sign up SIGN UP

Alami Pelecehan Seksual di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Rabu, 10 Aug 2022 17:00 WIB
Alami Pelecehan Seksual di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?
caption

Kasus pelecehan seksual bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk tempat kerja. Pelaku pelecehan seksual di tempat kerja bisa berasal dari rekan atau atasan kerja. Bentuk pelecehan seksual yang terjadi di tempat kerja beragam, misalnya pandangan nakal, cat calling, meraba anggota tubuh, hingga pemerkosaan.  Seperti yang diketahui, mayoritas korbannya adalah perempuan.

Kementerian Ketenagakerjaan telah membuat regulasi perlindungan bagi korban, yakni Gerakan Nasional Non-Diskriminasi di Tempat Kerja, baik melalui pembuatan sistem perlindungan berbasis IT, penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual, maupun penyusunan panduan kesetaraan dan non diskriminasi di tempat kerja.

Lantas, apa yang harus dilakukan saat mendapatkan pelecehan seksual di tempat kerja? Berikut jawabannya yang dilansir dari berbagai sumber, yuk simak!

Tunjukkan Perlawanan

Tunjukkan perlawanan saat ada tindakan pelecehan seksual
Ilustrasi/Foto:Freepik.co/wayhomestudio

Beauties, jika kamu mendapatkan pelecehan seksual saat bekerja, kamu dapat menunjukkan perlawanan sebagai bentuk rasa keberatanmu atas tindakan tersebut. Sebab, jika menunjukkan sikap diam, selain memberi ruang pada pelaku dapat melakukan hal yang lebih membahayakan, ini juga tak akan menyelesaikan persoalan.

Hal ini juga sebagai wujud untuk menunjukkan bahwa hal yang dilakukan oleh pelaku sangatlah tidak pantas. Namun, jika kamu tidak mampu melakukannya, kamu dapat menceritakannya dan meminta bantuan pada rekan kerja atau orang lain.

Dokumentasikan Quid Pro Quo

Dilansir dari International Labour Organization, pelecehan seksual "quid pro quo" merupakan bentuk pelecehan seksual yang tak dapat diterima, baik fisik atau pun verbal yang terjadi pada situasi yang berhubungan dengan pekerjaan.

Misalnya tindakan pelecehan seksual dilakukan oleh pelaku dengan tujuan sebagai dasar dibuatnya keputusan dalam hubungan kerja, seperti ditawarkan pekerjaan, promosi, atau bantuan dengan syarat mengikuti keinginan pelaku pelecehan seksual. Melansir dari Forbes, jika hal demikian terjadi, kamu dapat menuliskan tanggal, waktu, tempat, dan saksi kejadian yang telah kamu alami.

Cek Kebijakan Perusahaan dan Laporkan

Pelecehan Seksual/Freepik.com of Prostock StudioIlustrasi pelecehan seksual/Foto: Freepik.com of Prostock Studio

Untuk melaporkan tindakan pelecehan seksual yang kamu terima saat bekerja, ada baiknya  mengetahui terlebih dahulu bagaimana kebijakan perusahaan terkait hal tersebut, Beauties.  Melansir dari CNN Indonesia, sebaiknya cek buku pedoman karyawan atau kebijakan tertulis lain yang mencantumkan perihal pelecehan seksual. Laporan akan tindakan pelecehan bisa mengikuti petunjuk dari pedoman karyawan.

Sebab hal ini juga didukung dengan adanya pedoman pencegahan pelecehan seksual di tempat kerja yang diatur oleh Kementerian Ketenagakerjaan yang di dalamnya juga dimuat tentang mekanisme penyelesaian pelecehan seksual di tempat kerja. Setelah mengetahui bagaimana prosedur penyelesaian tindakan pelecehan seksual yang kamu alami di tempat kerja, kamu dapat melaporkannya pada pihak yang berwenang, seperti  kepala divisi, Human Resource Development (HRD), atau pun penyelia kerja yang memberimu pekerjaan.

Laporkan pada Serikat Pekerja

Dilansir International Labour Organization (ILO), jika tempat kamu bekerja tidak memiliki kebijakan pelecehan seksual, kamu dapat  menghubungi perwakilan serikat pekerja di tempatmu bekerja.

Tak hanya itu, kamu juga bisa menghubungi salah satu konfederasi serikat pekerja di tingkat nasional, misalnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), atau Kementerian Ketenagakerjaan untuk membantu tempat kerja kamu mengembangkan kebijakan yang sesuai.

Konseling dengan Profesional

Memulihkan trauma akibat pelecehan seksual dapat dilakukan dengan konseling dengan psikolog
Konseling/Foto: Freepik.com/tirachardz

Mengalami tindakan pelecehan seksual tentu tak dapat diterima begitu saja. Peristiwa ini tentu menyisakan trauma tersendiri bagi korbannya. Sehingga, untuk membantumu pulih dari trauma tersebut, kamu dapat meminta bantuan kepada profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Resign

Resign
Resign/Foto: Freepik.com/freepik

Beberapa perusahaan ada yang tak memiliki rasa empati dan mengabaikan karyawannya yang mengalami tindakan pelecehan seksual, sekalipun telah adanya laporan mengenai peristiwa tersebut. Jika tempatmu bekerja melakukan hal demikian, maka sudah seharusnya kamu mengambil keputusan keluar dan mencari pekerjaan baru di tempat yang baru pula.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id