sign up SIGN UP

Perubahan Iklim Berdampak Negatif pada Kesehatan Mental Perempuan, Ini Cara Mengatasinya

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Sabtu, 18 Jun 2022 13:00 WIB
Perubahan Iklim Berdampak Negatif pada Kesehatan Mental Perempuan, Ini Cara Mengatasinya
caption

Perubahan iklim saat ini semakin mengkhawatirkan akibat dari pemanasan global yang semakin parah. Berbagai bencana alam muncul, mulai dari badai, banjir, hingga cuaca tidak menentu. Fenomena ini ternyata juga berdampak besar pada kondisi kesehatan mental manusia.

Berdasarkan laporan National Climate Assessment pada tahun 2018, dilansir dari Healtline, perubahan iklim berdampak pada peningkatan suhu, hujan deras, hingga badai berkepanjangan. Karenanya, para ahli memprediksi bahwa antara tahun 2030-2050 akan terjadi lebih banyak kematian akibat gizi buruk, diare, dan penyakit lainnya.

Kenaikan suhu juga menyebabkan rasa cemas, gangguan tidur, ketidakmampuan mengendalikan emosi, bahkan depresi. Pada perempuan, terutama para remaja, risiko bisa lebih besar karena produksi hormon estrogen yang mempengaruhi suasana hati (mood). Lalu bagaimana cara mengatasinya? Merangkum dari Healthline, simak ulasannya berikut ini!

1. Memahami Kondisi Diri

Dampak Perubahan Iklim pada Kondisi Mental Perempuan/Foto: Pixabay.com/Hieu Van
Dampak Perubahan Iklim pada Kondisi Mental Perempuan/Foto: Pixabay.com/Hieu Van

Denial (penyangkalan) adalah salah satu gejala yang paling sering muncul bersama depresi. Bahkan dalam kondisi cemas, penderita masih berusaha menganggap semua baik-baik saja. Penyangkalan berbeda dengan optimisme karena orang denial hanya berusaha cuek tanpa berusaha mencari solusi. Alhasil, mentalnya semakin mudah hancur jika kenyataan tidak sesuai harapan.

Agar tidak berdampak buruk, perlu ditanamkan sikap ikhlas terhadap apa yang sedang terjadi. Tidak perlu merasa bersalah jika kamu merasa takut atau cemas karena ini normal. Kamu hanya perlu menerima kenyataan, menenangkan diri, dan merangkul emosi diri, namun jangan lupa untuk bangkit lagi.

2. Berbincang dengan Sesama

Libra dan lima zodiak pendengar yang baik untuk dijadikan teman curhatIlustrasi curhat/Foto: Freepik.com

Rasa cemas dan takut memang bukan hal mudah untuk dihadapi. Namun seiring dengan semakin tidak nyamannya lingkungan, pahamilah bahwa kamu bukan satu-satunya korban. Orang di luar sana mungkin merasakan hal yang sama dan mencari seseorang untuk diajak berbagi. Bicaralah pada keluarga, teman, tetangga, atau kenalan tentang apa yang dirasakan, siapa tahu bisa sedikit memberikan semangat.

3. Hindari Membaca Berita Negatif

Dampak Perubahan Iklim pada Kondisi Mental Perempuan/Foto: Pixabay.com/Markus Winkler
Dampak Perubahan Iklim pada Kondisi Mental Perempuan/Foto: Pixabay.com/Markus Winkler

Media informasi saat ini memang berkembang pesat. Namun masalahnya, hal ini juga membuatmu sangat mudah menemukan berita-berita yang sifatnya hoaks atau opini yang berpotensi menjatuhkan mental.

Jika kamu sudah merasa sudah terlalu cemas dan takut, ada baiknya kamu menjauhi dunia maya untuk sesaat hingga pikiranmu kembali tenang. Meski demikian, jangan lupa untuk tetap waspada terhadap apapun yang mungkin terjadi.

4. Fokus pada Solusi dan Tindakan

Kecemasan hingga depresi bisa menyebabkan insomnia di malam hari.Ilustrasi depresi/Foto: Freepik/rawpixel.com

Selain sikap denial, rasa penyesalan dan sikap menyalahkan juga harus dihindari. Apapun yang sedang terjadi, bukan saatnya untuk meratap. Cobalah mencari solusi dan tindakan agar kondisi bisa membaik. Untuk hal ini, kamu mungkin membutuhkan orang-orang di sekitarmu.

5. Minta Bantuan Jika Perlu

Mencari bantuan ke psikolog/Foto: Pexels.com/SHVETS productionMencari bantuan ke psikolog/Foto: Pexels.com/SHVETS production

Bagi beberapa orang, gangguan mental bisa jadi hal yang berat dan sulit diselesaikan. Jika kegelisahan dan rasa cemas tak kunjung hilang, jangan ragu untuk meminta bantuan, baik pada orang dekat maupun ahli kejiwaan.

Jangan pernah menganggap hal ini sebagai aib karena mungkin saja kondisimu memang benar-benar serius dan butuh penanganan. Itulah alasan kenapa selalu ada sesi konseling dalam penanganan bencana. Hal ini adalah untuk mengantisipasi trauma yang mungkin membayangi korban.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id