sign up SIGN UP

5 Kondisi yang Dilarang Keras Lakukan Diet Intermitten Fasting, Ternyata Ini Alasannya!

Zeyra Haya | Beautynesia
Kamis, 09 Jun 2022 10:00 WIB
5 Kondisi yang Dilarang Keras Lakukan Diet Intermitten Fasting, Ternyata Ini Alasannya!
caption

Menjalani diet dapat dilakukan dengan berbagai metode. Mulai dari diet ringan hingga diet ekstrem dapat menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu pola diet yang kini tengah ramai diperbincangkan adalah diet intermittent fasting atau diet puasa. Diet ini banyak dipilih karena dipercaya dapat efektif menurunkan berat badan.

Seorang ahli gizi berbasis LA, Patricia Bannan, membenarkan bahwa diet interfast memang salah satu pola diet yang tepat untuk menurunkan berat badan.

"Puasa intermiten menyebabkan konsentrasi glukosa (gula) menurun dan lipolisis (oksidasi asam lemak) meningkat secara signifikan selama 24 jam pertama, yang membantu tubuh memecah lemak yang tersimpan," katanya.

Namun meski efektif, ternyata diet puasa tidak diperuntukkan bagi semua orang. Banyak orang kerap melakukan kesalahan diet intermittent fasting dengan tetap menerapkan pola ini meski tergolong orang-orang yang tidak boleh melakukan diet tersebut.

Catat! Ini 5 Kondisi Tidak Boleh Melakukan Diet Intermittent Fasting

Cara kerja diet interfast adalah dengan memecah lemak yang ada pada tubuh. Oleh sebab itu, meskipun efektif pola diet ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Melansir dari Eat This Not That, berikut adalah beberapa kondisi yang tidak boleh melakukan diet puasa. Simak yuk!

1. Punya Gangguan Pola Makan dan Masalah Pencernaan

Orang yang dilarang diet intermitten fasting, salah satunya penderita gangguan makan dan gangguan pencernaan/Foto: pexels.com/Kevin Malik
(Orang yang dilarang diet intermitten fasting, salah satunya penderita gangguan makan dan gangguan pencernaan/Foto: pexels.com/Kevin Malik)

Diet interfast tidak boleh dilakukan oleh seorang yang memiliki pola makan tidak teratur. Seseorang dengan pola makan tidak teratur berisiko mengalami anorexia nervosa, bulimia nervosa atau binge eating. Jika dipaksakan diet puasa, tubuh akan kekurangan nutrisi dan gizi.

Orang yang sedang mengalami masalah dengan pencernaan juga tidak disarankan untuk melakukan diet puasa. Karena menjalani program diet ini tentu akan mengubah metabolisme tubuh yang justru akan memperparah gejala gangguan pencernaan.

2. Punya Gangguan Tidur

Jangan diet interfast saat sedang insomnia! Menahan lapar akan semakin membuat susah tidur/Foto: pexels.com/Ivan Oboleninov
(Jangan diet interfast saat sedang insomnia! Menahan lapar akan semakin membuat susah tidur/Foto: pexels.com/Ivan Oboleninov)

Salah satu orang yang tidak boleh menjalankan diet puasa adalah orang yang sedang mengalami gangguan tidur. Bukan tanpa alasan, tidur dalam keadaan lapar dapat menyulitkan tubuh untuk rileks dan tertidur.

Jika seorang pengidap insomnia melakukan diet interfast, dikhawatirkan membuat gangguan tidurnya semakin parah. Ketika kita belum makan dalam beberapa jam, kadar gula darah akan turun secara alami dan menyebabkan kita tiba-tiba terbangun di tengah malam bahkan merasa cemas.

3. Ibu Hamil, Menyusui atau sedang dalam Pengobatan

Ibu hamil, ibu menyusui dan penderita penyakit kronis dilarang diet interfast. Ternyata ini alasannya/Foto: pexels.com/Leah Kelley
(Ibu hamil, ibu menyusui dan penderita penyakit kronis dilarang diet interfast. Ternyata ini alasannya/Foto: pexels.com/Leah Kelley)

Ibu hamil, menyusui dan seorang pasien penyakit tertentu juga masuk ke dalam deretan orang yang tidak boleh melakukan diet interfast. Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli gizi, Calder.

”Kehamilan dan menyusui membutuhkan asupan kalori yang cukup untuk perkembangan bayi dan produksi ASI yang tepat. Periode puasa akan mengganggu asupan kalori Anda, jadi ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak melakukan puasa intermiten,” ujarnya.

Sementara bagi para penderita gangguan kesehatan khusus, ada beberapa obat yang harus diminum dengan makan terlebih dahulu. Diet puasa dapat memengaruhi orang yang mengonsumsi beberapa vitamin atau suplemen setiap hari.

4. Memiliki Riwayat Diabetes

Akan mengalami penurunan gula darah, penderita diabetes dilarang lakukan diet intermitten fasting/Foto: pexels.com/PhotoMIX Company
(Akan mengalami penurunan gula darah, penderita diabetes dilarang lakukan diet intermitten fasting/Foto: pexels.com/PhotoMIX Company)

Salah satu kesalahan diet intermittent fasting adalah memaksakan diet meski memiliki riwayat penyakit diabetes. Saat melakukan diet, tubuh akan mengalami penurunan kadar gula darah.

Sementara orang yang hidup dengan diabetes sudah menghadapi lonjakan dan penurunan gula darah yang sering sepanjang hari. Hal ini mengkhawatirkan bagi mereka yang menderita diabetes tipe 1, karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin, hormon yang mengambil gula dari aliran darah dan memindahkannya ke berbagai sel dalam tubuh.

5. Memiliki Pekerjaan yang Membutuhkan Konsentrasi Tinggi

Bisa menurunkan fokus, diet intermitten fasting tidak dianjurkan bagi para pekerja/Foto: pexels.com/Artem Podrez
(Bisa menurunkan fokus, diet intermitten fasting tidak dianjurkan bagi para pekerja/Foto: pexels.com/Artem Podrez)

Saat memiliki pekerjaan dengan konsentrasi tinggi, tubuh membutuhkan energi lebih banyak. Asupan makanan akan memasok energi dan memungkinkan kita untuk lebih fokus.

Itulah mengapa seorang pekerja dengan tugas mendesak sebaiknya tidak menjalani diet puasa. Mengutip dari detikHealth, menurunnya gula darah saat menjalani diet interfast dapat menjadi penyebab berkurangnya konsentrasi saat bekerja.

Beauties, itulah kelompok yang ternyata tidak boleh melakukan diet intermittent fasting. Kamu salah satunya nggak nih?

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id