sign up SIGN UP

Bulan Puasa Usai, Kenalan dengan Metode Intermitten Fasting untuk Program Diet Lanjutan

aqillah diaz | Beautynesia
Kamis, 05 May 2022 11:00 WIB
Bulan Puasa Usai, Kenalan dengan Metode Intermitten Fasting untuk Program Diet Lanjutan
caption

Intermittent fasting merupakan salah satu cara diet yang dilakukan dengan berpuasa selama beberapa waktu tertentu, yang mana konsep diet ini adalah dengan mengurangi waktu makan dan hanya bisa mengonsumsi makanan di waktu tertentu.

Melansir dari CNN Indonesia, intermittent fasting diklaim efektif untuk menurunkan berat badan, mengurangi resistensi insulin, mencegah pertumbuhan sel kanker, menjaga kesehatan otak, serta mencegah faktor terjadinya risiko penyakit jantung. 

Tidak hanya itu, mengutip dari Mayo Clinic, diet intermittent fasting juga bermanfaat untuk mengurangi beberapa penyakit, seperti Alzheimer, radang sendi, asma, stroke, dan multiple sclerosis. Tentunya jenis diet ini tidak semua orang cocok untuk melakukannya.

Lantas, jika kamu tertarik untuk melakukan diet ini apalagi setelah puasa, kamu perlu memperhatikan beberapa metode dan cara. Berikut rekomendasinya dikutip dari Healthline. Simak yuk!

1. Metode 16/8

Metode 16/8 / foto : pexel.com/SHVETSproduction
Metode 16/8 / Ilustrasi foto efek berat badan turun : pexels.com/SHVETSproduction

Metode 16/8 adalah salah satu metode intermittent fasting paling banyak dilakukan untuk menurunkan berat badan.

Metode ini dilakukan dengan cara berpuasa selama 16 jam dan membatasi konsumsi makanan dan minuman hingga batas waktu 8 jam per hari. Biasanya, metode diet ini dilakukan dengan melewatkan sarapan pagi dan tidak makan melebihi jam 8 atau 9 malam. 

Bagi sebagian orang, tidak sarapan dapat membuat tubuh lapar, tapi ketika melakukan diet intermittent fasting kamu tetap bisa minum air putih ataupun minuman lain yang tidak tinggi kalori. Minum dapat membantumu menahan rasa lapar. Selain dapat menurunkan berat badan, pola makan yang dibatasi waktu seperti metode 16/8 dapat mencegah hipertensi.

Pastikan juga untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein agar dapat memaksimalkan potensi manfaat kesehatan dari diet ini. Hindari mengonsumsi makanan cepat saji agar metode ini bekerja dengan baik ya!

2. Metode 5:2

Metode 5:2 / foto : pexels.com/AndresAyrton
Metode 5:2 / foto : pexels.com/AndresAyrton

Diet dengan metode 5:2 adalah diet yang dilakukan dengan cara 5 hari makan dengan kebutuhan kalori normal dan 2 harinya kamu hanya boleh mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori sebanyak 500-600 kalori.

Diet dengan metode 5:2 sama efektifnya dengan pembatasan kalori harian untuk menurunkan berat badan. Bahkan metode ini baik dilakukan bagi penderita diabetes tipe 2 karena dapat mengontrol glukosa darah.

Diet ini cukup fleksibel, karena kamu bisa memilih hari mana kamu harus berpuasa dan tidak ada aturan mengenai kapan harus makan pada hari lain. Cukup efektif dilakukan, tapi tidak semua orang bisa melakukan metode ini. Jika kamu ingin melakukan diet metode ini, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Eat-stop-eat

Eat-stop-eat / foto : pexels.com/AnyLane
Eat-stop-eat / Ilustrasi foto kebutuhan vitamin dalam buah : pexels.com/AnyLane

Salah satu ahli fitnes, Brad Pilon, memopulerkan metode eat-stop-eat. Metode ini mengharuskan kamu menjalani puasa selama 24 jam penuh dalam sepekan dan dilakukan selama 1 hingga 2 hari dalam satu minggu.

Selama melakukan puasa, kamu tetap bisa minum air dan minuman rendah kalori. Menghindari makanan selama 24 jam membutuhkan waktu dan kemauan yang tinggi karena metode ini dapat menyebabkan makan berlebihan di kemudian hari dan menyebabkan pola makan yang tidak teratur.

Jangan lupa cukupi kebutuhan vitamin, protein, karbohidrat, dan lainnya saat sedang tidak puasa. Namun, metode ini cukup sulit dilakukan oleh kebanyakan orang dan jika kamu ingin melakukannya, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

4. Alternate-day-fasting

Alternate-day-fasting / foto : Pexels.com/DariaShevtsova
Alternate-day-fasting / Ilustrasi foto makanan rendah kalori : Pexels.com/DariaShevtsova

Alternate-day fasting merupakan diet intermittent fasting yang mana dalam metode ini kamu disarankan untuk berpuasa setiap hari. Namun, ketika berpuasa kamu tetap diperbolehkan mengonsumsi makanan asalkan dalam batas 500 kalori.

Metode ini cukup efektif dilakukan untuk menurunkan berat badan, apalagi jika kamu benar-benar ingin memaksimalkan penurunan berat badan kamu bisa melakukan olahraga secara rutin. 

Jika kamu baru mencoba diet intermittent fasting, kamu bisa mencoba salah satu metode ini, Beauties.

5. Metode Warrior Diet

Metode Warrior Diet / foto : Pexels.com/CatsComing
Metode Warrior Diet / Ilustrasi foto makanan sayuran sehat : Pexels.com/CatsComing

Warrior diet merupakan diet yang mengharuskanmu untuk berpuasa atau membatasi makanan sepanjang hari, kecuali di malam hari.

Diet dengan metode ini dapat membuat seseorang mengonsumsi makanan dengan porsi kecil selama kurang lebih 20 jam dan kamu bisa mengonsumsi buah atau sayuran di siang hari. Kemudian kamu bisa makan besar satu kali di malam hari dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan organik. 

Tidak hanya menurunkan berat badan, diet dengan metode ini dapat mencegah diabetes, memperlambat perkembangan tumor, dan menunda penuaan. 

Jika kamu akan mencoba untuk melakukan diet intermittent fasting, ada baiknya untuk benar-benar mengetahui metode apa yang cocok kamu akan coba. Hindari mengonsumsi makanan tinggi kalori dan makanan cepat saji ketika melakukan diet ini ya, Beauties!

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id