STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji Bisa Bantu Kamu Terbebas dari 4 Penyakit Serius Ini, Apa Saja?

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Selasa, 25 Oct 2022 12:00 WIB
Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji Bisa Bantu Kamu Terbebas dari 4 Penyakit Serius Ini, Apa Saja?

Makanan cepat saji bisa dibilang adalah jenis makanan pemersatu bangsa karena cita rasa gurih dan nikmat yang diberikan membuatnya mudah diterima oleh semua kalangan. Namun, perlu diingat bahwa rasa yang enak itu hadir bersama dengan sederet risiko buruk yang mengancam kesehatan pengonsumsinya.

Karena alasan inilah, banyak pakar kesehatan yang memberikan himbauan baik secara langsung maupun lewat penelitian di jurnal-jurnal kesehatan agar masyarakat bisa mengurangi asupan junk food. Dilansir dari Digit, inilah beberapa penyakit yang bisa kamu hindari apabila kamu tidak mengonsumsi makanan cepat saji!

Aterosklerosis

Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/Robin Stickel)
Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/Robin Stickel)

Pada umumnya, dalam satu sajian makanan cepat saji terdapat banyak kandungan lemak jenuh dan kolesterol. Jika dibiarkan menumpuk dalam nadi, timbunan dua zat ini dapat mempersempit ruang untuk aliran darah sehingga menurunkan jumlah oksigen yang dapat diperoleh oleh sel pada organ tubuh. Pada akhirnya, kondisi pembuluh darah bisa rusak dan dapat memicu penyakit seperti stroke dan serangan jantung.

Hipertensi

Jumlah garam yang terkandung dalam makanan cepat saji biasanya sangat tinggi mengingat makanan ini identik dengan rasa gurih dan asin yang membuat ketagihan. Sayangnya, menyerap kandungan natrium dalam garam yang berlebihan seperti itu dapat membuat seseorang mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/Louis Hansel)
Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/Louis Hansel)

Tekanan darah tinggi timbul ketika jantung bekerja intens memompa darah dan terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri. Tekanan darah tinggi itu sendiri merupakan faktor penyebab aterosklerosis dan penyakit jantung.

Diabetes Tipe 2

Keterkaitan konsumsi makanan cepat saji dengan diabetes tipe 2 dimulai dari masalah obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi kegemukan ini sendiri identik dengan orang-orang yang suka makanan cepat saji.

Kegemukan itu memang tidak secara langsung disebabkan oleh kandungan dalam junk food, melainkan sebuah proses panjang yang melibatkan kerja otak dan membuat tubuh tidak menerima sinyal kenyang. Jadi, jangan heran apabila sebanyak apa pun kamu makan junk food kamu tidak akan pernah merasa kenyang.

Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/amirali mirhashemian)
Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/amirali mirhashemian)

Pada akhirnya, kondisi kegemukan akibat makanan cepat saji membuat seseorang terpapar risiko diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh penurunan resistensi insulin, kerusakan pada penglihatan, penyembuhan luka yang lambat, hingga demensia.

Kanker

Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/sk)
Ilustrasi junk food (Foto: Unsplash/sk)

Mungkin kamu terkejut saat mengetahui bahwa makanan cepat saji ternyata bisa memicu kanker. Hal ini dikarenakan, sama seperti pada kasus diabetes tipe 2, junk food tidak berperan langsung sebagai agen penyebab kanker. Kanker disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah obesitas yang terjadi akibat berlebihan makan makanan cepat saji.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE