sign up SIGN UP

Update Perceraian Johnny Depp: Mengenal Gangguan Kepribadian Histrionik yang Bikin Amber Heard Problematik

Cica Rahmania | Beautynesia
Selasa, 10 May 2022 11:30 WIB
Update Perceraian Johnny Depp: Mengenal Gangguan Kepribadian Histrionik yang Bikin Amber Heard Problematik
caption
Jakarta -

Perceraian Johnny Depp dan Amber Heard yang terjadi pada Januari 2017 silam rupanya belum usia. Berbagai tuduhan yang dilempar oleh Amber Heard kepada mantan suaminya tersebut rupanya dijadikan bumerang oleh Johnny Depp di persidangan.

Johnny Depp menuntut Amber Heard senilai $50 juta sebagai uang ganti rugi pencemaran nama baik yang membuatnya kehilangan beberapa pekerjaan selama cancel culture menimpa dirinya. Namun, di tengah tuntutan Johnny Depp, terungkap fakta baru soal Amber Heard.

Perempuan berzodiak Taurus tersebut didiagnosis mengalami gangguan kepribadian histrionik. Hal ini diungkap oleh Shannon Curry, PsyD, seorang psikolog klinis dan forensik di California dan Hawaii, setelah memeriksa Amber Heard selama 12 jam dan mengevaluasinya.

Johnny Depp dan Amber HeardJohnny Depp dan Amber Heard / Foto: Pinterest.com/POPSUGAR UK

Curry bersaksi bahwa Heard memiliki gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder dan gangguan kepribadian histrionik. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai gangguan histrionik yang ada pada Amber Heard.

Gangguan Kepribadian Histrionik

Dikutip dari Web MD, gangguan kepribadian histrionik merupakan gangguan kepribadian yang membuat seseorang terlalu teatrikal atau melodramatis. Umumnya, gangguan kepribadian ini cenderung umum terjadi pada wanita daripada laki-laki.

Amber HeardAmber Heard. / Foto: Instagram.com/amberheard

Menurut Cleveland Clinic, gangguan kepribadian ini tampak dalam bentuk emosi yang intens, tidak stabil, dan citra diri yang terdistorsi. Mereka yang mengidap gangguan histrionik cenderung berperilaku dramatis, butuh validasi orang lain untuk meningkatkan harga diri mereka, dan sangat ingin diperhatikan.

Jessica January Behr, psikolog berlisensi di New York City, mengatakan bahwa gangguan kepribadian ini mungkin tidak sepopuler gangguan kepribadian narsistik atau ambang, dan lebih sering terlihat daripada didiagnosis.

Alih-alih memandang hubungan yang damai sebagai sesuatu yang baik dan sehat, mereka cenderung menganggapnya sebagai hubungan yang membosankan.Ilustrasi histrionik. (Foto: freepik.com)/ Foto: Intan Dwi

"Untuk mendiagnosis seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik, seseorang harus memenuhi lima dari sembilan kriteria yang sangat spesifik," kata Jessica dikutip dari Web MD. Adapun sembilan kriteria histrionik antara lain:

  1. Ingin jadi pusat perhatian;
  2. Emosi berubah dengan cepat
  3. Bertindak sangat dramatis, seolah-olah tampil di depan penonton dengan emosi;
  4. Ekspresi yang berlebihan namun tampak kurang tulus;
  5. Terus-menerus mencari kepastian atau persetujuan.
Zodiak paling fashionable saat LebaranIlustrasi Histrionik. (Foto: Freepik @kroshka-nastya) 

Pada akhirnya, gangguan histrionik merupakan gangguan yang serius, dan untuk mendapati label histrionik, seseorang tidak boleh self-diagnose, melainkan harus melewati tes oleh ahli kesehatan mental yang telah mengevaluasi tes tersebut. 

"Kita juga harus berhati-hati untuk tidak mencampuradukkan 'dramatis' dan 'histrionik'. Untuk memiliki gangguan kepribadian histrionik memerlukan kriteria tertentu yang harus dipenuhi, dan ini bukan istilah yang bisa digunakan dengan enteng," tandas Jessica.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id