STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

6 Hal yang Secara Tak Terduga Mempengaruhi Kesehatan Mental Perempuan, Apa Saja?

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Minggu, 13 Nov 2022 12:00 WIB
6 Hal yang Secara Tak Terduga Mempengaruhi Kesehatan Mental Perempuan, Apa Saja?

Saat ini, hampir semua orang menyerukan pentingnya kesehatan mental. Ironisnya, di sisi lain, banyak perempuan yang masih menghadapi berbagai problematika pemicu gangguan psikologis.

Tanpa menyebut diskriminasi sosial dan tindak kekerasan, keseharian perempuan masih dipenuhi dengan hal-hal yang dirasa sepele namun diam-diam berdampak buruk. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa hal yang tanpa disadari bisa mengganggu kejiwaan perempuan.

1. Pornografi

Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Yuris Alhumaydy
Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Yuris Alhumaydy

Sebuah survey yang dilaporkan laman Mental Health mengungkapkan bahwa banyak perempuan muda merasa tertekan karena dituntut mengadopsi peran dan tindak pornografi, semata-mata demi memuaskan para pria. Dalam hal ini, mereka merasa tubuh mereka hanya digunakan sebagai alat bantu seksual.

Survei juga menunjukkan bahwa banyak anak perempuan di usia sekolah dipaksa mengirimkan gambar yang bersifat erotis. Pada akhirnya, gambar-gambar itu justru menjadi senjata para pria untuk mempermalukan korban.

Walaupun melakukan aksi sensual dan mengirimkan gambar vulgar secara terpaksa, masyarakat tetap menganggap korban sebagai sosok nakal dan gampangan. Hujatan dan pelabelan ini pada akhirnya mempengaruhi kesehatan mental mereka.

2. Diskriminasi Etnis

Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Joice Kelly
Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Joice Kelly

Menurut laman Agenda, diskriminasi etnis juga menjadi salah satu alasan terjadinya gangguan kesehatan mental. Perempuan dari ras kulit hitam, Asia, dan suku minoritas (BAME) mengalami diskriminasi di berbagai wilayah dunia. Sekitar 29 persen perempuan kulit hitam, 24 persen perempuan Asia, dan 29 persen perempuan ras campuran dilaporkan mengalami gangguan mental akibat tindakan rasisme.

3. Perubahan Iklim

Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Joshua Rawson-Harris
Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Joshua Rawson-Harris

Healthline menyebutkan bahwa perubahan iklim akibat pemanasan global telah menyumbangkan dampak besar pada kondisi mental generasi muda. Suhu yang terlalu panas dan perubahan cuaca ekstrim memberikan rasa tidak nyaman yang dalam jangka panjang bisa menimbulkan depresi dan kecemasan.

4. Kemiskinan

Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/mark chaves
Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/mark chaves

Faktor ekonomi juga membawa pengaruh besar pada kesehatan mental perempuan. Pada laman Agenda disebutkan bahwa 29 persen perempuan yang hidup di garis kemiskinan diketahui mengalami gangguan mental, jauh lebih besar dari angka gangguan mental pada perempuan sejahtera yang hanya mencapai 16 persen.

5. Body Shaming

Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Romina Farías
Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Romina Farías

Menjadikan bagian tubuh perempuan sebagai bahan candaan mungkin dianggap biasa bagi beberapa kalangan. Namun tahukah kamu bahwa hal ini bisa berdampak sangat besar pada psikologis korbannya? Dalam riset #StatusOfMind yang diulas oleh Agenda, 90 persen remaja perempuan mengaku tidak bahagia dengan tubuhnya sendiri. Banyak di antaranya terjadi karena adanya tindak body shaming, baik dalam skala kecil maupun besar.

6. Budaya Online

Hal Sepele yang Mengganggu Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Elisa Ventur
Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Perempuan/Foto: Unsplash.com/Elisa Ventur

Budaya daring tempat kita hidup saat ini juga sangat berkontribusi pada meningkatnya angka gangguan kesehatan mental pada perempuan. Saat seseorang mengakses media sosial atau portal media, dia akan berhadapan dengan permasalahan, mulai dari standar kehidupan yang tidak masuk akal hingga komentar sadis warganet.

Pada laman Agenda dijelaskan bahwa budaya online membuat perempuan lebih mudah dieksploitasi secara seksual, bahkan tanpa mereka sadari. Hal ini belum termasuk risiko bocornya privasi yang bisa mengganggu kenyamanan.

Setelah membaca ulasan di atas, diharapkan kamu bisa memahami bahwa hal paling kecil sekalipun bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan mental. Jika ingin mewujudkan generasi yang lebih sehat secara mental, yuk ubah caramu bersikap sehari-hari!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE