah di gereja tersebut, Senin (13/2).

Pejabat senior gereja Portugis sebelumnya mengklaim bahwa hanya segelintir kasus yang terjadi. Pendeta senior duduk di barisan depan anggota panel auditorium membacakan beberapa kisah mengerikan tentang dugaan pelecehan yang dimasukkan dalam laporan akhir mereka. Ada deskripsi yang jelas dan mengejutkan.

Ketua Konferensi Waligereja Portugis, Uskup José Ornelas, mengatakan otoritas gereja akan mempelajari laporan panel setebal 500 halaman sebelum memberikan tanggapan resmi.

Teen boy protects himself with his hand in the palm of his inscription Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Serghei Turcanu

"Kami telah melihat dan mendengar hal-hal yang tidak dapat kami abaikan. Ini adalah keadaan yang dramatis. Tidak akan mudah untuk mengatasinya," tuturnya, dilansir dari Los Angeles Times.

Komite Independen untuk Studi Pelecehan Anak di Gereja Katolik, yang dibentuk oleh para uskup Portugis lebih dari setahun yang lalu, menyelidiki dugaan kasus sejak tahun 1950. Usai panel ahli merilis laporan terkait kasus pelecehan seksual, rencananya para uskup Portugis akan membahasnya bulan depan.

Panel ahli menyesalkan bahwa Vatikan terlalu lama memberikan akses ke arsip gereja. Izin datang hanya pada bulan Oktober, memberi panel hanya tiga bulan untuk memeriksa bukti tertulis kasus pelecehan seks.

Dilaporkan 77 Persen dari Pelaku adalah Pendeta

Woman bondage image blur , stop violence against Women, international women's day

Lebih dari 4.800 Orang Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Portugal Selama 70 Tahun/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

Undang-undang pembatasan sendiri telah kedaluwarsa pada sebagian besar kasus yang dituduhkan. Menurut paneh ahli, hanya 25 tuduhan yang diajukan ke jaksa.

Laporan itu, yang dikritik oleh beberapa orang karena sudah lama tertunda, muncul empat tahun setelah Paus Fransiskus mengumpulkan para pemimpin gereja dari seluruh dunia di Vatikan untuk mengatasi krisis pelecehan seksual di gereja. Pertemuan itu diadakan lebih dari 30 tahun setelah skandal itu pertama kali mencuat di Irlandia dan Australia dan 20 tahun setelah menghantam Amerika Serikat.

Para uskup dan pemimpin Katolik lainnya di banyak bagian Eropa pada saat itu terus menyangkal bahwa ada pelecehan seksual oleh pendeta. Mereka juga bersikeras untuk tidak terlalu mempermasalahkan masalah tersebut.

Pedro Strecht, seorang psikiater yang mengepalai panel di Portugal, memperkirakan jumlah korban selama periode tersebut setidaknya 4.415. Panel ahli tidak mempublikasikan nama-nama korban, identitas tersangka pelaku atau tempat terjadinya pelanggaran. Namun, mereka akan mengirimkan daftar tersangka pelaku yang masih aktif di gereja kepada uskup akhir bulan nanti.

Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands pressed against a glass window. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the 'woman' is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/coldsnowstorm

Laporan akhir mencakup lampiran terpisah dan rahasia dari semua nama anggota gereja yang dilaporkan ke komite. Lampiran sedang dikirim ke Konferensi Waligereja Portugis dan ke polisi. Gereja Portugis belum mengatakan apakah akan membayar kompensasi kepada setiap korban.

Laporan tersebut mengatakan bahwa 77 persen dari pelaku adalah pendeta, dengan pelaku lainnya terkait dengan institusi gereja. Ia menambahkan bahwa 77 persen korban tidak melaporkan pelecehan tersebut kepada pejabat gereja dan hanya 4 persen yang melapor ke polisi.

Sekitar 48 persen korban yang melapor telah berbicara tentang pelecehan tersebut untuk pertama kalinya. Sebagian besar korban diduga adalah pria, dan 47 persen adalah perempuan. Selain itu, sebagian besar pelecehan terjadi ketika para korban berada pada awal masa remaja.

Dikatakan ada tempat-tempat di Portugal, seperti beberapa seminari dan lembaga keagamaan, yang merupakan “titik hitam” terjadinya kasus pelecehan seksual.

Panel merekomendasikan bahwa undang-undang pembatasan kejahatan semacam itu diperpanjang setidaknya 30 tahun dari 23 tahun saat ini.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE