Viral di Medsos, Ini Kronologi Pengusaha Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Viral di media sosial seorang pengusaha sekaligus pemilik brand streetwear Thanksinsomnia, Mohan Hazian, diduga melakukan pelecehan seksual. Hal ini terkuak di media sosial X (dulu Twitter) setelah seorang perempuan membuat utas.
Ia menceritakan bahwa dirinya pernah mengalami pelecehan saat menjadi talent untuk photoshoot dan video shoot sebuah brand lokal dengan pemiliknya berinisial M. Tak lama setelah ia bercerita, sejumlah orang ikut speak up dan mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan korban.
Utas tersebut menjadi viral di media sosial dan menyeret nama Mohan Hazian. Setelah namanya ramai diperbincangkan, Mohan muncul di publik dengan mengunggah video hingga pernyataan terkait dugaan kasus pelecehan tersebut.
Berikut kronologi viralnya kasus dugaan pelecehan Mohan Hazian.
Korban Speak Up di X
Mohan Hazian/Foto: Instagram @mohanhazian
Kasus dugaan pelecehan seksual ini pertama kali diunggah oleh seorang perempuan di akun X-nya. Ia menulis pada Mei 2025, ia mendapat pekerjaan sebagai talent untuk photoshoot dan videoshoot untuk sebuah brand lokal terkenal dengan pemilik inisial M. Semua berjalan lancar dan tidak ada hal aneh terjadi saat proses syuting.
"Photoshoot dilakukan bersama 2 Photographer (termasuk owner M) dan 1 Talent Scouternya yang menghubungi saya. Setelah photoshoot selesai saya berencana pulang, kemudian owner menanyakan apakah saya mau makan disuatu tempat. Pada saat itu masih ada Talent Scouter," ungkap korban di akun X-nya, Minggu (8/2).
Korban yang kala itu memang sedang merasa lapar mengiyakan ajakan tersebut. Namun, korban mengira bahwa ia akan makan di luar bersama owner M dan talent scouter. Tapi, talent scouter lalu izin pergi dan meninggalkan korban sendiri bersama owner M.
"Saya pun ditinggal sendiri bersama owner (M). Saya bingung karena saya berpikir bahwa kita semua akan makan di luar. Tetapi, saya dibawa masuk lagi ke area photoshoot. Saya bingung dan merasa curiga bertanya “Bukannya mau makan di luar?”, “(Nama Talent Scouter) Dimana?”. Owner (M) kemudian tidak menggubris pertanyaan saya dan bilang, “Iya, tunggu dulu di dalem, biar adem," ujar korban.
Owner M lalu mengatakan mereka akan memesan makanan secara online saja. Korban merasa bingung dan curiga. Di saat itulah owner M melancarkan aksinya dan diduga melakukan pelecehan terhadap korban. Kala itu, korban berusaha melakukan perlawanan, tapi owner M semakin gencar melakukan aksinya.
"Saya kemudian berpikir apabila saya melawan, Owner M akan semakin kasar kepada saya. Saya kemudian mencoba menenangkan diri dan berusaha terlihat baik kepada Owner M. Saya pada saat itu 90% yakin saya akan diperkosa. Kemudian saya tetap berusaha baik kepada owner M padahal saya takut sekali diperkosa. Saya hanya berharap bisa keluar dengan selamat," tulis korban.
Korban lalu menangis dan owner M diduga tetap melakukan pelecehan kepadanya. Korban mengaku sudah tidak bisa melawan lagi. Setelah M berhenti, korban lalu dibiarkan pulang menggunakan taksi online.
"Setelah kejadian tersebut, saya mengetahui M sudah punya istri dan anak. Saya masih trauma setiap kali saya melihat wajah beliau di media. Rasanya saya mau muntah dan terus mengingat kejadian tersebut," tulis korban.
Usai kejadian tersebut, korban menghubungi talent scouter dan bercerita soal pengalamannya. Namun, talent scouter itu membantah dan mengatakan tidak pernah ada kejadian seperti itu dan dia tidak bisa melakukan apa pun karena dia hanya seorang karyawan.
"Namun, saya tahu ada kekuatan di setiap cerita. Pelecehan seksual selalu tentang kontrol dan kekuasaan. Pelaku pelecehan seksual senang atas kontrol yang didapat korbannya tanpa konsen. Mereka senang atas kuasa. Saya berharap tidak seorang pun mengalami yang saya alami," tutup korban di utas tersebut.
Mohan Hazian Didepak dari Thanksinsomnia
Mohan Hazian Didepak dari Thanksinsomnia/Foto: Instagram/thanksinsomnia
Utas tersebut viral di berbagai media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Nama pemilik brand Thanksinsomnia, Mohan Hazian, terseret dalam dugaan kasus pelecehan seksual tersebut.
Usai korban membagikan kisahnya, ada sejumlah korban lain yang juga ikut bercerita dan mengalami hal serupa. Dari cuitan yang dibagikannya, korban lainnya diduga juga mengalami pelecehan saat syuting. Ada pula korban yang mengaku dilecehkan melalui aplikasi kencan hingga modus dengan membeli karya korban.
"Another 3 victims have reached out to me. Ini cerita dari salah satu korban yang mau berbagi cerita. She’s 17 Years Old. My heart broke even more knowing I’m not the only one," tulis korban.
Di tengah ramainya perbincangan soal kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, sebuah penerbit bernama Shira Media Group mengeluarkan pernyataan sikap. Sebagai informasi, Mohan Hazian sempat menulis buku bertajuk Goresan Seorang Berandal dan Memulai Bisnis Kecil di Internet yang diterbitkan oleh Shira Media pada 2022.
Penerbit Shira Media menyatakan memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian.
"Kami Shira Media, menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dugaan kekerasan seksual (KS) yang melibatkan Mohan Hazian, yang karyanya pernah kami terbitkan. Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan, kami memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian.
Ini meliputi seluruh rencana pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan kerja sama penerbitan di masa mendatang. Kami juga meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari peredaran," tulis Shira Media, Senin (9/2).
Tak lama kemudian, agensi USS juga mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian sebagai salah satu talent di program di kanal YouTube USS. USS memutuskan untuk menghentikan keterlibatan Mohan dan menghapus konten terkait dari seluruh platform.
"Sehubungan dengan isu yang melibatkan salah satu talent program JOHAN pada kanal YouTube USS, kami memutuskan untuk menghentikan keterlibatan talent tersebut serta menghapus konten terkait dari seluruh platform kami.
Kami menyampaikan simpati yang mendalam serta dukungan penuh kepada korban, dan berharap yang bersangkutan diberikan perlindungan, serta ruang yang aman dalam melalui proses ini. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga ruang kreatif yang aman, sehat, dan saling menghormati," tulis USS, Senin (9/2).
Setelahnya, brand Thanksinsomnia juga memberikan pernyataan resmi. Pihak manajemen menegaskan bahwa isu yang berkaitan dengan Mohan Hazian adalah masalah pribadi dan Mohan tidak lagi aktif secara hubungan kerjasama dan kepemilikan atas nama brand Thanksinsomnia, baik secara operasional maupun profesional.
"Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan pada 9 Februari 2026, pihak manajemen Thanksinsomnia memutuskan untuk menonaktifkan pihak terkait dan segala aktivitas selanjutnya," bunyi pernyataan Thanksinsomnia di Instagram, Senin (9/2).
Mohan Hazian Beri Pernyataan
Mohan Hazian Beri Pernyataan/Foto: Instagram @mohanhazian
Di tengah situasi yang memanas, Mohan Hazian akhirnya muncul dengan mengunggah sebuah video klarifikasi di akun Instagramnya. Namun, video itu telah dihapus. Namun, dalam video itu, Mohan mengatakan bahwa klarifikasi yang ia unggah bukan bentuk pengakuan sebagai pelaku sebagaimana yang dituduhkan dalam utas viral di platform X.
Ia menjelaskan bahwa narasi yang beredar telah memberikan dampak negatif pada citra mereka dan keluarganya. Ia mengatakan bahwa tuduhan yang ditujukan kepadanya sama sekali tidak benar. Ia juga berencana menggelar konferensi pers pada Selasa, (10/2) pukul 08:00 untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Namun, Mohan batal menggelar konferensi pers. Sebagai gantinya, ia mengunggah sebuah pernyataan tertulis di akun Instagramnya. Mohan menyampaikan permintaan maaf karena kegaduhan yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Ia menyadari bahwa sebagai manusia, ia memiliki kekurangan dan pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak serta berdampak luas. Namun, ia mengatakan bahwa dirinya tidak seperti narasi yang dituduhkan yang viral di media sosial.
Berikut ini pernyataan lengkap Mohan Hazian soal dirinya yang diduga melakukan pelecehan, diunggah pada Selasa (10/2).
Usai mengunggah pernyataan tersebut, korban yang sebelumnya membuat utas di X dan menjadi viral mengatakan bahwa dirinya belum menerima permintaan maaf dari Mohan.
"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya, ataupun korban lain dan tidak ada permintaan maaf yang saya, ataupun korban lain terima. Terkait hal ini. Saya berharap tidak ada lagi ruang untuk pelecehan seksual," tulis korban.
Lebih lanjut, korban mengatakan bahwa dirinya dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan pelaku dan diminta bertemu. Padahal, korban hanya pernah membagikan nomornya kepada talent scout.
"Saya dihubungi via whatsapp oleh nomor yang menyatakan bahwa mereka adalah perwakilan pelaku. Saya diminta bertemu. Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S. Saat saya tanya dengan siapa dari lembaga mana dan mengetahui nomer saya dari mana. Nomor tersebut tidak menjawab. Kemudian nomor tersebut bilang bahwa mereka adalah perwakilan dari keluarga pelaku.
Nomor tersebut meminta bertemu lagi dan meminta saya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak punya urgency untuk bertemu dengan “perwakilan keluarga” pelaku. Saya tidak merespon dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum," tutur korban.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!