sign up SIGN UP

Duh, Ternyata 80 Persen Resolusi Diet di Tahun Baru Sering Gagal, lho! Ini Penjelasan Dokter

Nadya Quamila | Rabu, 12 Jan 2022 18:00 WIB
Duh, Ternyata 80 Persen Resolusi Diet di Tahun Baru Sering Gagal, lho! Ini Penjelasan Dokter
caption
Jakarta -

Resolusi identik dengan tahun baru. Ada banyak hal yang bisa dijadikan resolusi. Dan tahukah kamu? Resolusi menurunkan berat badan dengan diet menjadi salah satu resolusi paling populer di dunia.

Namun sayangnya, kebanyakan resolusi diet ini sering berujung gagal pada kebanyakan orang, nih, Beauties. Metro UK melansir dari US News & World Report, tingkat kegagalan resolusi diet saat tahun baru mencapai sekitar 80 persen, dan sebagian besar orang kehilangan tekadnya pada pertengahan Februari.

Menurut Dr Alona Pulde dari Lifesum, bahkan dengan niat yang kuat, nyatanya resolusi diet tahun baru memiliki rekam jejak yang tidak dapat diandalkan. Dr Pulde juga membagikan alasan mengapa 80 persen resolusi diet gagal. Dengan memahami hal ini, kamu bisa membangun kebiasaan makan yang baik. Yuk, simak!

Tidak Berusaha Mengubah Pola Makan

Kamu Lagi Diet? Coba Kenalan dengan Istilah Cheat Day dan Cheat MealIlustrasi pola makan tidak sehat/Foto: Pexels.com/Koolshooters

Saat malam pergantian tahun baru, kamu mungkin mengizinkan diri untuk menyantap berbagai makanan dengan dalih 'self reward' setelah berjuang sepanjang tahun. Sebenarnya, hal ini sah-sah saja, jika tidak dilakukan berlebihan.

Kamu pun kemudian berpikir untuk mengandalkan resolusi diet tahun baru untuk mengatur ulang kebiasaan makan. Namun sayangnya, hal ini seringkali menjadi penyebab kegagalan, sebab kamu tidak membarengi resolusi dengan merubah pola makan.

"Kita cenderung mencari makanan tinggi kalori, namun malah menghilangkan serat dan air yang dibutuhkan oleh tubuh. Akibatnya, kita makan berlebihan makanan berkalori dan lemak tinggi," ungkap Dr Pulde.

Mengetahui Kebutuhan Diet

DietIlustrasi diet/ Foto: Freepik.com/pvproductions

Menurut Dr Pulde, resolusi tahun baru yang umum, seperti menurunkan berat badan atau mencari pemasukan tambahan sebenarnya terbatas karena mengabaikan kebutuhan internal.

"Menurunkan berat badan adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan kita akan kesehatan, tetapi percuma jika tidak dilakukan dengan cara yang tidak sehat," tambahnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis diet apa yang dibutuhkan oleh tubuh dan bagaimana cara memenuhi hal tersebut.

Diet Sendirian

Hidup lebih sehat, diet ala Blue Zones ajarkan makan dan masak dirumah/Foto: pexels.com/Mikhail NilovIlustrasi diet/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Menjalani perubahan bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika kita harus menghadapinya seorang diri. Sama halnya dengan diet. Menjalaninya seorang diri cenderung membuatnya semakin terasa berat.

"Melakukan diet bersama keluarga atau teman dapat membuat resolusi diet berhasil, Sebab, Anda dapat secara teratur memantau dan melaporkan progres diet kepada orang lain selain diri sendiri," ungkap Dr Pulde.

Jadi, jika kamu merasa kesulitan untuk menjalankan program diet, kamu bisa mengajak orang-orang terdekat untuk melakukannya bersama-sama. Mulai dari anggota keluarga, sahabat, rekan kerja, atau pasangan.

Menginginkan Hasil yang Drastis dan Tidak Sabar

Tak jarang, orang-orang yang memiliki resolusi diet menginginkan hasil yang instan dan drastis. Akhirnya, mereka cenderung tidak sabar dan terburu-buru.

Menurut Dr Pulde, lebih baik buatlah perubahan secara bertahap. "Jangan menargetkan 100 persen pada 1 Januari," ungkapnya.

Perubahan bertahap selama tiga bulan hingga satu tahun adalah cara terbaik untuk mempertahankan kebiasaan makan yang sehat. Buatlah perubahan kecil namun konsisten saat menjalankan program diet dibandingkan berusaha mengubah semuanya sekaligus.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id