sign up SIGN UP

Sering Merasa Lebih Cemas di Pagi Hari? 3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Nadya Quamila | Kamis, 13 Jan 2022 23:30 WIB
Sering Merasa Lebih Cemas di Pagi Hari? 3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya
caption
Jakarta -

Beauties, apakah kamu merasa lebih cemas di pagi hari dibanding waktu lainnya? Well, tidak semua orang merasa cemas saat mereka bangun di pagi hari. Namun, tak sedikit pula yang merasa lebih cemas saat pagi hari menjelang.

Menurut Alex Dimitriu, seorang dokter obat tidur, mengungkapkan bahwa kecemasan cenderung terjadi lebih tinggi di pagi hari. Mungkin kamu memikirkan presentasi yang harus kamu tampilkan di pekerjaan, wawancara kerja, bahkan janji bertemu dengan gebetan pun bisa menjadi penyebab kecemasan di pagi hari.

Namun, jika kamu merasa lebih cemas di pagi hari berulang kali, tidak hanya sesekali, sudah saatnya untuk menyelidikinya lebih jauh. Dihimpun dari HuffPost, berikut beberapa alasan kamu merasa lebih cemas di pagi hari.

Hormon Kortisol Meningkat di Pagi Hari

Anggapan ketidakmampuan diri untuk melawan pasangan membuat kamu takut dan cemas berlebihan.Ilustrasi cemas/Foto: Freepik

Hormon kortisol adalah hormon yang diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stres, baik secara fisik maupun emosional. Hormon kortisol juga dikenal sebagai hormon stres.

Saat cemas, tubuh akan melepas hormon kortisol. Kadar hormon kortisol tertinggi adalah saat pertama kali bangun tidur.

"Tingkat kortisol lebih tinggi di pagi hari. Jika seseorang mengalami kecemasan atau stres, tingkat dasar kortisol sudah dapat berjalan lebih tinggi, dan mencapai puncaknya lebih tinggi di pagi hari," katanya.

Kebiasaan Tidur

Merasa cemasIlustrasi cemas/Foto: Freepik

Jika kamu merasa lebih cemas di pagi hari, coba perhatikan jadwal tidur. Menurut Dimitriu, sistem sirkadian memainkan peran besar dalam kecemasan serta gejala panik. Sistem sirkadian sendiri adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.

"Dalam beberapa analisis, orang telah terbukti memiliki lebih banyak gejala panik di pagi dan sore hari. Bagian dari peningkatan kecemasan dan versi kecemasan yang lebih kuat menjadi lebih buruk di pagi dan sore hari mungkin karena peningkatan kortisol yang didorong oleh sirkadian, dan mungkin hormon lainnya," paparnya.

Dimitriu juga menambahkan bahwa respon stres 'fight or flight" atau "lawan atau lari" akan beristirahat di malam hari saat tidur. Namun respon stres tersebut tidak mendapatkan banyak istirahat pada seseorang dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Stres berkelanjutan tanpa jeda inilah yang dapat menyebabkan rasa cemas berlebih di pagi hari.

"Pagi hari, terutama Senin pagi, dianggap sebagai waktu yang sangat mungkin untuk mengalami serangan jantung karena alasan yang sama," kata Dimitriu.

Kondisi Kesehatan Mental

Ketika kamu sedang merasa cemas atau stres, hal ini juga dapat memicu tangan dan kakimu terasa dingin.Ilustrasi cemas/Foto: Freepik

Menurut Lyndon J. Aguiar, psikolog klinis kondisi kesehatan mental terkadang dapat menentukan kapan seseorang merasa cemas.

Seseorang yang memiliki kecemasan sosial dan gangguan obsesif kompulsif mungkin cenderung akan mengalami kecemasan pagi hari. Sementara seseorang dengan gangguan kecemasan umum atau post traumatic stress disorder (PTSD) kemungkinan akan merasakan lebih banyak kecemasan di malam hari sebelum tidur.

"Selain kondisi kesehatan mental khusus ini, mimpi, teror di malam hari, gejala PTSD, jadwal seseorang, dan tingkat stres, semuanya dapat memainkan peran besar dalam kecemasan pagi hari.

"Kurang tidur, gizi buruk, dan keterampilan manajemen stres yang terbatas semuanya dapat menyebabkan kecemasan pagi yang tinggi juga," tutupnya.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id