Waspada! 5 Ciri-ciri Gula Darah Tinggi yang Tidak Disadari
Kadar gula darah merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan karena menyangkut masalah kesehatan. Terkhusus lagi untuk kadar gula darah yang tinggi karena dapat menyebabkan berbagai permasalahan serius seperti kerusakan saraf, organ vital dan pembuluh darah.
Meskipun pada umumnya kadar gula darah tinggi ini dialami oleh penderita diabetes, bukan berarti kamu yang merasa sehat dan bugar tidak boleh waspada. Ya, sejatinya, kewaspadaan ini bisa kamu jadikan faktor pencegahan sebelum mengalaminya.
Untuk itu, hal paling mendasar yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali ciri-cirinya. Lantas, apa saja sih ciri-ciri gula darah tinggi? Simak selengkapnya di bawah ini.
Merasa Kelelahan
![]() Merasa lelah/freepik.com |
Ciri-ciri gula darah tinggi yang pertama adalah merasa kelelahan. Meskipun seyogyanya gula menjadi salah satu sumber utama penghasil energi untuk tubuh, namun saat kadarnya berlebihan, hal tersebut akan berakibat pada tidak berfungsinya hormon insulin.
Sebagaimana yang diketahui, hormon insulin inilah yang berfungsi menyerap gula dalam darah. Tidak terserapnya gula dalam darah ini akan membuat tubuh seolah olah kekurangan sumber energi yang berlanjut pada munculnya rasa kelelahan. Untuk itu, saat merasakan kelelahan terus menerus, kamu patut waspada dan segera memeriksa kadar gula darah.
Sering Lapar Namun Berat Badan Turun
![]() Sering lapar/freepik.com |
Selanjutnya adalah sering merasa lapar namun berat badan malah turun. Sekalipun makan dalam jumlah banyak, kamu yang sedang kadar gula darahnya tinggi akan tetap merasa mudah lapar. Hal ini juga tidak diikuti oleh kenaikan berat badan. Malah sebaliknya, berat badan akan menurun. Jika ditelusuri lebih lanjut, hal ini dikarenakan gula tidak mampu dioleh oleh tubuh menjadi energi.
Alhasil, sel-sel yang seharusnya mendapatkan asupan energi menjadi berkurang dan berakibat pada rasa mudah lapar. Glukosa yang tidak bisa diolah akan dibuang oleh tubuh bersama urine. Dengan begitu, sinyal ke otak akan dikirim bahwa tubuh sedang kekurangan asupan energi. Alhasil, penderitanya akan merasa lapar dan menimbulkan keinginan untuk mengkonsumsi sesuatu.
Sedangkan alasan berat badan menurun adalah tubuh yang merasa kekurangan energi menggunakan energi cadangan yang ada dengan cara memecah simpanan lemak. Semakin banyak lemak yang dipecah, maka berat badan akan semakin menurun. Bahkan penurunan ini bisa terjadi secara drastis.
Baca Juga : Cuka Apel Ampuh untuk Diet, Mitos atau Fakta? |
Mulut Kering
![]() Mulut kering/freepik.com |
Ciri-ciri ini juga tidak bisa disepelekan. Mulut kering atau xerostomia ini menjadi gejala gula darah tinggi karena berkaitan dengan produksi air liur. Semakin tinggi kadar gula darah maka produksi kelenjar air liur dapat terganggu. Alhasil, jumlah normal air liur tidak bisa didapatkan dan berakibat pada kekeringan di area mulut.
Bahkan, pada beberapa orang, hal ini bisa diikuti dengan rasa nyeri di bagian gusi. Untuk itu, perhatikanlah dengan seksama, masalah terkait mulut kering seperti bibir pecah-pecah, bau mulut, merasa sering haus dan tenggorokan kering.
Merasa Haus dan Sering Buang Air Kecil
![]() Sering buang air kecil/freepik.com |
Bagi kamu yang sering merasa haus juga patut waspada terhadap kadar gula darah tinggi. Terlebih lagi saat kamu sudah minum air yang banyak namun tetap merasa dehidrasi. Berlebihnya kadar gula dalam darah akan dibuang bersama urin. Selain itu, urine juga menjadi lebih kental sehingga otak akan merespon untuk mengencerkan urine tersebut.
Cara otak meresponnya adalah dengan mengirim sinyal rasa haus. Saat haus muncul, maka frekuensi minum akan meningkat yang tentunya berbanding lurus dengan frekuensi buang air kecil.
Penglihatan Kabur
![]() Penglihatan kabur/freepik.com |
Nah, yang terakhir adalah penglihatan menjadi kabur. Ciri satu ini memang sangat umum dirasakan oleh mereka yang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Penyebabnya tidak lain adalah ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan gula sebagai sumber energi yang mendukung jaringan mata dan juga saraf.
Kekurangan asupan di bagian jaringan mata dan saraf pada akhirnya akan berakibat pada menurunnya fungsi penglihatan sehingga segala sesuatu yang dilihat menjadi kabur atau tidak jelas.




