sign up SIGN UP

LIFE

12 Fakta Seputar Mitos Kanker Payudara

Ranim | Sabtu, 01 Aug 2020 18:30 WIB
12 Fakta Seputar Mitos Kanker Payudara
caption

Kanker payudara adalah satu penyakit yang cukup membuat resah, yang mana dinamakan sebagai pembunuh nomer 2 setelah kanker serviks. Saking terkenalnya, banyak sekali mitos yang beredar seputar kanker payudara tersebut. Diantaranya pasti kamu sudah pernah mendengarnya, kan, Ladies? Berikut akan dibahas sebagian tentang mitos kanker payudara yang paling sering dibicarakan, nih!

Dilansir dari situs Breast Cancer, terdapat 12 mitos seputar gejala kanker payudara adalah yang cukup dikenal oleh banyak orang dan juga dipercaya oleh sebagian dari mereka. Ladies tentunya sudah pernah mendengar bahkan mungkin ikutan percaya juga, kan? Nah, Beautynesia akan memberikan fakta-faktanya, nih.

1. Kanker Payudara itu Genetik


Foto: https://www.geisinger.org/

Kanker payudara hanya 5%-10% saja yang didapat karena keturunan atau genetik. Tapi kebanyakan orang yang terkena kanker payudara, tidak memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gejala kanker payudara tumbuh, yaitu faktor lingkungan dan gaya hidup.

Tetapi jika memiliki keluarga yang terkena kanker payudara, kemungkinan besarnya akan ikut terkena juga.

2. Pola Hidup Sehat akan Terhindar dari Kanker Payudara

Foto: https://hosbeg.com/

Meski pola hidup sehat seperti rajin olahraga, mengonsumsi makanan sehat, serta mengurangi asupan alkohol dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Namun hal tersebut tidak membuatnya menjadi tidak akan terkena penyakit tersebut. Gejala kanker payudara bisa juga muncul tanpa disadari. Maka dari itu dianjurkan untuk rutin memeriksanya.

3. Memakai Bra dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Tidak ada hubungan antara kanker payudara dengan pemakaian bra. Terlebih yang paling sering dibicarakan adalah bra berkawat. Faktanya bra jenis apapun tak dapat menyebabkan risiko terkena kanker payudara. Jadi, pakailah saja bra-mu, ya, Ladies.


4. Menggunakan Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara?

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Meski keamanan penggunaan antiperspirant sedang diteliti, namun memakai produk tersebut sama sekali tak ada hubungannya dalam terkena atau tidaknya kanker payudara pada seseorang. Banyak sekali rumor tentang deodoran atau antiperspiran yang mengandung aluminium serta bahan kimia lain yang terserap pada nodus limfa menuju sel payudara dapat menyebabkan kanker payudara. Bahkan mencukur ketiak juga dirumorkan dapat menyebabkan kanker payudara.

Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang menggunakan produk yang mengandung aluminium pada ketiak cenderung memiliki konsentrasi aluminium yang lebih tinggi pada jaringan payudara mereka.

5. Menaruh Handphone di Saku Dada dapat Menyebabkan Kanker

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Nah, ini yang paling banyak dipercaya karena tentunya handphone dapat memaparkan radiasi jadi pasti banyak yang percaya jika handphone yang ditaruh pada saku dada meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Meski pada penelitian tidak ditemukan keabsahannya, tetap dianjurkan untuk menjauhkan handphone dari bagian tubuh manapun karena radiasinya dapat meningkatkan risiko tumor otak.

6. Mengonsumsi Gula dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Tak ada kaitannya mengonsumsi gula dengan risiko terkena gejala kanker payudara. Mitos ini tak hanya ada pada kanker payudara saja, tetapi pada semua jenis kanker.

Dikatakan bahwa gula dapat memberi 'makan' kanker dan mempercepat pertumbuhannya. Seperti yang telah diketahui, semua sel entah itu kanker atau sehat, menggunakan gula darah atau biasa disebut dengan glukosa sebagai bahan bakar pada tubuh.

Meskipun benar sel kanker mengonsumsi gula lebih cepat daripada sel normal, namun tak ada bukti bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan kanker payudara.


7. Mamogram Menyebabkan Kanker Payudara Menyebar

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Mamogram adalah tes baku untuk memeriksa payudara yang menggunakan sinar x untuk mengambil foto jaringan. Kanker tidak akan menyebar karena sinar x dan tekanan mesin mamogram pada payudara.

Meski mamogram adalah alat screening yang sangat baik, sayangnya sering terjadi hasil palsu, yaitu ketika hasil foto terlihat normal meski sebenarnya ada sel kanker. Diperkirakan bahwa mammogram kehilangan sekitar 20% kanker payudara pada saat screening.

Hasil negatif palsu cenderung lebih sering terjadi pada wanita yang memiliki jaringan payudara padat, yang terdiri dari lebih banyak jaringan kelenjar dan ikat daripada jaringan lemak. Wanita muda lebih cenderung memiliki payudara yang padat.


8. Selalu ada Benjolan pada Kanker Payudara

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Sebenarnya tak selalu ada benjolan terutama saat pertama kali kanker payudara tersebut berkembang. Seringnya benjolan yang ditemukan di payudara adalah tumor jinak, namun jika terdapat benjolan permanen pada payudara sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan benjolan tersebut tak berbahaya.

Mitos lainnya adalah jika benjolannya sakit berarti itu bukan kanker payudara, serta jika benjolannya halus dan bisa berpindah juga bukan kanker payudara. Tetapi meski begitu tetap harus waspada dan segera konsultasi ke dokter terkait.

9. Kanker Payudara Tahap Awal Jarang Kambuh

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Faktanya, kanker payudara pada tahap awal juga ada kemungkinan untuk kembali meskipun resiko kekambuhan paling besar dalam 2 hingga 5 tahun pertama, kekambuhan selanjutnya dapat terjadi.

Kanker payudara berulang dapat bersifat lokal atau regional, yang berarti kanker tersebut muncul kembali pada payudara atau dada, atau bahkan pada bagian tubuh yang jauh seperti hati, tulang, paru-paru. Pada perulangan jauh tersebut sudah masuk ke stadium 4.

10. Penanganan yang Sama pada Semua Jenis Kanker Payudara

Foto: https://www.pinterest.co.uk/pin/590886413597024597/

Rencana perawatan sangat bervariasi, tergantung pada karakteristik kanker dan preferensi pasien. Ada sangat banyak faktor untuk mengetahui cara penanganan kanker payudara. Seperti ukuran, stadium, tingkat kanker, serta lokasi. Apakah kanker diyakini terkait dengan mutasi gentik yang diwariskan, apakah kanker karena dipicu oleh hormon, dan lainnya. Jadi, penanganannya tentu tidak sama.

11. Hanya Terjadi Pada Wanita Paruh Baya dan yang Lebih Tua

Foto: https://www.pinterest.co.uk/pin/657666351819253187/

Meski faktor usia adalah faktor utama terkena kanker payudara, namun usia belia pun dapat terkena kanker payudara. Sama seperti pria, yang presentase kejadiannya lebih sedikit dibanding wanita. Maka dari itu, sebaiknya rutin memeriksa payudara sejak dini tak melihat usia berapapun supaya lebih terjaga dan dapat cepat ditangani jika ditemukan adanya kanker payudara.


12. Jika Selesai Pengobatan, Maka Selesai Pula Berusan dengan Kanker?

Foto: https://www.pinterest.co.uk/

Sayangnya, kanker payudara dapat memiliki dampak jangka panjang pada kehidupan seseorang. Seperti setelah pengobatan misalnya, pasti ada efek sampingnya dan juga hal itu dialami tidak sehari dua hari, tetapi berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan pada kasus stadium 4 adalah selama sisa hidup mereka.

Nah, itulah 12 mitos seputar kanker payudara yang sering diyakini orang. Carilah info sebanyak mungkin, ya, Ladies agar mendapatkan informasi yang tepat dan bukan sekadar mitos lagi.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id