sign up SIGN UP

Sedang Mengalami Gangguan Mental? Stop Dengarkan Komentar Negatif Berikut ini

Rani Mutiara | Minggu, 18 Jul 2021 13:15 WIB
Sedang Mengalami Gangguan Mental? Stop Dengarkan Komentar Negatif Berikut ini
caption

Semakin ke sini, orang-orang semakin peduli dengan kesehatan mental, terutama di masa pandemi seperti ini. Meskipun begitu, tetap saja ada orang-orang yang masih memandang isu kesehatan mental ini secara negatif.

Padahal, hal ini hanya semakin membuat para penderita gangguan mental merasa buruk dan bersalah. Jika kamu sekarang juga sedang dalam keadaan terpuruk, ada baiknya kamu jangan mendengarkan dan mempercayai perkataan-perkataan berikut ini.

“Kamu bisa begini tuh, karena jarang ibadah”

Merasa Stress | Foto : freepik.com/jcomp
Merasa Stress | Foto : freepik.com/jcomp

Tinggal di negara beragama, pastinya kamu seringkali menemukan orang yang mengaitkan segala sesuatu dengan agama, termasuk isu kesehatan mental. Masih banyak orang yang berpendapat bahwa mereka yang mengalami gangguan mental biasanya karena jarang ibadah, sehingga lebih mudah stres dan khawatir akan kehidupannya.

Padahal sebenarnya, orang yang rajin beribadah juga bisa mengalami gangguan mental. Mendengarkan perkataan-perkataan seperti ini hanya membuatmu semakin merasa bersalah dan tidak berguna. Jadi sebaiknya diabaikan saja dan fokus kepada pemulihan dirimu sendiri.

“Kamu tuh sebenarnya cuman kurang bersyukur aja, sih”

Kurang Bersyukur | Foto : freepik.com/creativeart
Kurang Bersyukur | Foto : freepik.com/creativeart

Apakah kamu sering mendengarkan kalimat ini? Biasanya kalimat ini disampaikan oleh seseorang karena ia melihat bahwa orang dengan gangguan mental selalu merasa hidupnya tidak adil dan menderita. Sehingga muncullah asumsi bahwa seseorang bisa sampai terkena gangguan mental karena kurangnya rasa syukur terhadap hidupnya.

Bahkan tidak jarang asumsi seperti ini berakhir ke perilaku membanding-bandingkan. Padahal setiap orang mempunyai kesulitannya masing-masing dan mereka yang hanya bisa membanding-bandingkan sebenarnya tidak bisa memahami hal ini. Oleh karena itu, kamu sebaiknya tidak perlu mendengarkan orang-orang ini, apalagi kalimat mereka tersebut hanya didasarkan pada asumsi mereka sendiri.

“Jangan berteman dengan orang yang sakit mental, mereka itu gila”

Dijauhi Teman | Foto : feepik.com/peoplecreations
Dijauhi Teman | Foto : feepik.com/peoplecreations

Hal menyedihkan lainnya yang masih sering dipercayai oleh orang yaitu bahwa mereka yang mengalami gangguan mental adalah orang gila dan sebaiknya jangan ditemani. Pemikiran seperti ini justru hanya membuatmu merasa semakin dipojokkan.

Padahal  kamu bukanlah orang gila dan justru rangkulan dari orang-orang di sekitarmu itu sangat penting. Selain itu, gangguan mental juga bukan penyakit menular sehingga tidak ada alasan yang benar bagi mereka untuk menjauhimu.

“Ngapain ke psikolog? Udah mahal, trus buat malu lagi”

Menemui Psikolog | Foto : freepik.com/freepik
Menemui Psikolog | Foto : freepik.com/freepik

Tidak ada yang salah jika kamu merasa kamu perlu menemui psikolog. Tidak semua orang bisa mendengarkan ceritamu dan memberikan solusi yang tepat. Bahkan jika kamu sampai menceritakan masalahmu ke orang yang salah, bisa-bisa kamu semakin disudutkan.

Oleh karena itu, jangan pernah merasa malu untuk menemui psikolog. Karena mereka merupakan tenaga profesional yang pastinya jauh lebih mengerti bagaimana caranya menemanimu dalam menghadapi masalahmu. Justru kamu harus bangga karena kamu sudah menentukan keputusan yang tepat dalam hal ini.

Masih banyak lagi omongan di luar sana yang tidak perlu kamu dengarkan saat keadaan mentalmu sedang tidak baik. Omongan-omongan tersebut hanyalah semakin membuatmu merasa terpuruk. Jika kamu merasa perkataan ini sampai mengganggu kehidupanmu, jangan ragu-ragu untuk menjauhi mereka. Lalu, jika kamu merasa perlu membutuhkan pertolongan, janganlah takut untuk menemui psikolog maupun psikiater, karena kesehatan mentalmu adalah hal yang paling utama ya, Beauties!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id