sign up SIGN UP

Duh, Ternyata Pria yang Hidup Sendiri Rentan Terserang Penyakit! Bagaimana dengan Perempuan?

Tim Redaksi CNN Indonesia | Jumat, 14 Jan 2022 14:00 WIB
Duh, Ternyata Pria yang Hidup Sendiri Rentan Terserang Penyakit! Bagaimana dengan Perempuan?
caption
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19 yang melanda, rasa sepi sering jadi kawan. Meski yang diwajibkan adalah pembatasan jarak secara fisik alias physical distancing, tak pelak dapat berdampak pula pada kehidupan sosial. Tak sedikit yang merasa sedih hingga depresi saat rasa sepi menyerang.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kesepian bisa berdampak negatif pada kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Mulai dari depresi, gangguan tidur, melemahkan sistem imun, hingga penyakit jantung.

Nah, baru-baru ini ada sebuah studi yang mengungkapkan bahwa rasa sepi dari gaya hidup membujang ternyata tak baik untuk kesehatan. Studi tersebut menunjukkan bahwa pria yang bertahun-tahun hidup sendiri bisa meningkatkan risiko peradangan dan lebih rentan terserang sejumlah penyakit.

Wah, kok bisa, ya? Lantas, bagaimana dengan perempuan? Apakah berlaku hal yang sama? Simak ulasannya berikut ini.

Pria yang Hidup Sendiri Rentan terhadap Penyakit

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal BMJ mengungkapkan bahwa pria yang hidup sendiri lebih rentan terserang sejumlah penyakit. Studi ini menganalisis 4.835 sampel darah pria dan perempuan.

Lalu, peneliti memeriksa tingkat peradangan pada tiap orang. Mereka juga melihat hubungan yang dijalani dari tiap peserta, seperti apakah pernah mengalami putus cinta, bercerai, atau hidup sendiri.

Pria yang hidup sendiri rentan terkena penyakitPria yang hidup sendiri rentan terkena penyakit/ Foto: Freepik/Racool_studio

Hasilnya, pria yang telah bercerai atau hidup sendiri selama bertahun-tahun memiliki tingkat peradangan yang paling tinggi. Menurut ahli kardiovaskular, Petter Libby, hidup sendiri memang memiliki kaitan yang erat dengan kesepian. Rasa sepi ini kemudian dapat meningkatkan hormon stres yang akhirnya memicu peradangan di sistem saraf.

"Kami telah menemukan hubungan yang signifikan antara putusnya hubungan atau bertahun-tahun hidup sendiri dengan peradangan pada pria. Pada perempuan, kami tidak menemukan efek seperti itu," kata peneliti Karolina Davidsen, dikutip dari CNN Internasional.

Bagaimana dengan Perempuan?

Foto: Kesepian/freepik.comIlustrasi kesepian/Foto: Freepik.com

Hasil penelitian dari studi tersebut menunjukkan bahwa pada perempuan tidak ditemukan hubungan yang kuat antara hidup sendiri dengan tingkat peradangan. Namun menurut Davidsen, hal ini bisa jadi disebabkan karena jumlah peserta perempuan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria dalam studi tersebut.

Lebih lanjut, tingkat peradangan pada peserta mungkin juga berbeda jika diukur pada usia yang lebih lanjut. Sebab, usia rata-rata dari peserta yang diteliti adalah 54,5 tahun. Terlebih, ada pula kemungkinan dampak putus cinta dan hidup sendiri bertahun-tahun akan berlanjut seiring bertambahnya usia peserta.

Tips Mengatasi Kesepian

Ilustrasi kesepian/ Foto: Freepik.comIlustrasi kesepian/ Foto: Freepik.com

Jangan disepelekan, peradangan merupakan awal kemunculan penyakit kronis, lho! Sebab peradangan di sel atau organ yang tidak ditangani dengan tepat dapat merusak organ dan berkembang menjadi penyakit.

Bahkan, peradangan bisa menyebabkan penyakit jantung dan kanker. Dan seperti yang diketahui, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Lantas, bagaimana cara mengatasi kesepian yang dialami ini? Simak penjelasan selengkapnya DI SINI, ya!

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id