sign up SIGN UP

Merasa Sedih dan Stres Sepanjang Musim Liburan? Hati-hati, Bisa Jadi Holiday Blues!

Salsabila Rimawan | Kamis, 13 Jan 2022 22:00 WIB
Merasa Sedih dan Stres Sepanjang Musim Liburan? Hati-hati, Bisa Jadi Holiday Blues!
caption
Jakarta -

Momen perayaan tahun baru sudah terlewati, namun vibes liburan akhir tahun masih terasa. Setuju nggak, Beauties? Keluarga menjadwalkan liburan bersama, teman dekat mengajak staycation di luar kota, bahkan teman sekantor masih memanfaatkan momen ini dengan mengambil cuti.

Namun di antara euforia liburan, justru kamu merasa cemas dan sedih. Jangankan rencana liburan, kamu bahkan merasa stres selama periode liburan ini. Wah, hati-hati holiday blues, ya!

Apa itu Holiday Blues?

Musim Cuti dan Liburan Belum Berakhir, Hati-hati Holiday Blues, ya!
Apa itu Holiday Blues?/Foto: pexels.com/Anna Guererro

Dikutip dari Very Well Mind, holiday blues atau depresi liburan adalah perasaan sedih yang berlangsung sepanjang musim liburan, biasanya di bulan November dan Desember. Jika kebanyakan orang menyambut liburan dengan sukacita, orang dengan holiday blues merasa sebaliknya.

Liburan memunculkan perasaan sedih, menyakitkan, kesepian, kecemasan, hingga depresi bagi seseorang yang mengidap holiday blues. Liburan sering kali merupakan waktu dengan emosi yang tinggi dan dapat membuat mereka merasa stres dan kelelahan.

Orang yang memiliki kondisi kesehatan mental mungkin lebih rentan mengalami holiday blues. Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), 64 persen orang dengan penyakit mental melaporkan bahwa liburan memperburuk kondisi mereka. 

Mengapa Orang Bisa Merasakan Holiday Blues?

Musim Cuti dan Liburan Belum Berakhir, Hati-hati Holiday Blues, ya!
Penyebab Holiday Blues/Foto: pexels.com/Brett Jordan

Liburan pada rentang November hingga Desember menandai tahun baru yang akan datang. Di momen ini, banyak orang yang mulai merenungkan tahun lalu dan mengalami perasaan menyesal atau gagal. Mereka mungkin berpikir tentang tujuan yang mereka miliki dan hal-hal yang ingin mereka capai dan merasa kesal jika mereka tidak memenuhi harapan itu.

Selain itu, kurangnya tidur, mengonsumsi makanan yang tidak bergizi baik bagi tubuh, stres karena situasi keuangan dan ekspektasi yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan holiday blues.

Penelitian mengungkapkan, bukan hanya orang dewasa yang rentan terhadap holiday blues. Perubahan rutinitas, kehilangan teman, dan perasaan stres di sekitar liburan semuanya dapat berkontribusi pada perasaan sedih dan depresi pada anak-anak. 

Cara Mengatasi Holiday Blues

Musim Cuti dan Liburan Belum Berakhir, Hati-hati Holiday Blues, ya!
Mengatasi Holiday Blues/Foto: pexels.com/Chaly

Dalam banyak kasus, holiday blues dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup dan dukungan sosial. Meskipun holiday blues biasanya bersifat jangka pendek, berbicara dengan seorang profesional dapat membantu. 

Terapis dapat mengidentifikasi pola pemikiran negatif yang berkontribusi pada perasaan sedih dan depresi dengan menggantikan pikiran tersebut dengan yang lebih bermanfaat. Terapi juga dapat membantu mengembangkan keterampilan manajemen stres, komunikasi, dan hubungan yang lebih baik dengan orang sekitar. Hal ini dipercaya  dapat membantu baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain dari luar, usaha dalam diri juga jangan dilewatkan, Beauties! Seperti jangan mengisolasi diri, berolahraga secara rutin, cari waktu untuk me time, dan tentukan tujuan hidup yang realistis.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id