STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Sudah Menyebar di 12 Negara, Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Cacar Monyet

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Rabu, 25 May 2022 21:30 WIB
Sudah Menyebar di 12 Negara, Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Cacar Monyet

Setelah Covid-19, dunia kembali dibuat resah dengan kemunculan cacar monyet atau monkeypox yang saat ini mulai menyebar di kawasan Eropa dan Amerika. Penyakit yang umumnya ditemukan di Afrika ini disebabkan oleh infeksi virus monkeypox.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, sejauh ini, belum ditemukannya kasus cacar monyet di Indonesia. Namun, kemungkinan terjadinya penyebaran cacar monyet di Indonesia tetap ada. Apalagi, Australia yang mana merupakan negara tetangga Indonesia sudah mengonfirmasi adanya kasus penularan monkeypox di negaranya. 

Nah, buat kamu yang penasaran bagaimana awal mulanya virus ini bisa menyebar hingga ke negara-negara di Eropa dan Amerika, gejala, serta cara pencegahannya, bisa menyimak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Awal Mula Cacar Monyet Menyebar di Kawasan Eropa dan Amerika

Kenali gejala cacar monyet
gejala cacar monyet/Foto: bbc.com

Penyakit cacar monyet ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1958, tapi pada saat itu hanya ditemukan pada  monyet. Barulah di tahun 1970, ditemukannya kasus pertama infeksi cacar monyet pada manusia, tepatnya di Republik Demokratik Kongo yang kemudian menyebar di beberapa negara Afrika tengah dan barat lainnya. 

Nah, pada tanggal 7 Mei lalu, Inggris mengonfirmasi telah ditemukannya kasus pertama orang yang terinfeksi monkeypox di negaranya. Orang tersebut baru baru saja pulang dari Nigeria ke Inggris. Dilansir dari CTV News, sejak saat itu lebih dari 100 kasus telah dikonfirmasi di luar Afrika, menurut pelacak oleh akademisi Universitas Oxford.

World Health Organization (WHO) mencatat, hingga Sabtu, 21 Mei 2022 sudah ada 92 kasus cacar monyet yang tersebar di 12 negara, seperti Inggris, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, dan lainnya.

Gejala Cacar Monyet

Apa itu cacar monyet
cacar monyet/Foto: time.com

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan yang berlangsung 7-14 hari. Bedanya, cacar monyet menyebabkan kelenjar getah bening membengkak (limfadenopati), sedangkan cacar biasa nggak menyebabkan pembengkakan ini. 

Setelah muncul gejala utama tadi, orang yang terinfeksi cacar monyet akan menunjukkan gejala munculnya ruam di sekitar wajah yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kemunculan ruam ini di awali dengan bintik-bintik kecil hingga berubah menjadi lenting, yakni kulit melepuh yang berisi cairan.

Perubahan ruam ke keropeng di kulit umumnya berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Sementara proses pengelupasan seluruh kopeng dengan sendirinya dari tubuh membutuhkan waktu sekitar tiga minggu.

Pencegahan Cacar Monyet

Lakukan beberapa cara ini untuk mencegah penularan monkeypox
tindakan pencegahan monkeypox/Foto: freepik.com/Freepik

Meskipun belum ditemukan adanya kasus infeksi monkeypox di Indonesia, tapi nggak ada salahnya untuk mengetahui tindakan pencegahan penyakit ini. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Seabgai tindakan pencegahan, National Health Service UK, menyarankan untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut ini.

  • Menghindari kontak langsung dengan tikus, primata, hewan mati atau hewan liar lainnya yang mungkin terpapar virus;
  • Jangan mendekati hewan yang kelihatan nggak sehat;
  • Jangan melakukan kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi cacar monyet;
  • Cuci tangan dengan sabun dan air secara rutin atau gunakan hand sanitizer;
  • Hindari mengonsumsi daging yang belum matang.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE